Becak Listrik Bantuan Presiden Diserahkan Gratis, 200 Pengemudi di Cirebon Jadi Penerima
- account_circle Wahidin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

CIREBON, INC MEDIA – Becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto sebanyak 200 unit diserahkan secara gratis kepada para pengemudi becak di Kota Cirebon dan sekitarnya. Bantuan ini terutama menyasar pengemudi lanjut usia agar pekerjaan mereka menjadi lebih ringan sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga.
Penyerahan berlangsung di Alun-Alun Kejaksan, Kota Cirebon, Jumat (3/9/2026). Wali Kota Cirebon Effendi Edo menyerahkan bantuan tersebut bersama Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN).
Becak Listrik Bantuan Presiden untuk Pengemudi Lansia
Program ini menyasar pengemudi becak berusia lanjut yang masih bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Penggunaan tenaga listrik diharapkan dapat mengurangi beban fisik yang selama ini mereka tanggung saat mengoperasikan becak konvensional.
Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengapresiasi perhatian Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat, khususnya para pengemudi becak.
Menurutnya, bantuan tersebut tidak sekadar memberikan alat transportasi. Becak listrik juga menjadi aset produktif yang dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus mendorong modernisasi transportasi lokal.
“Bantuan ini menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat. Becak listrik ini merupakan aset produktif yang diharapkan dapat membantu bapak-bapak pengemudi becak bekerja lebih ringan dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan keluarga,” ujar Wali Kota.
Pemkot Cirebon juga menilai keberadaan becak sebagai bagian dari kehidupan dan budaya lokal tetap perlu dipertahankan. Modernisasi transportasi tidak harus menghilangkan identitas masyarakat yang telah tumbuh selama bertahun-tahun.
Pemkot Cirebon Siapkan Ekosistem Pengisian Baterai
Persoalan fasilitas pengisian baterai menjadi salah satu perhatian setelah bantuan diterima. Pemkot Cirebon berencana membangun komunikasi dengan PLN dan sektor swasta untuk memastikan para penerima dapat mengisi daya dengan mudah.
“Kami akan berupaya membangun ekosistem pendukungnya. Jangan sampai bantuan sudah diterima, tetapi kemudian para pengemudi kesulitan ketika membutuhkan fasilitas untuk mengisi baterai. Ini yang perlu kita pikirkan bersama,” katanya.
Menurut pemerintah daerah, keberlanjutan program tidak hanya bergantung pada jumlah bantuan yang disalurkan. Infrastruktur pendukung juga harus tersedia agar becak listrik benar-benar dapat digunakan secara optimal.
Penerima Diminta Tidak Menjual atau Memodifikasi
Effendi Edo mengingatkan penerima agar menjaga becak listrik dengan penuh tanggung jawab. Bantuan tersebut tidak boleh diperjualbelikan, dipindahtangankan, disewakan, maupun digadaikan.
Penerima juga diminta tidak melakukan modifikasi yang bertentangan dengan petunjuk teknis. Modifikasi yang tidak sesuai dapat menyebabkan kerusakan dan berpotensi menggugurkan garansi.
“Bapak-bapak harus merawat becak ini dengan penuh tanggung jawab. Jangan dimodifikasi sembarangan, jangan melepas identitas atau membongkar bagian-bagian yang memang tidak boleh dibongkar. Kalau dirawat dengan baik, mudah-mudahan becak ini bisa digunakan dalam jangka panjang untuk membantu perekonomian keluarga,” tuturnya.
Wali Kota menilai teknologi harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung masyarakat. Karena itu, kelompok pekerja sektor informal juga harus mendapatkan ruang dalam proses modernisasi.
“Bapak-bapak pengemudi becak bukan hanya penerima bantuan. Bapak-bapak adalah bagian penting dari kehidupan Kota Cirebon. Dengan adanya becak listrik ini, kita ingin menunjukkan bahwa teknologi dan modernisasi juga bisa hadir dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ungkapnya.
Becak Listrik Berawal dari Gagasan Prabowo
Direktur Operasi Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, Brigjen TNI (Purn) Sudarwo Aris Nurcahyo, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari perhatian Presiden Prabowo terhadap pengemudi becak lanjut usia.
Menurut Sudarwo, gagasan becak listrik muncul dari keresahan Prabowo ketika melihat masyarakat lanjut usia masih harus bekerja keras menarik becak untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Saat masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo kemudian meminta PT Len Industri (Persero) dan PT Pindad mengembangkan becak bertenaga baterai.
“Dari keresahan itulah kemudian muncul gagasan membuat becak listrik. Harapannya, bapak-bapak yang sudah lanjut usia tetapi masih harus bekerja mencari nafkah bisa lebih ringan dalam menjalankan pekerjaannya,” kata Sudarwo.
Sudarwo menyebut bantuan becak listrik telah didistribusikan lebih dari 7.000 unit di sejumlah daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
Khusus di Kota Cirebon, sebanyak 200 unit diberikan kepada pengemudi becak berusia 60 tahun ke atas.
“Pada hari ini kami mewakili Bapak Prabowo Subianto untuk menyerahkan langsung bantuan becak listrik gratis kepada bapak-bapak pejuang keluarga, para pengemudi becak yang berusia 60 tahun ke atas di wilayah Kota Cirebon dan sekitarnya. Hari ini ada 200 unit yang kami serahkan,” ujarnya.
Becak Listrik Diharapkan Dongkrak Pendapatan
Sudarwo berharap bantuan tersebut tidak berhenti pada pengurangan beban fisik. Penggunaan becak listrik juga diharapkan dapat memberi dampak terhadap pendapatan harian penerima.
“Semoga bantuan ini bermanfaat, bukan hanya meringankan tenaga bapak-bapak pengemudi becak, tetapi juga dapat meningkatkan pendapatan harian dan membantu keluarga,” katanya.
Ia menyebut pemberian becak listrik sebagai salah satu bentuk intervensi untuk mendukung pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Namun, menurutnya, bantuan fisik perlu diikuti program pemberdayaan yang lebih luas. Masyarakat harus mendapat kesempatan meningkatkan taraf hidup secara mandiri dan berkelanjutan.
“Bantuan becak listrik mungkin hanya salah satu bentuk intervensi. Yang paling penting adalah bagaimana pemberdayaan ekonomi dilakukan secara struktural, menyeluruh, dan berkelanjutan. Dampaknya diharapkan bisa menciptakan lebih banyak kesempatan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” jelasnya.
YGSN Gandeng Viar untuk Perawatan
Dalam kegiatan tersebut, Sudarwo juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Cirebon, relawan, serta seluruh pihak yang mendukung penyerahan bantuan.
Para penerima telah memperoleh panduan penggunaan, pemeliharaan, dan pengisian baterai. Hal ini penting agar becak listrik dapat digunakan dalam jangka panjang.
Untuk mendukung perawatan dan perbaikan, YGSN bekerja sama dengan produsen Viar. Penerima yang mengalami kerusakan dapat membawa becak listrik ke bengkel Viar terdekat di Kota Cirebon sesuai ketentuan program.
“Kami menaruh hormat kepada bapak-bapak yang meskipun sudah lanjut usia masih terus berjuang untuk keluarga. Kami memahami tentu tidak mudah. Karena itu, mudah-mudahan bantuan ini setidaknya dapat meringankan tenaga bapak-bapak dalam bekerja,” ujar Sudarwo.
Selain layanan perawatan, ketersediaan titik pengisian baterai juga menjadi kebutuhan penting. Sudarwo meminta Pemkot Cirebon mempertimbangkan penyediaan fasilitas tersebut di lokasi yang mudah dijangkau pengemudi.
“Kami mohon dukungan Pemkot Cirebon agar di lokasi tertentu dapat disediakan tempat pengisian baterai. Tidak perlu fasilitas yang besar, cukup beberapa titik stop kontak yang bisa digunakan para pengemudi untuk mengisi baterai secara gratis,” pungkasnya.
Program becak listrik bantuan Presiden tersebut pada akhirnya bukan hanya berbicara tentang perubahan teknologi. Lebih jauh, bantuan itu menguji bagaimana sebuah program sosial dapat benar-benar memberi manfaat ekonomi, mudah digunakan, dan berkelanjutan bagi masyarakat penerima.
Sumber: Admin Prokompim
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Setda Kota Cirebon
Jalan Siliwangi No. 84, Kota Cirebon, 45124
- Penulis: Wahidin







