Dari Hati untuk Negeri, Bidan Desy Sandi Konsisten Perangi Stunting dan Layani Masyarakat Selama 12 Tahun
- account_circle Redaksi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Bandar Lampung, incmefia.site – Dedikasi Bidan Desy Sandi selama 12 tahun menjadi inspirasi bagi masyarakat di Kelurahan Bumi Raya, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung. Melalui Praktik Mandiri Bidan (PMB) yang dirintis sejak 2012, ia tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak, tetapi juga menghadirkan sentuhan kemanusiaan yang membuat pasien merasa seperti keluarga sendiri.
Berlokasi di Jalan Gatot Subroto Gang Djarum Nomor 14B, PMB Desy Sandi telah menjadi salah satu tempat yang dipercaya warga untuk mendapatkan layanan kesehatan dasar yang cepat, ramah, dan profesional. Di balik aktivitas pelayanan yang berlangsung setiap hari, terdapat sebuah komitmen besar yang terus ia pegang teguh, yakni membantu melahirkan generasi sehat sekaligus menekan angka stunting di lingkungan sekitarnya.
Dedikasi Bidan Desy Sandi untuk Generasi Sehat
Di tengah berbagai tantangan kesehatan yang dihadapi bangsa, terutama persoalan stunting pada anak, Bidan Desy memilih untuk mengambil peran aktif melalui pelayanan kesehatan yang menyentuh langsung masyarakat.
Baginya, kesehatan ibu dan anak merupakan pondasi utama dalam membangun masa depan bangsa. Karena itu, setiap pelayanan yang diberikan tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga edukasi kepada keluarga.
“Visi saya sederhana namun mendasar: menyehatkan ibu hamil, menurunkan angka stunting, dan memastikan setiap bayi dan balita tumbuh kembang sesuai usia mereka. Ini adalah kewajiban moral seorang bidan,” ungkap Bidan Desy saat ditemui di kediamannya, Jumat (29/5/2026).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai layanan yang tersedia, mulai dari pemeriksaan kehamilan (antenatal care), pendampingan persalinan, perawatan masa nifas, imunisasi, hingga pengobatan dasar bagi ibu dan anak.
Layanan Komprehensif yang Dekat dengan Masyarakat
Keberadaan PMB Bidan Desy menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan akses layanan kesehatan secara cepat tanpa harus menghadapi antrean panjang di fasilitas kesehatan tingkat lanjut.
Selain memberikan pelayanan medis, Bidan Desy juga aktif melakukan edukasi mengenai gizi, pola asuh anak, dan pentingnya pemantauan tumbuh kembang balita. Menurutnya, pencegahan jauh lebih baik dibandingkan penanganan ketika masalah kesehatan sudah terjadi.
Pendekatan preventif tersebut menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung program pemerintah untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan bebas stunting.
Dedikasi Bidan Desy Sandi yang Menganggap Pasien Sebagai Saudara
Di balik kesibukannya sebagai tenaga kesehatan yang harus siap siaga selama 24 jam, Bidan Desy menyimpan filosofi sederhana yang menjadi pegangan dalam bekerja, yakni memperlakukan pasien seperti saudara kandung sendiri.
Filosofi itulah yang membuat hubungan antara dirinya dan pasien tidak sekadar sebatas tenaga kesehatan dan penerima layanan. Banyak di antara mereka yang akhirnya menjalin hubungan dekat layaknya keluarga.
“Sukanya sangat banyak. Dari merawat pasien, kita justru menambah saudara. Komunikasi yang terbangun soal kesehatan membuat kami dekat seperti keluarga,” ujarnya hangat.
Kedekatan emosional tersebut menjadi kekuatan tersendiri dalam menjalankan profesinya. Bagi Bidan Desy, setiap senyum ibu yang sehat dan setiap anak yang tumbuh dengan baik merupakan kebahagiaan yang tidak dapat diukur dengan materi.
Ketika ditanya mengenai tantangan profesinya yang menuntut kesiapan kapan pun dibutuhkan, ia justru memandangnya sebagai bagian dari tanggung jawab yang harus dijalani dengan ikhlas.
“Kalau dukanya, tidak ada. Memang sudah menjadi risiko dan konsekuensi logis menjadi seorang bidan. Kami siap siaga kapan saja,” tegasnya.
Harapan untuk Indonesia yang Lebih Sehat
Di penghujung wawancara, Bidan Desy menyampaikan harapannya agar masyarakat di lingkungan tempat ia mengabdi senantiasa diberikan kesehatan dan kesejahteraan.
Ia meyakini bahwa kesehatan ibu dan anak akan menentukan kualitas generasi masa depan Indonesia.
“Harapan saya, seluruh masyarakat di lingkungan saya selalu sehat, dan khususnya Indonesia selalu sehat. Jika ibu dan anaknya sehat, maka masa depan bangsa akan cerah,” tutup Bidan Desy.
Selama 12 tahun mengabdi, Bidan Desy Sandi membuktikan bahwa pelayanan kesehatan bukan hanya soal tindakan medis, tetapi juga tentang kepedulian, ketulusan, dan pengabdian kepada sesama. Dengan dedikasi yang terus terjaga, ia menjadi salah satu sosok yang ikut menanam harapan bagi lahirnya generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas.
(Red)
- Penulis: Redaksi


