Dana PIP Siswi SMK Amal Bakti Jatimulyo Disorot, Kepala Sekolah Minta Konfirmasi Dibahas di Sekolah
- account_circle Redaksi
- calendar_month 5 jam yang lalu
- print Cetak

LAMPUNG SELATAN, INC MEDIA — Dugaan penggunaan dana Program Indonesia Pintar (PIP) milik siswi SMK Amal Bakti Jatimulyo, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, untuk membayar Kunjungan Industri menjadi perhatian. Kepala sekolah telah memberikan tanggapan awal saat dikonfirmasi wartawan dan menyarankan agar persoalan tersebut dibicarakan langsung di sekolah.
Sorotan ini bermula dari pengakuan seorang wali murid yang mengaku keberatan karena dana bantuan pendidikan anaknya diduga digunakan untuk membayar biaya Kunjungan Industri. Wali murid tersebut menyebut dana sebesar Rp1 juta digunakan untuk pembayaran kegiatan, sementara kondisi ekonomi keluarganya sedang sulit.
Dalam informasi yang sebelumnya dipublikasikan, wali murid menyampaikan:
“Dana PIP anak saya dipotong untuk Kunjungan Industri, Pak, Rp1 juta, dan sisanya dipotong untuk biaya lainnya. Padahal ekonomi kami sedang sulit. Dana tersebut bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak saya.”
Pengakuan tersebut menjadi dasar perlunya penelusuran lebih lanjut. Namun, dugaan penggunaan dana tersebut masih membutuhkan pemeriksaan dokumen, penjelasan pihak sekolah, serta klarifikasi mengenai mekanisme pembayaran yang sebenarnya.
Kepala Sekolah Minta Persoalan Dibicarakan di Sekolah
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp oleh wartawan INC MEDIA, Kepala SMK Amal Bakti Jatimulyo memberikan tanggapan agar persoalan tersebut dibicarakan secara langsung di sekolah.
“Wa’alaikumudalam warahmatullahi wabarakatuh. Mgkin sebaiknya di bicarakan di sekolah bang,” katanya.
Wartawan kemudian menyampaikan keinginan untuk menemui kepala sekolah guna memperoleh penjelasan lebih terperinci mengenai dugaan penggunaan dana PIP tersebut.
Menanggapi rencana pertemuan itu, kepala sekolah menyampaikan perkiraan waktu untuk menerima wartawan sekaligus menjelaskan kondisi kesehatannya.
“Paling besok bang, jam 9an. Beberapa hari ini saya masih kurang sehat,”
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kepala sekolah menyarankan konfirmasi dilakukan secara langsung di sekolah dan menyampaikan perkiraan waktu pertemuan. INC MEDIA menghormati kondisi kesehatan yang disampaikan serta membuka ruang untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut.
Biaya Kunjungan Industri Rp2,35 Juta Per Siswa Perlu Dijelaskan
Selain dugaan penggunaan dana PIP, perhatian juga tertuju pada biaya Kunjungan Industri sebesar Rp2.350.000 per siswa sebagaimana tercantum dalam informasi surat edaran sekolah yang sebelumnya dipublikasikan.
Surat edaran SMK Amal Bakti Jatimulyo Nomor 420/045/SMK-AB/E.18/Jtm/2026 tertanggal 21 September 2026 menyebut rencana Kunjungan Industri bagi siswa kelas XI pada 24–29 Januari 2027.
Kegiatan tersebut disebut bertujuan mendukung pembelajaran berbasis link and match antara sekolah dan dunia industri.
Besaran biaya tersebut perlu dijelaskan secara terbuka agar orang tua mengetahui komponen pembiayaan, mekanisme pembayaran, serta kemungkinan keringanan bagi siswa dari keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi.
Sekolah juga perlu menjelaskan apakah penggunaan dana PIP untuk pembayaran kegiatan tersebut merupakan keputusan wali murid atau terdapat mekanisme lain yang diterapkan.
Sampai tahap konfirmasi awal ini, redaksi belum memperoleh penjelasan terperinci dari kepala sekolah mengenai substansi dugaan penggunaan dana PIP, rincian biaya Kunjungan Industri, maupun mekanisme pembayaran yang dipersoalkan.
Penggunaan Dana PIP Harus Sesuai Ketentuan
Program Indonesia Pintar merupakan bantuan pemerintah yang ditujukan untuk membantu kebutuhan personal pendidikan peserta didik dari keluarga miskin atau rentan miskin.
Karena itu, penggunaan dana PIP harus mengacu pada ketentuan program dan peruntukannya. Pemeriksaan perlu membedakan pembayaran yang dilakukan secara sadar oleh penerima atau wali murid untuk kebutuhan pendidikan dengan dugaan pemotongan oleh pihak lain tanpa dasar yang sesuai aturan.
Untuk memastikan duduk perkara, sejumlah hal masih perlu diklarifikasi, antara lain siapa yang menerima uang Rp1 juta tersebut, bagaimana transaksi dilakukan, apakah terdapat persetujuan wali murid, serta bagaimana dana dicatat dan dipertanggungjawabkan.
Jika ditemukan indikasi pelanggaran, persoalan tersebut dapat disampaikan kepada instansi berwenang untuk ditelaah berdasarkan bukti dan ketentuan yang berlaku.
INC MEDIA Membuka Ruang Klarifikasi
INC MEDIA akan mengupayakan pertemuan lanjutan dengan Kepala SMK Amal Bakti Jatimulyo sesuai waktu yang disampaikan. Redaksi akan meminta penjelasan mengenai catatan pembayaran, sumber dana, persetujuan wali murid, rincian biaya kegiatan, serta kebijakan sekolah bagi siswa yang mengalami kesulitan ekonomi.
Redaksi juga membuka ruang bagi wali murid dan pihak terkait untuk menyampaikan informasi serta dokumen pendukung yang relevan.
Pemberitaan ini bukan bentuk penetapan kesalahan terhadap sekolah atau pihak tertentu. Tujuannya adalah memperoleh kejelasan atas persoalan yang menyangkut bantuan pendidikan dan memastikan setiap pihak mendapatkan kesempatan menyampaikan keterangan.
Transparansi dan akuntabilitas penting agar polemik dapat diselesaikan berdasarkan fakta, bukan dugaan semata. Hak siswa untuk memperoleh layanan pendidikan dan menggunakan bantuan sesuai ketentuan harus tetap menjadi perhatian utama.
INC MEDIA akan memperbarui pemberitaan setelah memperoleh hasil konfirmasi lanjutan dari pihak sekolah.
(Red)
- Penulis: Redaksi






