Breaking News
light_mode

Kejuaraan Pencak Silat Cirebon Championship 2026 Jadi Ajang Regenerasi dan Pelestarian Budaya

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
  • print Cetak

CIREBON, INC MEDIA – Kejuaraan Pencak Silat Cirebon Championship 2026 tidak sekadar menjadi arena adu kemampuan para pesilat. Kejuaraan tingkat nasional yang digelar di Sport Hall Bima, Kota Cirebon, Jumat (4/9/2026), juga menjadi ruang penting untuk memperkuat regenerasi atlet sekaligus menjaga pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.

Sekitar 2.100 peserta dari berbagai daerah ambil bagian dalam kejuaraan yang diselenggarakan oleh Kesultanan Kanoman Cirebon tersebut. Para peserta berasal dari sejumlah kelompok usia, mulai dari Pra Usia Dini, Usia Dini, Pra Remaja, Remaja, hingga Dewasa.

Kehadiran ribuan peserta menunjukkan bahwa pencak silat masih memiliki basis peminat yang kuat. Lebih dari itu, kompetisi tersebut memperlihatkan bahwa pembinaan olahraga dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan.

Kejuaraan Pencak Silat Cirebon Championship Dorong Regenerasi

Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, hadir dalam pembukaan kejuaraan. Ia memberikan apresiasi kepada Kesultanan Kanoman Cirebon, panitia penyelenggara, atlet, pelatih, wasit, juri, serta seluruh pihak yang ikut mendukung kegiatan tersebut.

Menurutnya, pencak silat memiliki posisi khusus karena tidak hanya berfungsi sebagai cabang olahraga. Pencak silat juga menjadi bagian dari identitas dan warisan budaya Indonesia yang perlu terus dirawat.

“Alhamdulillah, saya sangat bangga karena salah satu warisan budaya Indonesia, yaitu pencak silat, telah diakui dunia. Ini warisan yang harus terus kita lestarikan, kembangkan, dan yang tidak kalah penting adalah melakukan regenerasi,” ujarnya.

Siti Farida menilai regenerasi menjadi kunci agar pencak silat tidak berhenti pada pencapaian generasi saat ini. Karena itu, pembinaan atlet harus dilakukan secara konsisten dan berjenjang.

Atlet berprestasi, kata dia, tidak lahir melalui proses singkat. Mereka membutuhkan latihan, kompetisi, pendampingan, serta lingkungan yang mampu memberikan ruang untuk berkembang.

Pemerintah Kota Cirebon, lanjutnya, akan terus mendukung pembinaan olahraga melalui berbagai ruang pelatihan dan komunitas. Sekolah juga dinilai memiliki peran penting dalam menemukan serta mengembangkan bakat generasi muda.

“Pembinaan harus dimulai sejak usia dini. Melalui KONI dan IPSI, kemudian sekolah-sekolah, kita ingin terus mencetak generasi emas di bidang olahraga, khususnya pencak silat,” katanya.

Pencak Silat Bukan Sekadar Medali

Kejuaraan Pencak Silat Cirebon Championship 2026 juga memiliki nilai penting dalam pembentukan karakter. Para peserta tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknik, tetapi juga harus memahami etika dan sportivitas dalam pertandingan.

Siti Farida menegaskan, pencak silat memiliki nilai pendidikan yang jauh lebih luas daripada sekadar mengejar kemenangan.

“Pencak silat tidak hanya melatih fisik, daya tahan dan ketangkasan. Di dalamnya ada disiplin, ketangguhan mental, budi pekerti dan rasa hormat. Nilai-nilai inilah yang penting untuk terus diwariskan kepada anak-anak kita,” tuturnya.

Menurutnya, kompetisi menjadi salah satu sarana untuk menguji hasil latihan sekaligus membentuk mental atlet. Para pesilat dapat belajar menghadapi kemenangan maupun kekalahan secara sportif.

“Kalah dan menang adalah bagian dari pertandingan. Tetapi bagaimana kita menghormati aturan, wasit, juri, dan lawan adalah kualitas seorang juara sejati,” katanya.

Pesan tersebut menjadi penting karena pencak silat pada dasarnya tidak hanya membentuk kemampuan fisik. Disiplin, ketangguhan mental, penghormatan terhadap orang lain, dan budi pekerti merupakan bagian dari nilai yang melekat dalam tradisi pencak silat.

Kesultanan Kanoman Perkuat Pelestarian Budaya

Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Restu Gunawan, turut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kejuaraan tersebut.

Menurut Restu, keterlibatan Kesultanan Kanoman menunjukkan bahwa lingkungan keraton masih memiliki perhatian terhadap pengembangan sekaligus pelestarian pencak silat.

Jumlah peserta yang mencapai sekitar 2.100 orang juga dinilai menjadi indikator positif bagi perkembangan pencak silat di Cirebon.

“Saya mengapresiasi kerja keras panitia dan keterlibatan Kesultanan Kanoman. Ini menunjukkan bahwa keraton juga memiliki kepedulian terhadap pencak silat. Dengan peserta sekitar 2.100 orang, menurut saya ini sebuah prestasi yang cukup membanggakan,” ujar Restu.

Restu menjelaskan, pencak silat telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Status tersebut membawa tanggung jawab bersama untuk menjaga keberlanjutan tradisi sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengenalnya.

Menurutnya, pencak silat memiliki dua dimensi yang saling melengkapi. Pencak silat tradisi berkaitan erat dengan kebudayaan, sementara pencak silat prestasi berkembang sebagai cabang olahraga.

“Ini bagian dari pembinaan anak-anak muda dan talenta-talenta muda yang ada di Cirebon. Harapannya mereka tidak hanya berlatih untuk prestasi olahraga, tetapi juga ikut melestarikan kebudayaan dan membangun karakter bangsa,” katanya.

Dari Arena Pertandingan Menuju Industri Kreatif

Restu melihat pencak silat memiliki peluang pengembangan yang lebih luas. Prestasi olahraga dapat berjalan beriringan dengan penguatan kebudayaan dan industri kreatif.

Ia berharap atlet-atlet muda yang lahir dari berbagai kejuaraan dapat terus berkembang hingga mampu tampil pada kompetisi nasional dan internasional.

Tidak menutup kemungkinan, pencak silat juga dapat menjadi bagian dari industri kreatif, termasuk perfilman, sehingga semakin dikenal masyarakat dunia.

“Pencak silat punya potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Kita berharap bukan hanya prestasinya yang semakin tinggi, tetapi juga bisa menjadi bagian dari industri kreatif dan dikenal lebih luas di tingkat internasional,” tuturnya.

Kesultanan Kanoman Dorong Agenda Rutin

Patih Kesultanan Kanoman Cirebon, Pangeran Patih Raja Muhammad Qodiran, mengatakan penyelenggaraan kejuaraan tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus ikhtiar menjaga pencak silat sebagai kekayaan bangsa Indonesia.

Ia menilai pencak silat memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar prestasi di arena pertandingan. Tradisi, pengetahuan, serta nilai yang terkandung di dalamnya perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Ini luar biasa. Kami dari paguyuban ikut bertanggung jawab dan memberikan apresiasi terhadap pencak silat, karena ini merupakan bagian dari upaya menjaga prestasi sekaligus kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia,” kata Pangeran Qodiran.

Ia menegaskan bahwa keberadaan pencak silat sebagai warisan budaya merupakan aset bangsa yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Karena itu, Kesultanan Kanoman berharap kejuaraan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan satu kali. Agenda serupa diharapkan dapat berlangsung secara rutin sehingga pembinaan atlet dan pelestarian budaya berjalan secara berkelanjutan.

“Kita ingin kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin. Harapannya, generasi penerus dapat terus mengenal, mempelajari, dan mewarisi pencak silat sebagai bagian dari kebudayaan bangsa,” ujarnya.

Dengan jumlah peserta mencapai sekitar 2.100 orang dan kategori pertandingan yang mencakup berbagai kelompok usia, Kejuaraan Pencak Silat Cirebon Championship 2026 menjadi salah satu momentum penting bagi pembinaan pesilat muda.

Kejuaraan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pelestarian budaya tidak harus berhenti pada kegiatan seremonial. Ketika tradisi diberi ruang untuk dipelajari, dipertandingkan, dan diwariskan kepada generasi muda, kebudayaan dapat terus hidup dan berkembang.

Sumber: Admin Prokompim, Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Cirebon.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tahanan Kabur Way Kanan Berhasil Ditangkap, Operasi Polres Way Kanan Tuntas Kurang dari 10 Hari

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Way Kanan, Lampung — INC MEDIA — Tahanan Kabur Way Kanan akhirnya berhasil ditangkap seluruhnya. Perburuan intensif terhadap delapan tahanan yang melarikan diri dari Rumah Tahanan resmi berakhir. Aparat memastikan tidak ada lagi buronan yang tersisa setelah dua tahanan terakhir diringkus di Kota , Jawa Barat. Kepastian tersebut disampaikan Kabid Humas , Kombes Pol Yuni […]

  • Wakapolri Pimpin Upacara Purna Tugas FPU 7 Minusca, 140 Personel Terima Penghargaan

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, INC MEDIA — Wakapolri Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat memimpin upacara purna tugas Kontingen Garuda Bhayangkara Satgas Formed Police Unit (FPU) 7 Minusca sekaligus penganugerahan tanda kehormatan Satyalancana Bhakti Buana dan Tanda Kehormatan Veteran Perdamaian Republik Indonesia di Jakarta, Senin (19/10/2026). Upacara tersebut menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian 140 personel Polri yang telah menjalankan misi […]

  • Panwascam Jati Agung Lantik 188 Pengawas TPS

    • calendar_month Senin, 4 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Lampung Selatan, INC MEDIA —Sebanyak 188 Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) Kecamatan Jatiagung Kabupaten Lampung Selatan resmi dilantik oleh Panwascam Jatiagung, Bertempat di aula Kolam Renang Pelangi Desa Karangsari Kecamatan Jatiagung, Lampung Selatan, Minggu (3/11/2024). Pelantikan Pengawas TPS ini dalam rangka menyongsong dilaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 27 November 2024 mendatang. Pelantikan dan […]

  • Penanaman Sejuta Pohon, Kapolda Lampung dan Menteri PKP Perkuat Gerakan Hijau di Lampung

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kapolda Lampung Dukung Penanaman Sejuta Pohon di Lampung Selatan LAMPUNG, INC MEDIA – Program Penanaman Sejuta Pohon menjadi langkah nyata menjaga kelestarian lingkungan di Provinsi Lampung. Komitmen itu terlihat saat Kapolda Lampung Helfi Assegaf menghadiri kegiatan penanaman pohon bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Maruarar Sirait di kawasan Taman Kehati, Desa Purwotani, Kecamatan […]

  • Sinergi Menuju Tanggamus Maju: APDESI Siap Berkolaborasi dengan Kepemimpinan Baru

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Tanggamus (incmedia.site) — Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Tanggamus versi Kemenkumham, Rusman, beserta jajaran pengurus menghadiri Rapat Paripurna Istimewa di Ruang Sidang DPRD Tanggamus pada Kamis, 6 Maret 2025. Agenda utama dalam rapat ini adalah mendengarkan sambutan perdana Bupati Tanggamus periode 2025-2030, Hi. Muhamad Saleh Asnawi. Usai rapat, Rusman menyampaikan […]

  • Bimtek BUMDes Lampung Selatan Dorong Profesionalisme dan Sinergi

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Penguatan Kapasitas SDM Jadi Kunci Majunya Ekonomi Desa Lampung Selatan, INC MEDIA — Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lampung Selatan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) guna memperkuat kapasitas SDM pengelola. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 14–15 Juli 2025, di Negeri Baru Resort, Kalianda. Bimtek ini dirancang untuk meningkatkan […]

expand_less