Kapolresta Cirebon Takziah ke Rumah Duka Sesepuh Pondok Buntet Pesantren KH. Hasanuddin Kriyani
- account_circle Wahidin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

CIREBON, INC MEDIA – Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., bersama jajaran pejabat utama (PJU) dan personel Polresta Cirebon, bertakziah ke rumah duka sesepuh Pondok Buntet Pesantren, almarhum KH. Hasanuddin Kriyani, di Desa Mertapada Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Rabu (12/8/2026) malam.
Kehadiran Kapolresta Cirebon bersama jajaran tidak sekadar menjadi bentuk penghormatan kepada almarhum. Takziah tersebut juga menunjukkan kepedulian jajaran kepolisian terhadap keluarga besar Pondok Buntet Pesantren dan masyarakat yang sedang berduka.
Kapolresta Cirebon Sampaikan Belasungkawa
Kegiatan takziah berlangsung sekitar pukul 18.00 WIB hingga selesai. Kapolresta Cirebon hadir bersama para PJU, Kapolsek jajaran, sejumlah perwira, serta personel Polresta Cirebon.
Rombongan kepolisian menyampaikan belasungkawa kepada keluarga besar almarhum. Suasana duka menyelimuti rumah keluarga KH. Hasanuddin Kriyani, yang selama hidupnya dikenal sebagai salah satu tokoh dalam lingkungan Pondok Buntet Pesantren.
Kapolresta Cirebon menyampaikan penghormatan atas jasa, dedikasi, keteladanan, dan kontribusi almarhum dalam kehidupan keagamaan serta sosial kemasyarakatan.
Bagi masyarakat, terutama keluarga besar pesantren dan para santri, kepergian seorang tokoh agama bukan hanya meninggalkan kesedihan. Sosok yang selama ini menjadi panutan juga meninggalkan nilai, pengalaman, dan keteladanan yang diharapkan terus hidup di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Cirebon mendoakan agar almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT. Ia juga mendoakan keluarga yang ditinggalkan agar diberi kekuatan menghadapi masa duka.
“Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, seluruh amal ibadah, kebaikan, dan pengabdian beliau diterima oleh Allah SWT serta menjadi amal jariyah. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan,” ujar Kapolresta Cirebon.
Keteladanan KH. Hasanuddin Kriyani
Kapolresta Cirebon menilai almarhum KH. Hasanuddin Kriyani merupakan sosok yang memiliki keteladanan dalam kehidupan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Karena itu, wafatnya almarhum menjadi kehilangan bagi keluarga besar, para santri, serta masyarakat yang selama ini mengenal dan menghormati beliau.
Nilai keteladanan tokoh agama, terutama yang memiliki kedekatan dengan masyarakat, memiliki arti penting dalam menjaga kehidupan sosial yang harmonis. Peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan pendidikan keagamaan, tetapi juga dengan pembentukan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Dalam konteks itu, takziah Kapolresta Cirebon menjadi bagian dari hubungan sosial antara kepolisian dengan masyarakat. Kehadiran aparat di tengah warga yang berduka juga memperlihatkan bahwa tugas kepolisian tidak berhenti pada aspek penegakan hukum dan keamanan, tetapi mencakup pelayanan serta membangun kedekatan dengan masyarakat.
Polresta Cirebon Siapkan Pengamanan Pemakaman
Almarhum KH. Hasanuddin Kriyani rencananya dimakamkan pada Kamis, 13 Agustus 2026, sekitar pukul 10.00 WIB.
Kapolresta Cirebon berharap seluruh rangkaian prosesi pemakaman berlangsung aman, tertib, dan lancar. Untuk memastikan kondisi tetap kondusif, Polresta Cirebon menyatakan siap memberikan pelayanan dan pengamanan selama rangkaian kegiatan pemakaman.
Pengamanan menjadi penting mengingat prosesi pemakaman tokoh masyarakat berpotensi dihadiri banyak warga, keluarga, santri, serta masyarakat dari berbagai daerah. Kehadiran personel kepolisian diharapkan dapat membantu kelancaran arus masyarakat sekaligus memastikan seluruh kegiatan berlangsung secara tertib.
Bagi keluarga dan masyarakat yang ditinggalkan, momentum tersebut menjadi kesempatan terakhir untuk memberikan penghormatan kepada almarhum. Sementara bagi jajaran Polresta Cirebon, kehadiran di rumah duka menjadi wujud empati sekaligus penghormatan kepada tokoh yang telah memberikan kontribusi bagi kehidupan keagamaan dan kemasyarakatan di Cirebon. (Wahidin/rls)
- Penulis: Wahidin
- Editor: Euis Novana, SH







