Muskot V PMI Langsa, Ngatiman Dipercaya Pimpin Periode 2026-2031
- account_circle Helmy
- calendar_month 52 menit yang lalu
- print Cetak

KOTA LANGSA, INC MEDIA — Muskot V PMI Langsa menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penegasan komitmen Pemerintah Kota Langsa terhadap misi kemanusiaan. Musyawarah Kota (Muskot) V Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Langsa digelar di Aula Tirta Vitra Raya, Sabtu (22/8/2026).
Dalam forum tersebut, Ngatiman terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PMI Kota Langsa periode 2026-2031.
Muskot dibuka secara resmi oleh Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S Putra, SE. Kegiatan itu turut dihadiri Ketua DPRK Langsa, unsur Forkopimda, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Ketua KNPI, PWI Langsa, jajaran pengurus PMI, relawan, serta sejumlah tamu undangan.
Muskot V PMI Langsa Jadi Momentum Konsolidasi
Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S Putra mengatakan, Muskot V PMI Langsa memiliki arti penting bagi keberlangsungan organisasi. Menurutnya, forum tersebut bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga ruang untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menyusun arah kerja lima tahun mendatang.
Ia mendorong PMI Kota Langsa semakin profesional, solid, dan responsif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya ketika terjadi kondisi darurat maupun bencana.
“PMI merupakan organisasi kemanusiaan yang bergerak atas dasar kerelaan dan pengabdian sosial. Tanpa adanya dana hibah sekalipun, PMI tetap harus bergerak memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kota Langsa sangat mendukung keberadaan dan kiprah PMI,” ujar Jeffry.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa peran PMI tidak semata-mata bergantung pada dukungan anggaran pemerintah. Semangat kerelawanan tetap menjadi kekuatan utama dalam menjalankan pelayanan kemanusiaan.
Pemko Langsa Tegaskan Dukungan untuk PMI
Jeffry menegaskan Pemerintah Kota Langsa akan terus memberikan dukungan terhadap PMI, terutama dalam pelayanan kemanusiaan dan penanganan pascabencana.
Menurutnya, PMI memiliki posisi strategis karena relawan dapat hadir langsung membantu masyarakat ketika menghadapi keadaan darurat. Karena itu, penguatan organisasi, kapasitas relawan, serta sinergi dengan pemerintah dinilai penting untuk memastikan pelayanan kemanusiaan berjalan cepat dan tepat.
Dukungan pemerintah daerah, kata dia, diharapkan berjalan beriringan dengan kemandirian organisasi dan semangat pengabdian para relawan.
Ketua PMI Aceh: Jangan Sampai Muskot Memecah Organisasi
Ketua PMI Aceh, Murdani, SE, mengatakan Muskot merupakan amanah konstitusi organisasi sebagaimana diatur dalam AD/ART PMI.
Ia mengingatkan seluruh jajaran PMI Kota Langsa agar menjadikan forum tersebut sebagai sarana memperkuat persatuan, bukan membuka ruang perpecahan.
“Jangan sampai forum Muskot justru memecah belah. PMI adalah tempat kita mewakafkan diri untuk kemanusiaan,” katanya.
Murdani juga berharap Pemerintah Kota Langsa tetap memberikan dukungan kepada PMI, termasuk melalui bantuan hibah sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.
Dukungan tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan operasional organisasi sehingga pelayanan kemanusiaan dapat terus berjalan secara berkelanjutan.
Ngatiman Terpilih Aklamasi
Dalam Muskot V PMI Langsa, Ngatiman akhirnya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PMI Kota Langsa periode 2026-2031.
Terpilihnya Ngatiman diharapkan membawa energi baru bagi organisasi. Kepemimpinan lima tahun ke depan dituntut mampu memperkuat konsolidasi internal, meningkatkan kapasitas relawan, serta membangun komunikasi yang lebih solid dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.
Pergantian kepemimpinan juga menjadi kesempatan bagi PMI Kota Langsa untuk mengevaluasi berbagai program yang telah berjalan sekaligus merancang pelayanan kemanusiaan yang lebih efektif.
Ketua Demisioner Sampaikan Pertanggungjawaban
Sebelumnya, Ketua Demisioner PMI Kota Langsa, Ir Sayid Abdurrahman, mengatakan Muskot merupakan forum tertinggi dalam sebuah organisasi. Pengurus periode sebelumnya, menurut dia, siap mempertanggungjawabkan pelaksanaan organisasi selama periode 2021-2026.
Kemudian, dalam Muskot ini akan menentukan ketua yang baru, izinkan saya sebagai Ketua PMI Kota Langsa, permohonan tidak bisa hadir langsung, namun begitu berharap acara ini secara hikmat dan terpilihnya ketua yang baru secara baik.
Ia juga menyampaikan evaluasi terhadap dirinya selama menjalankan roda organisasi.
“Meskipun kurang baik dalam menjalankan roda organisasi karena sudah menjadi anggota DPRD Kalimantan Tengah, tetapi semuanya berjalan dengan baik berkat dukungan Pemko Langsa,” ucapnya.
Sayid turut menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan selama menjalankan amanah kepemimpinan. Ia mengaku bangga terhadap para relawan yang terus mengembangkan misi kemanusiaan.
Mohon maaf dalam menjalankan roda organisasi, kita bangga memiliki relawan untuk mengembangkan misi kemanusiaan dan kebanggaan tersendiri, “Kami bermohon kepada Wali Kota Langsa dapat kiranya mendukung PMI Kota Langsa dalam menggemban misi kemanusiaan ini,” ungkapnya.
Perkuat Sinergi Pemerintah dan Relawan
Dengan terpilihnya Ngatiman secara aklamasi, Muskot V PMI Langsa menjadi titik awal bagi kepengurusan baru untuk memperkuat organisasi selama periode 2026-2031.
Tantangan PMI ke depan tidak ringan. Kebutuhan pelayanan kemanusiaan dapat muncul sewaktu-waktu, baik akibat bencana, kecelakaan, maupun kondisi darurat lainnya. Karena itu, kesiapan relawan dan organisasi menjadi faktor penting.
Sinergi antara PMI, pemerintah daerah, Forkopimda, dunia usaha, organisasi masyarakat, media, serta masyarakat luas juga perlu terus diperkuat.
Pada akhirnya, keberhasilan kepengurusan baru tidak hanya diukur dari program organisasi, tetapi dari seberapa jauh PMI mampu hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.
Dengan semangat “Bersatu Dalam Kemanusiaan”, PMI Kota Langsa diharapkan mampu menjaga soliditas organisasi, meningkatkan profesionalitas relawan, serta menghadirkan pelayanan kemanusiaan yang cepat, profesional dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
- Penulis: Helmy







