Sambut Tamu Muktamar NU, Kampus Undar Jombang Disulap Jadi Penginapan Gratis
- account_circle Haris Efendi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

JOMBANG, INC MEDIA – Kampus Undar Jombang ikut mengambil bagian dalam menyambut ribuan tamu Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Ruang-ruang perkuliahan yang selama ini menjadi tempat aktivitas akademik disiapkan untuk menampung peserta muktamar sebagai bentuk pelayanan dan khidmah kepada para tamu dari berbagai daerah.
Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Forum tersebut merupakan agenda tertinggi organisasi yang mempertemukan utusan NU dari berbagai penjuru Indonesia untuk membahas arah organisasi dan kepengurusan lima tahun mendatang.
Kampus Undar Jombang Jadi Ruang Penginapan
Kesiapan kampus sebagai tempat bermalam menunjukkan bahwa penyelenggaraan Muktamar NU tidak hanya bertumpu pada satu lokasi. Panitia mengoptimalkan berbagai fasilitas pendidikan di sekitar kawasan Jombang untuk memenuhi kebutuhan akomodasi peserta.
Ruang kuliah yang biasanya digunakan mahasiswa untuk kegiatan akademik kini dipersiapkan dengan fungsi berbeda. Ruangan tersebut menjadi tempat beristirahat bagi para muktamirin selama mengikuti rangkaian agenda muktamar.
Langkah itu sekaligus memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong masyarakat dan lembaga pendidikan dalam menyukseskan perhelatan organisasi Islam terbesar di Indonesia.
Panitia lokal sebelumnya memastikan sejumlah lokasi penginapan telah disiapkan. Sedikitnya enam titik akomodasi di kawasan Tambakberas mampu menampung lebih dari 3.000 peserta. Fasilitas tersebut mencakup ruang kelas, aula, ruang pertemuan, fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), hingga fasilitas pendukung lainnya.
Penginapan Muktamar NU Mengandalkan Fasilitas Pendidikan
Pemanfaatan fasilitas pendidikan sebagai penginapan bukan sekadar persoalan teknis. Panitia mengubah ruang belajar menjadi ruang pelayanan untuk memastikan peserta dapat mengikuti seluruh agenda muktamar dengan nyaman.
Model tersebut juga memperlihatkan bagaimana fasilitas publik dan pendidikan dapat berfungsi secara fleksibel ketika masyarakat menghadapi kebutuhan besar.
Selain Kampus Undar Jombang, panitia juga menyiapkan sejumlah institusi pendidikan di sekitar Tambakberas. Kampus Universitas KH A. Wahab Hasbullah, misalnya, menyediakan 53 ruang dengan kapasitas sekitar 650 orang.
MAN 3 Tambakberas juga disiapkan dengan 62 ruang kelas untuk sekitar 620 peserta. Sementara MTsN 3 Jombang memiliki sekitar 70 ruang dengan daya tampung sekitar 700 orang. Kampus IAIBAFA Tambakberas bahkan menyiapkan dua aula besar dengan kapasitas total sekitar 1.000 orang.
Besarnya daya tampung tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan akomodasi Muktamar NU memang tidak kecil. Ribuan peserta membutuhkan tempat beristirahat, fasilitas sanitasi, akses transportasi, serta pengaturan keamanan yang terukur.
Kampus Undar Jombang dan Semangat Khidmah
Keterlibatan Kampus Undar Jombang dalam penyediaan tempat menginap juga dapat dibaca sebagai bagian dari tradisi khidmah yang selama ini melekat dalam kehidupan pesantren dan warga Nahdliyin.
Muktamar bukan hanya forum persidangan. Di balik agenda resmi organisasi, terdapat kerja besar yang melibatkan masyarakat, lembaga pendidikan, pesantren, relawan, aparat keamanan, hingga berbagai unsur pelayanan.
Panitia lokal sebelumnya menyatakan seluruh titik penginapan telah disiapkan untuk memberikan kenyamanan kepada peserta. Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh, mengatakan kesiapan akomodasi menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan muktamar berjalan baik.
Kesiapan tersebut juga berjalan beriringan dengan pengamanan. Panitia telah menyiagakan ribuan personel dari berbagai unsur, termasuk keamanan pesantren, Banser, Gasmi, Pagar Nusa, kepolisian, dan TNI. Pengawasan juga diperkuat dengan ratusan kamera CCTV di sejumlah titik strategis.
Muktamar NU Bukan Sekadar Agenda Organisasi
Muktamar ke-35 NU memiliki arti strategis karena menjadi forum untuk merumuskan arah perjalanan organisasi dalam lima tahun berikutnya. Karena itu, kesiapan tuan rumah tidak cukup hanya diukur dari kesiapan ruang sidang.
Pelayanan terhadap peserta juga menjadi bagian penting dari keseluruhan penyelenggaraan.
Ketika ruang kuliah berubah menjadi tempat bermalam, terdapat pesan sosial yang lebih besar: penyelenggaraan agenda nasional dapat berjalan melalui kolaborasi banyak pihak.
Kampus, pesantren, masyarakat dan panitia berada dalam satu garis pelayanan. Mereka menyediakan ruang, tenaga dan fasilitas agar para tamu dapat menjalankan tugas organisasi dengan baik.
Muktamar ke-35 NU di Jombang pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang hadir di ruang persidangan. Lebih jauh, perhelatan ini juga memperlihatkan bagaimana masyarakat setempat membuka ruang dan fasilitasnya untuk menyambut tamu dari berbagai penjuru Nusantara.
Semangat tersebut menjadi modal penting agar Muktamar NU berlangsung tertib, nyaman dan bermartabat. Kampus Undar Jombang pun mengambil bagian dalam cerita besar tersebut: mengubah ruang akademik menjadi ruang pelayanan dan menjadikan fasilitas kampus sebagai bagian dari khidmah menyambut tamu Muktamar NU. (Red)
- Penulis: Haris Efendi
- Editor: Resmi Januari, SH - Host NU MEDIA







