Breaking News
light_mode

Polda Aceh Perkuat Sinergi, Kawasan Rawan Tanaman Terlarang Didorong Jadi Lahan Produktif

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
  • print Cetak

Kota Jantho, INC MEDIA – Polda Aceh memperkuat sinergi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dan berbagai pemangku kepentingan untuk menangani kawasan rawan tanaman terlarang di Aceh Besar. Strategi yang didorong tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga pencegahan, edukasi, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan ekonomi alternatif.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Sinergi Program Stakeholder pada Kawasan Rawan Tanaman Terlarang di Aceh Besar. Kegiatan berlangsung di Aula Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Aceh, Lubuk Sukon, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Selasa, 29 September 2026.

Polda Aceh Dorong Penanganan Terpadu

Rapat tersebut dihadiri Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN RI Irjen Pol. Dr. Aldrin MP Hutabarat, Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol. Dedy Tabrani, Kapolres Aceh Besar AKBP Chairul Ikhsan, Wakil Bupati Aceh Besar Drs. Syukri A. Jalil, perwakilan Kodim 0101/KBA, para kepala BNNK se-Aceh, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Aceh Besar.

Forum tersebut menjadi ruang untuk menyatukan langkah dalam menangani kawasan yang dinilai membutuhkan perhatian khusus akibat keberadaan tanaman terlarang.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto menegaskan bahwa persoalan tanaman terlarang memiliki dimensi yang luas. Karena itu, pendekatan penanganannya tidak cukup hanya mengandalkan penindakan hukum.

“Persoalan tanaman terlarang tidak dapat hanya dilihat dari sisi penegakan hukum. Ini juga berkaitan erat dengan keamanan, kesehatan masyarakat, ketahanan sosial, perekonomian, pendidikan, kesejahteraan masyarakat, serta masa depan generasi muda,” ujar Joko dalam keterangannya, Selasa, 29 September 2026.

Polda Aceh Siapkan Pendekatan Humanis

Menurut Joko, Polda Aceh berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan pencegahan dan penanganan kawasan rawan tanaman terlarang.

Pendekatan tersebut, kata dia, akan dilakukan secara humanis, terukur, dan berkelanjutan. Artinya, masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai objek penanganan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses perubahan kawasan.

“Kami siap bersinergi. Penanganannya juga perlu diiringi dengan pemberdayaan ekonomi, peningkatan pendidikan, penguatan ketahanan keluarga, serta penyediaan alternatif mata pencaharian yang legal dan berkelanjutan. Kita juga harus membangun kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan dan masyarakat dari ancaman tanaman terlarang merupakan tanggung jawab bersama,” kata Joko.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penguatan ekonomi masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam strategi penanganan kawasan rawan. Alternatif mata pencaharian yang legal diharapkan dapat membuka pilihan ekonomi baru bagi masyarakat.

Sinergi BNN dan Pemerintah Jadi Kunci

Sementara itu, Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN RI Irjen Pol. Dr. Aldrin MP Hutabarat mengatakan, sinergi antarpemangku kepentingan menjadi faktor penting agar penanganan kawasan rawan tidak berjalan secara parsial.

Menurutnya, kolaborasi yang terarah diperlukan agar program pencegahan dan pemberdayaan masyarakat dapat memberikan dampak yang berkelanjutan terhadap kehidupan sosial maupun ekonomi.

Aldrin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian dan berkontribusi dalam melindungi masyarakat, terutama generasi muda, dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Ia berharap rapat kerja tersebut tidak berhenti pada penyamaan persepsi. Hasil pembahasan diharapkan dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret dan terpadu untuk mendorong pemulihan kawasan rawan tanaman terlarang di Aceh Besar.

Polda Aceh Tekankan Tanggung Jawab Bersama

Penanganan kawasan rawan tanaman terlarang membutuhkan keterlibatan banyak sektor. Aparat penegak hukum memiliki peran dalam aspek pencegahan dan penindakan, sementara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya dapat memperkuat pendidikan, pemberdayaan ekonomi, serta ketahanan sosial masyarakat.

Kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman sekaligus membuka peluang produktif bagi masyarakat setempat.

Dengan pendekatan yang terintegrasi, kawasan rawan tidak hanya menjadi sasaran penanganan, tetapi juga diarahkan menjadi wilayah yang memiliki aktivitas ekonomi legal dan berkelanjutan.

“Semoga rapat kerja ini semakin memperkuat sinergi seluruh elemen bangsa untuk menyatukan persepsi dan bergerak bersama,” tutupnya.

By. Helmy

 

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Increase Your Productivity as an Online Web Designer

    • calendar_month Selasa, 19 Mar 2019
    • account_circle incmedia.site
    • 0Komentar

    Sine sed diffundi proximus. Super minantia praeter temperiemque scythiam. Posset: nix aliis acervo magni acervo temperiemque formaeque. Pinus locis? Liquidum montibus quia dedit sui orba margine reparabat. Evolvit mundum nuper pontus. Liquidum iunctarum regna pontus totidem freta qui hominum frigore. Tumescere quae suis. Qui quisquis. Omni possedit seductaque sibi. Densior undis habitabilis peragebant passim mea. […]

  • Polsek Tegineneng Intensifkan Patroli Cegah Curas dan Curanmor

    • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Pesawaran, INC MEDIA — Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polsek Tegineneng, jajaran Polres Pesawaran—Polda Lampung kembali melaksanakan kegiatan patroli hunting pada Minggu (6/7/2025) sore. Patroli ini difokuskan pada jalur rawan tindak kejahatan guna mengantisipasi aksi pencurian dengan kekerasan (Curas), pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), serta potensi kejahatan jalanan lainnya. […]

  • Kedatangan Jamaah Haji Lampung Barat dan Timur di Asrama Haji, Siap Jalani Tahapan Keberangkatan

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Bandarlampung, INC MEDIA – Kedatangan jamaah haji asal Lampung Barat dan Lampung Timur di Asrama Haji pada Sabtu, 2 Mei 2026, sekitar pukul 13.30 WIB, menandai dimulainya tahapan penting dalam rangkaian pemberangkatan haji Embarkasi Antara Provinsi Lampung tahun ini. Para jamaah tiba dalam kondisi tertib dan terpantau oleh panitia penyelenggara. Kedatangan ini menjadi bagian dari […]

  • Hujan Tak Patahkan Semangat Warga Langsa Ikuti Car Free Day dan Baksoskes HUT TNI ke-81

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KOTA LANGSA, INC MEDIA — Car Free Day Langsa tetap ramai meski hujan mengguyur Kota Langsa, Minggu (20/9/2026). Kondisi cuaca tidak menyurutkan semangat warga untuk berolahraga, berkumpul bersama keluarga, sekaligus menikmati ruang publik yang bebas dari kendaraan bermotor. Sejak pagi, masyarakat mulai memadati kawasan Lapangan Merdeka. Warga datang bersama keluarga dan mengikuti berbagai aktivitas, mulai […]

  • LPM Award 2026: Wali Kota Cirebon Raih Apresiasi Nasional atas Komitmen Pemberdayaan Masyarakat

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, INC MEDIA – LPM Award 2026 menjadi pengakuan atas komitmen Pemerintah Kota Cirebon dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menerima penghargaan tersebut atas dukungan dan komitmennya dalam mendorong peran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) sebagai bagian penting dari pembangunan menuju Indonesia Maju. Penghargaan itu diserahkan oleh Ketua […]

  • Pengecoran BBM SPBU 24.353.57 Diduga Marak, Polda Lampung Diminta Turun Tangan

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Dugaan Pengecoran BBM Terjadi Setiap Hari di Kawasan Industri Jalan Ir Sutami Bandar Lampung, INC MEDIA – Pengecoran BBM di SPBU 24.353.57 yang berada di kawasan industri Jalan Ir Sutami, Desa Kaliasin, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, diduga berlangsung secara sistematis dan hampir setiap hari. Praktik yang melibatkan berbagai jenis bahan bakar seperti Pertalite, […]

expand_less