Kapolda Lampung Helfi Assegaf: Korban Pengeroyokan Lampung Minta Keadilan Usai Luka Parah
- account_circle Resmi Januari, SH
- calendar_month 4 menit yang lalu
- print Cetak

Bandar Lampung, INC MEDIA – Kasus pengeroyokan Lampung yang menimpa warga Jalan Untung Suropati, Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung, Kurnia Islami Firdaus, kini menjadi sorotan setelah korban meminta langsung perhatian tegas dari Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf agar pelaku segera ditangkap dan diproses hukum.
Kasus ini tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: LP/B/469/VI/2026/SPKT/Polda Lampung tertanggal 24 Juni 2026.
Korban sebelumnya melaporkan dugaan Kekerasan seksual terhadap istrinya Berinisial WL yang kemudian berujung pada insiden pengeroyokan yang menyebabkan dirinya mengalami luka serius, termasuk benturan keras di kepala hingga diduga menembus tempurung kepala.
KRONOLOGI DUGAAN PENGEROYOKAN LAMPUNG
Menurut keterangan korban, peristiwa bermula saat ia mengetahui istrinya mengalami dugaan pelecehan dan kekerasan seksual oleh seorang pekerja renovasi rumahnya. Emosi sebagai suami mendorong dirinya mendatangi lokasi untuk meminta klarifikasi kepada pihak terduga pelaku.

Dok.foto INC MEDIA: Kondisi terahir korban saat ini dirawat oleh pihak keluarga dirumah di labuhan ratu kota Bandar Lampung karena terkendala biaya.
Namun, setibanya di lokasi, Kurnia mengaku justru diserang secara bersama-sama oleh sejumlah orang hingga mengalami luka berat.
Korban menyebut dirinya dipukul, ditendang, dan dihantam menggunakan benda tumpul.
“Saya dipukuli, ditendang dan kepala saya dipukuli pakai balok,” ujar korban.
KONDISI KRITIS DAN TERKENDALA BIAYA
Korban menjelaskan bahwa kondisi kesehatannya saat ini belum membaik dan masih terkendala biaya pengobatan.
“Kondisi saat ini terkendala biaya jadi terpaksa dirawat dirumah, karena ini akibat penganiayaan jadi biaya rumah sakit tidak di klaim BPJS,” ucap korban sambil terbata-bata pada, Kamis (25/6/2026).
Ia juga menuturkan kondisi ekonomi keluarga yang semakin berat karena dirinya tidak dapat bekerja lagi.
“Apalagi adik saya yang satu masih kuliah jadi masih banyak butuh biaya, ditambah lagi kondisi saya seperti ini, sudah gak bisa kerja lagi,” jelasnya dengan suara bergetar.
Korban menambahkan bahwa dirinya hampir kehilangan nyawa jika adiknya tidak datang menolong saat kejadian berlangsung.
“Mungkin saat kejadian kalau adik saya gak datang mungkin saya sudah mati,” ungkapnya.
ADIK KORBAN: MENEMUKAN KORBAN BERLUMURAN DARAH
Adik korban, Aken Suanda, menjadi saksi langsung kondisi tragis di lokasi kejadian. Ia menyebut kakaknya sudah tergeletak dengan luka serius saat ia tiba.
Aken juga menyoroti adanya sejumlah warga dan perangkat desa di lokasi, namun tidak ada tindakan pencegahan yang signifikan.
ISU KEKERASAN SEKSUAL DAN TRAUMA KORBAN PEREMPUAN
Istri korban berinisial WL, disebut mengalami trauma berat akibat dugaan Kekerasan seksual yang terjadi sebelumnya. Ia dilaporkan takut keluar rumah dan enggan kembali ke rumah barunya di Perumahan Safira Residence natar.
KORBAN MINTA KEADILAN KE KAPOLDA LAMPUNG
Dalam pernyataannya, korban meminta agar aparat kepolisian bertindak cepat dan profesional dalam menangani kasus ini.
“Saya minta keadilan, saya percayakan masalah ini kepada pihak kepolisian, saya yakin Bapak Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf mampu memberikan keadilan,” tegas korban.
HARAPAN PENEGAKAN HUKUM
Keluarga korban berharap Polda Lampung segera mengusut tuntas kasus ini, memeriksa seluruh saksi, serta menangkap para terduga pelaku baik dalam dugaan Kekerasan seksual maupun pengeroyokan.
Kasus pengeroyokan Lampung ini kini menjadi perhatian publik dan menunggu langkah tegas aparat penegak hukum.
- Penulis: Resmi Januari, SH



