Aspirasi Masyarakat Disampaikan ke Direktur Baru RSUDAM, Pelayanan dan Jaspel Jadi Sorotan
- account_circle Haris Efendi
- calendar_month 4 menit yang lalu
- print Cetak

BANDAR LAMPUNG, INC MEDIA — Aspirasi masyarakat disampaikan Paman Acong kepada Direktur baru Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung. Pertemuan tersebut membahas sejumlah persoalan yang berkaitan dengan pelayanan rumah sakit, respons petugas, hingga keluhan tenaga kesehatan mengenai jasa pelayanan (jaspel).
Pertemuan itu menjadi ruang dialog untuk menyampaikan berbagai masukan yang berkembang di tengah masyarakat. Paman Acong menilai komunikasi secara langsung penting dilakukan agar persoalan pelayanan kesehatan tidak berhenti sebagai keluhan, tetapi dapat ditindaklanjuti oleh manajemen rumah sakit.
Aspirasi Masyarakat Soroti Pelayanan RSUDAM
Dalam pertemuan tersebut, aspirasi masyarakat mencakup sejumlah aspek pelayanan RSUDAM. Di antaranya kualitas pelayanan kepada pasien, sikap dan respons petugas, serta berbagai persoalan yang dirasakan oleh masyarakat ketika mendapatkan pelayanan kesehatan.
Selain keluhan masyarakat, persoalan internal yang berkaitan dengan jasa pelayanan atau jaspel juga menjadi perhatian. Keluhan tersebut disebut turut disampaikan oleh sejumlah perawat yang berharap adanya solusi dan pembenahan dari pihak manajemen.
Paman Acong mengatakan, berbagai masukan itu disampaikan bukan semata-mata sebagai bentuk kritik, melainkan sebagai bagian dari kepedulian terhadap peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.
Menurutnya, RSUDAM memiliki posisi penting dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Lampung. Karena itu, kualitas pelayanan, profesionalitas petugas, serta keterbukaan dalam merespons keluhan menjadi bagian penting yang perlu terus diperhatikan.
Direktur Baru RSUDAM Terima Masukan
Respons Direktur baru RSUDAM bersama jajaran dan kepala bidang disebut cukup baik. Manajemen rumah sakit menerima berbagai masukan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.
Pihak manajemen juga menyatakan akan melakukan pembenahan terhadap pelayanan serta mencari solusi terbaik atas berbagai keluhan yang disampaikan, termasuk persoalan jaspel yang dirasakan oleh sejumlah perawat.
Sikap terbuka tersebut menjadi poin penting dalam membangun komunikasi antara masyarakat dan pengelola rumah sakit. Dengan komunikasi yang berjalan baik, setiap persoalan diharapkan dapat dibahas berdasarkan fakta dan kebutuhan di lapangan.
Pembenahan pelayanan juga tidak hanya menyangkut prosedur administrasi atau fasilitas. Sikap petugas, kecepatan merespons pasien, komunikasi dengan keluarga pasien, serta kepastian informasi menjadi bagian yang ikut menentukan kualitas pelayanan kesehatan.
Paman Acong Tegaskan Fungsi Kontrol
Paman Acong menyatakan dukungannya terhadap langkah pembenahan yang dilakukan manajemen RSUDAM. Namun, dukungan tersebut tidak berarti menghilangkan fungsi kontrol terhadap pelayanan publik.
Ia menegaskan akan tetap menyampaikan kritik apabila di kemudian hari kembali ditemukan persoalan yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat.
Sikap tersebut menjadi bagian dari kontrol sosial agar perbaikan yang telah dibicarakan tidak berhenti pada pertemuan. Aspirasi masyarakat diharapkan dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata melalui evaluasi dan pembenahan yang terukur.
Kontrol publik, dalam konteks pelayanan kesehatan, diperlukan untuk memastikan setiap masyarakat memperoleh pelayanan secara layak, manusiawi, profesional, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Komunikasi Jadi Kunci Pembenahan RSUDAM
Pertemuan antara Paman Acong dan jajaran RSUDAM juga menunjukkan pentingnya ruang komunikasi antara masyarakat dan institusi pelayanan publik.
Persoalan pelayanan kesehatan pada dasarnya membutuhkan penyelesaian yang objektif. Keluhan masyarakat perlu didengar, sementara pihak rumah sakit juga membutuhkan kesempatan untuk memberikan penjelasan dan melakukan evaluasi berdasarkan kondisi yang sebenarnya.
Karena itu, dialog menjadi salah satu cara untuk mempertemukan kedua kepentingan tersebut. Masyarakat dapat menyampaikan pengalaman dan harapannya, sedangkan manajemen rumah sakit dapat menjelaskan langkah perbaikan yang akan dilakukan.
Ke depan, perhatian terhadap aspirasi masyarakat diharapkan tidak berhenti pada forum pertemuan. Masyarakat tentu berharap adanya perubahan yang dapat dirasakan secara langsung, baik dari sisi pelayanan pasien maupun dalam penyelesaian persoalan yang disampaikan oleh tenaga kesehatan.
Bagi RSUDAM, masukan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pelayanan dan meningkatkan kepercayaan publik. Sementara bagi masyarakat, keterbukaan manajemen menjadi ruang untuk memastikan setiap keluhan mendapatkan perhatian secara proporsional.
Pertemuan tersebut akhirnya menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan kolaborasi antara masyarakat dengan jajaran RSUDAM. Harapannya, berbagai persoalan yang berkembang dapat diselesaikan melalui dialog, evaluasi, dan langkah perbaikan yang konkret.
INC MEDIA akan terus mengedepankan informasi yang berimbang dan membuka ruang klarifikasi bagi pihak-pihak terkait dalam setiap pemberitaan.
- Penulis: Haris Efendi







