Langsa Expo 2026 Dibuka, Wali Kota Dorong UMKM Perluas Pasar dan Bangkitkan Ekonomi Kreatif
- account_circle Supriaman
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Kota Langsa, INC MEDIA – Langsa Expo 2026 resmi dibuka di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Hutan Kota Langsa, Jumat (25/9/2026). Kegiatan yang digelar PT Pelabuhan Kota Langsa (PEKOLA) Perseroda tersebut menjadi ruang promosi sekaligus pertemuan antara pemerintah, pelaku usaha, UMKM, komunitas dan masyarakat.
Langsa Expo 2026 akan berlangsung hingga 11 Oktober 2026. Selain menghadirkan pameran produk UMKM dan kuliner, agenda tersebut juga dirancang untuk mendorong aktivitas ekonomi, kreativitas masyarakat serta promosi potensi Kota Langsa.
Langsa Expo 2026 Jadi Ruang Pengembangan UMKM
Pembukaan Langsa Expo 2026 dilakukan langsung oleh Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S. Putra, S.E. Acara tersebut turut dihadiri Kapolres Langsa AKBP Hyrowo, S.I.K., Kepala Kejaksaan Negeri Langsa Dr. Adi Tyogunawan, S.H., M.H., perwakilan Forkopimda, Ketua TP PKK Kota Langsa Ny. Devi Ari Atmana, pimpinan OPD serta sejumlah tamu undangan.
Dalam sambutannya, Jeffry menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, Expo tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial atau promosi sesaat. Ia berharap kegiatan tersebut mampu menghasilkan dampak ekonomi yang dapat dirasakan pelaku usaha dan masyarakat.
“Saya berharap Langsa Expo 2026 tidak berhenti hanya pada kegiatan promosi selama acara berlangsung. Tetapi mampu membuka jejaring usaha, memperluas pasar, meningkatkan transaksi, serta menciptakan peluang kerja dan investasi bagi masyarakat Kota Langsa,” ujar Jeffry.
Pernyataan tersebut menempatkan Expo sebagai salah satu ruang untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon konsumen, mitra bisnis dan masyarakat secara lebih luas.
Wali Kota Minta UMKM Tingkatkan Kualitas Produk
Jeffry juga mengimbau para pelaku UMKM dan peserta Expo agar tidak sekadar mengikuti kegiatan pameran. Menurutnya, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas produk, kemasan, pelayanan dan strategi pemasaran.
Penguatan aspek tersebut penting agar produk lokal tidak hanya mampu bersaing selama Expo berlangsung, tetapi juga memiliki peluang untuk masuk ke pasar yang lebih luas.
Selain sektor ekonomi, Jeffry menyoroti pemilihan Taman Hutan Kota Langsa sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, pemanfaatan ruang terbuka hijau menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi dapat berjalan bersama dengan upaya menjaga lingkungan.
“Kita ingin ruang publik tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga menjadi ruang interaksi, kreativitas, promosi, edukasi dan pengembangan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada panitia, perangkat daerah, sponsor, pelaku usaha, UMKM, komunitas serta seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan Langsa Expo 2026.
PEKOLA: Expo Jadi Etalase Ekonomi Kota Langsa
Sementara itu, Direktur Utama PT Pelabuhan Kota Langsa (PEKOLA) Perseroda, Hj. T. Ratna Lailasari, S.H., M.H., mengatakan kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyambut HUT Pemerintah Kota Langsa ke-25.
Ia memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Langsa dan seluruh panitia yang telah menginisiasi serta mendukung pelaksanaan Expo.
Menurut Ratna, Langsa Expo 2026 memiliki catatan tersendiri karena menjadi kegiatan pertama yang dilaksanakan di kawasan Taman Hutan Kota Langsa.
Selama berlangsung, masyarakat dapat menikmati berbagai agenda, mulai dari pameran UMKM dan kuliner, Festival Lagu Melayu Dangdut, Fashion Show Busana Muslim Glamour hingga berbagai wahana permainan.
Kegiatan tersebut juga akan menghadirkan bintang tamu artis Aceh, Safira Amalia.
Langsa Expo 2026 Dorong Produk Lokal
Ratna menegaskan bahwa Expo tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan pameran. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi etalase kemajuan ekonomi, industri dan pariwisata Kota Langsa.
Momentum tersebut juga diarahkan untuk mendorong kebangkitan UMKM serta memperkuat posisi produk lokal di tengah persaingan pasar.
“Kemajuan Kota Langsa tidak bisa dicapai oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat,” ujarnya.
Pesan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengembangkan ekonomi daerah. Pemerintah memiliki peran dalam menciptakan ekosistem, dunia usaha membuka peluang kerja sama, sedangkan masyarakat dan pelaku UMKM menjadi bagian penting dalam menggerakkan aktivitas ekonomi.
Digelar hingga 11 Oktober 2026
Dalam penyelenggaraannya, Langsa Expo 2026 mendapat dukungan sejumlah sponsor, di antaranya PT Djarum 76, Apel Royal, Cleo, Toyota, Metro dan Telkomsel.
Expo akan berlangsung hingga 11 Oktober 2026 di kawasan RTH Taman Hutan Kota Langsa.
Beragam produk UMKM, kuliner, hiburan dan kegiatan kreatif akan mengisi agenda tersebut. Pemerintah dan penyelenggara berharap kegiatan ini tidak hanya menarik masyarakat untuk datang, tetapi juga memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk, memperluas jaringan dan meningkatkan transaksi.
Dengan durasi pelaksanaan yang cukup panjang, Langsa Expo 2026 diharapkan mampu menjadi momentum yang mempertemukan potensi ekonomi lokal dengan masyarakat secara lebih luas.
Pada akhirnya, keberhasilan Expo tidak hanya diukur dari ramainya pengunjung selama kegiatan berlangsung. Dampak yang lebih penting adalah sejauh mana kegiatan tersebut mampu membuka jejaring usaha, memperluas pasar, meningkatkan transaksi dan memberikan ruang pertumbuhan bagi UMKM serta ekonomi kreatif Kota Langsa. (Supriaman)
- Penulis: Supriaman







