Pemutakhiran Data KPU, Partai Loyalis HM Soeharto Matangkan Organisasi Menuju Pemilu 2029
- account_circle Redaksi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

JAKARTA, INC MEDIA – Pemutakhiran Data KPU menjadi langkah awal yang dilakukan Partai Swara Rakyat Indonesia (Parsindo) untuk memperkuat kesiapan organisasi menghadapi Pemilu 2029. Partai yang didukung para loyalis Presiden ke-2 Republik Indonesia, HM Soeharto, itu mulai menggerakkan mesin politik melalui konsolidasi nasional dan pembaruan data kepengurusan di seluruh Indonesia.
Ketua Umum Partai Parsindo, KRH. HM Jusuf Rizal, SH, mengatakan pemutakhiran data dilakukan sebagai bagian dari penyegaran organisasi sekaligus penyesuaian terhadap berbagai regulasi terbaru yang diberlakukan pemerintah dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Pemutakhiran Data KPU Jadi Prioritas Parsindo
Menurut Jusuf Rizal, proses pemutakhiran meliputi pembaruan kepengurusan mulai dari tingkat DPP, DPW, DPD hingga DPC. Selain itu, dilakukan pula penyesuaian administrasi partai, data keanggotaan, serta berbagai persyaratan yang harus dipenuhi sebagai calon peserta Pemilu.
“Misalnya saat ini semua Partai diharuskan memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha) dan mengikuti KLBI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia). Dengan demikian harus ada penyesuaian dan perubahan AHU (Hukum Umum),” papar Ketua Umum Partai Parsindo, KRH. HM Jusuf Rizal, SH kepada media usai konsolidasi pemutakhiran data di Jakarta.
Parsindo diketahui didirikan oleh Jusuf Rizal, tokoh berdarah Madura-Batak yang menghimpun berbagai elemen masyarakat, mulai dari loyalis HM Soeharto, jaringan LSM, pekerja dan buruh, kaum perempuan, seniman, kalangan religius, nasionalis hingga kelompok kerakyatan.
Saat ini, Parsindo mengklaim telah memiliki kepengurusan di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Dukungan Tommy Soeharto Perkuat Parsindo
Pada tahun 2024, Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto bergabung dengan Partai Parsindo setelah tidak lagi berada di Partai Berkarya. Bergabungnya Tommy diikuti oleh para pendukungnya yang kemudian melebur ke dalam Parsindo.
Jusuf Rizal menjelaskan, komitmen Tommy Soeharto juga diwujudkan dengan penyediaan kantor pusat bagi Partai Parsindo. Selain itu, dilakukan perubahan identitas partai, termasuk pergantian warna atribut dari merah menjadi kuning-oranye.
Menurut Parsindo, langkah tersebut merupakan bagian dari semangat melanjutkan nilai-nilai pembangunan yang pernah dijalankan pada masa pemerintahan HM Soeharto dengan konsep yang mereka sebut sebagai “New Orba”, yakni mempertahankan hal-hal yang dinilai baik dan meninggalkan kebijakan yang dianggap tidak lagi sesuai bagi masyarakat maupun bangsa.
Optimistis Menjadi Peserta Pemilu 2029
Dalam kesempatan tersebut, Jusuf Rizal juga menyinggung perjalanan hukum Parsindo pada Pemilu 2024. Saat itu, Parsindo sempat mengajukan keberatan ke Bawaslu dan dinyatakan menang. Namun, proses berikutnya di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) tidak berpihak kepada partainya.
Menjawab pertanyaan wartawan mengenai keyakinan Parsindo menghadapi Pemilu 2029, Jusuf Rizal menyampaikan pandangannya.
“Pada Pemilu 2024, Parsindo memang melakukan keberatan ke Bawaslu dan menang. Lalu di dholimi lagi. Kami ke Bawaslu lagi, namun ditolak diarahkan ke PTUN. Tetapi kerena ada campur tangan yang intinya Partai Loyalis Bapak HM.Soeharto tidak boleh lolos, ya Parsindo tetap gagal.”
Meski demikian, ia menilai situasi politik menjelang Pemilu 2029 akan berbeda.
“Dibanding partai-partai baru yang sekretariatnya di daerah, banyak tidak jelas, namun bisa jadi peserta Pemilu, Parsindo cukup memiliki dan memenuhi syarat untuk jadi Peserta Pemilu 2029,” tegas Jusuf Rizal.
Ia menambahkan bahwa Parsindo mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan optimistis seluruh persyaratan administratif maupun kelembagaan dapat dipenuhi sebelum tahapan verifikasi peserta Pemilu dimulai.
Konsolidasi Senyap Terus Dilakukan
Jusuf Rizal mengatakan proses pembaruan data organisasi terus berlangsung di berbagai daerah. Seluruh data yang dinilai belum sempurna diperbaiki agar memenuhi ketentuan administrasi yang berlaku.
Selain memimpin Partai Parsindo, Jusuf Rizal juga dikenal aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan dan profesi. Ia menjabat sebagai Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat), Ketua Umum PWMOI (Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia), Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Transport Seluruh Indonesia (FSPTSI-KSPSI), Koordinator Aliansi Serikat Pekerja dan Buruh TKBM Pelabuhan Seluruh Indonesia (APSBTKBMPSI), serta Ketua Umum Madas (Masyarakat Madura Asli) Nusantara.
Menurutnya, konsolidasi dilakukan secara bertahap dan lebih banyak berlangsung tanpa publikasi agar fokus pada pembenahan internal organisasi menjelang tahapan Pemilu 2029. | Red
- Penulis: Redaksi




