Klarifikasi Kades Cilimus – Dituduh Korupsi APBDes, Nurul Listiana Bantah Tegas
- account_circle Haris Efendi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Pesawaran, INC MEDIA — Klarifikasi Kades Cilimus menjadi sorotan publik setelah Kepala Desa Cilimus, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Nurul Listiana, menyampaikan bantahan tegas atas tudingan dugaan korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2023 hingga 2025.
Dalam keterangannya pada Kamis (23/4/2026), Nurul Listiana menegaskan bahwa seluruh proses pengelolaan anggaran desa telah dilaksanakan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku. Ia menilai tudingan tersebut tidak berdasar dan berpotensi menyesatkan opini publik jika tidak diluruskan.
Klarifikasi Kades Cilimus: Bantahan Tegas atas Tuduhan
Nurul secara lugas menyampaikan bahwa seluruh program pembangunan dan kegiatan desa berjalan sebagaimana mestinya. Ia memastikan setiap tahapan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, telah mengikuti regulasi yang berlaku.
“Saya membantah tegas terkait dugaan korupsi tersebut. Seluruh pengerjaan yang ada di Desa Cilimus telah terlaksana sebagaimana mestinya dan sesuai dengan aturan yang ditetapkan,” ujar Nurul dalam keterangannya.
Ia juga menegaskan bahwa manfaat dari program yang dijalankan telah dirasakan langsung oleh masyarakat. Menurutnya, hal tersebut menjadi indikator penting bahwa pengelolaan APBDes berjalan efektif dan tepat sasaran.
Transparansi dan Akuntabilitas Jadi Prioritas
Dalam klarifikasi Kades Cilimus ini, Nurul menekankan pentingnya prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola pemerintahan desa. Ia menyebut seluruh proses administrasi, pelaporan, hingga pertanggungjawaban anggaran dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia memastikan tidak ada penyimpangan dalam penggunaan anggaran. Setiap kegiatan yang dilaksanakan telah melalui mekanisme yang sah dan sesuai aturan yang berlaku.
Terbuka untuk Kritik Membangun
Di tengah polemik yang berkembang, Nurul Listiana menunjukkan sikap terbuka terhadap masukan dari masyarakat. Ia menyadari bahwa kritik yang konstruktif merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Jadi saya berharap kepada masyarakat, jika ada yang kurang puas dengan pelayanan kami dari pemerintah desa, saya berharap dan siap dikritik. Kami tidak anti kritik, karena kritik yang membangun itu justru sangat kami butuhkan untuk perbaikan ke depan,” tegasnya.
Sikap ini sekaligus menjadi penegasan bahwa pemerintah desa tetap berkomitmen menjaga kepercayaan publik melalui komunikasi yang terbuka dan responsif.
Menjaga Integritas dan Kepercayaan Publik
Klarifikasi Kades Cilimus ini menjadi langkah penting dalam menjaga integritas pemerintahan desa di tengah derasnya arus informasi. Nurul berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.
Pemerintah desa, lanjutnya, akan terus berupaya meningkatkan kinerja dan memastikan setiap program benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan polemik yang berkembang dapat disikapi secara bijak dan proporsional, serta tidak mengganggu jalannya pembangunan desa yang sedang berjalan.| Red
- Penulis: Haris Efendi


