Penemuan Jenazah Kemiling, Warga Curiga Dua Hari Tak Terlihat
- account_circle Karim
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Bandar Lampung, INC MEDIA – Penemuan jenazah Kemiling menggegerkan warga Jalan Persada, RT 01 Lingkungan 2, Kelurahan Kemiling Raya, Rabu (22/4/2026). Seorang pria bernama Usnaini Ichsan (54) ditemukan meninggal dunia di dalam rumah kontrakan yang ditempatinya, diduga telah wafat sekitar dua hari sebelum ditemukan.
Peristiwa ini bermula dari kecurigaan warga yang tidak melihat aktivitas korban dalam beberapa hari terakhir. Kondisi rumah yang tertutup rapat serta munculnya bau tidak sedap memperkuat dugaan bahwa telah terjadi sesuatu di dalam rumah tersebut.
Salah satu warga setempat menyampaikan bahwa korban biasanya masih terlihat beraktivitas sehari-hari.
“Biasanya masih terlihat keluar rumah, tapi sudah dua hari ini tidak kelihatan sama sekali. Kami mulai curiga karena rumahnya juga tertutup terus,” ujarnya.
Merespons laporan tersebut, pihak kelurahan bersama aparat kepolisian segera mendatangi lokasi. Lurah Kemiling Raya, Dara, turut hadir mendampingi tim Inafis Polresta Bandar Lampung dalam proses evakuasi serta olah tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas kemudian menemukan korban dalam kondisi tidak bernyawa di dalam rumah kontrakan. Tim Inafis melakukan identifikasi awal dan pemeriksaan di lokasi guna memastikan penyebab kematian secara objektif dan sesuai prosedur.
Berdasarkan hasil sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan awal mengarah pada kondisi kesehatan, mengingat korban diketahui tinggal seorang diri. Namun demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian, termasuk kemungkinan faktor lain yang relevan.
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur medis dan kepolisian. Pihak kelurahan juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kepedulian sosial, terutama terhadap warga yang tinggal sendiri atau jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Peristiwa ini menjadi refleksi penting bagi masyarakat akan nilai gotong royong dan kepekaan sosial. Respons cepat warga dalam melaporkan kejanggalan dinilai membantu mempercepat penanganan oleh aparat, sehingga situasi dapat ditindaklanjuti secara profesional dan transparan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut guna memastikan penyebab kematian secara menyeluruh, sekaligus menutup ruang spekulasi yang dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.(Karim)
- Penulis: Karim
- Editor: Resmi Januari, SH


