Breaking News
light_mode

Wagub Aceh dan DPRA Bahas Percepatan Qanun APBA dan Stabilitas Sosial

  • account_circle Helmy
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • print Cetak

BANDA ACEH, INC MEDIAPercepatan Qanun APBA menjadi salah satu fokus pembahasan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, SE (Dek Fadh) bersama unsur pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dalam rapat koordinasi di Banda Aceh, Rabu (26/8/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ruang penting untuk memperkuat koordinasi antara Pemerintah Aceh dan DPRA dalam memastikan agenda pemerintahan, penganggaran, regulasi, serta pembangunan daerah berjalan sesuai target.

Percepatan Qanun APBA Jadi Agenda Utama

Dalam rapat itu, kedua pihak membahas sejumlah agenda strategis daerah. Salah satu yang mendapat perhatian ialah percepatan pembahasan Rancangan Qanun Aceh tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBA Tahun Anggaran 2025.

Selain itu, Pemerintah Aceh dan DPRA mulai mematangkan persiapan penyusunan APBA Tahun Anggaran 2027. Pembahasan anggaran menjadi bagian penting karena berkaitan langsung dengan arah kebijakan pembangunan dan pelayanan publik di Aceh.

Wagub Aceh Fadhlullah menegaskan bahwa komunikasi antara eksekutif dan legislatif harus berjalan efektif agar proses penganggaran tidak mengalami hambatan.

“Koordinasi antara eksekutif dan legislatif sangat penting untuk memastikan proses penganggaran dan program pembangunan dapat berjalan tepat waktu, efektif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, sinergi ini perlu terus kita perkuat,” ujar Wagub Dek Fadh.

Qanun APBA dan Kepentingan Masyarakat

Percepatan pembahasan Qanun APBA tidak hanya berkaitan dengan aspek administratif pemerintahan. Proses tersebut juga menentukan bagaimana kebijakan anggaran diterjemahkan menjadi program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Karena itu, koordinasi antara Pemerintah Aceh dan DPRA dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan program pembangunan. Setiap tahapan pembahasan anggaran membutuhkan komunikasi yang jelas agar kebijakan yang dihasilkan dapat dilaksanakan secara efektif.

Pemerintah Aceh dan DPRA juga perlu memastikan proses penganggaran tetap berorientasi pada kepentingan publik, transparansi, efektivitas penggunaan anggaran, serta pencapaian target pembangunan daerah.

Stabilitas Sosial Turut Dibahas

Selain agenda penganggaran dan regulasi daerah, rapat tersebut turut membahas sejumlah persoalan strategis lainnya. Salah satunya berkaitan dengan upaya menjaga stabilitas sosial di tengah dinamika masyarakat.

Koordinasi lintas lembaga dinilai penting untuk merespons berbagai perkembangan yang muncul di masyarakat secara cepat dan terukur. Pemerintah daerah dan lembaga legislatif memiliki peran masing-masing dalam menjaga agar kebijakan yang diambil tetap mampu menjawab persoalan publik.

Pembahasan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa hubungan antara Pemerintah Aceh dan DPRA tidak hanya berfokus pada penyusunan anggaran. Sinergi keduanya juga diperlukan untuk menjaga efektivitas pemerintahan dan memastikan kebijakan daerah berjalan sesuai kepentingan masyarakat.

Pimpinan DPRA dan Pejabat Aceh Hadir

Rapat koordinasi itu dihadiri Ketua DPRA Zulfadli (Abang Samalanga), Wakil Ketua DPRA Ali Basrah dan Saifuddin Muhammad (Yah Fud), serta sejumlah ketua fraksi dan anggota DPRA.

Dari Pemerintah Aceh, hadir Plt. Sekretaris Daerah Aceh Taufik, Kepala BPKA Diwarsyah, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh Akkar Arafat, Bappeda Aceh, serta sejumlah unsur terkait lainnya.

Kehadiran para pejabat tersebut memperlihatkan bahwa pembahasan agenda pemerintahan dan penganggaran membutuhkan keterlibatan lintas unsur. Terlebih, APBA menjadi instrumen utama pemerintah daerah dalam membiayai berbagai program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Sinergi Eksekutif-Legislatif Harus Bermuara pada Rakyat

Wagub Dek Fadh kembali menekankan pentingnya tanggung jawab bersama antara Pemerintah Aceh dan DPRA dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Pemerintah Aceh dan DPRA memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan pemerintahan berjalan efektif dan program pembangunan dapat direalisasikan dengan baik. Kita ingin setiap proses yang dilakukan bersama benar-benar bermuara pada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Aceh,” kata Wagub Dek Fadh.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa percepatan agenda legislasi dan penganggaran harus diikuti dengan kualitas perencanaan serta pelaksanaan program. Kecepatan proses tetap perlu berjalan beriringan dengan ketepatan sasaran dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan koordinasi yang lebih solid, Pemerintah Aceh dan DPRA diharapkan mampu mempercepat penyelesaian agenda APBA sekaligus menjaga stabilitas sosial. Tantangan berikutnya ialah memastikan setiap kebijakan yang disepakati tidak berhenti pada dokumen pemerintahan, tetapi benar-benar diterjemahkan menjadi program yang dirasakan masyarakat Aceh.

Jurnalis: Helmy

 

 

  • Penulis: Helmy

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebakaran Rumah di Lampung Tengah, Satu Penghuni Meninggal Dunia

    Kebakaran Rumah di Lampung Tengah, Satu Penghuni Meninggal Dunia

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Lampung, INC Media — Satu unit rumah di Kabupaten Lampung Tengah terbakar. Satu orang penghuni rumah meninggal dunia setelah terjebak dalam ruangan. Peristiwa tersebut terjadi di Dusun 3 Bangun Rejo Barat, Kampung Bumi Kencana, Kecamatan Seputih Agung, Kabupaten Lampung Tengah pada Minggu (10/11/2024) sekitar pukul 10.00 WIB. Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Umi Fadillah Astutik […]

  • TERUNGKAP!, Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Samping Asrama Putri Ponpes Babul Hikmah

    TERUNGKAP!, Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Samping Asrama Putri Ponpes Babul Hikmah

    • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
    • account_circle incmedia.site
    • 0Komentar

    Lampung Selatan, INC MEDIA, – Kasus pembuangan bayi laki-laki yang ditemukan di samping asrama putri Pondok Pesantren (Ponpes) Islam Babul Hikmah, Kalianda, akhirnya menemui titik terang. Pelaku yang tak lain adalah salah satu santriwati di ponpes tersebut berinisial NS, kini harus menghadapi konsekuensi berat atas perbuatannya. Pimpinan Pondok Pesantren Babul Hikmah, Nur Ardli, menegaskan bahwa […]

  • Mantan Kepala BPN dan PPAT Lampung Selatan Tersandung Korupsi Sertifikat Tanah Kemenag, Rugikan Negara Rp 54,4 Miliar

    Mantan Kepala BPN dan PPAT Lampung Selatan Tersandung Korupsi Sertifikat Tanah Kemenag, Rugikan Negara Rp 54,4 Miliar

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Bandar Lampung, INC MEDIA — Dugaan korupsi dalam penerbitan hak atas tanah milik Kementerian Agama (Kemenag) RI di Lampung Selatan terbongkar. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung menetapkan dua orang tersangka, yakni mantan Kepala BPN Kabupaten Lampung Selatan berinisial LKM dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) berinisial TRS, pada Rabu (25/6/2025). Keduanya diduga terlibat dalam tindak pidana […]

  • Pelemahan Rupiah dan Kenaikan BBM Disorot Mahasiswa di DPRD Jabar

    Pelemahan Rupiah dan Kenaikan BBM Disorot Mahasiswa di DPRD Jabar

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Bandung, Jawa Barat, incmedia.site  – Aliansi mahasiswa Kota Bandung menggelar demonstrasi di depan gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kamis (11/6/2026), menyoroti pelemahan rupiah hingga kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Aksi ini menuntut pemerintah segera menstabilkan ekonomi dan mengevaluasi kebijakan yang merugikan rakyat. Para mahasiswa mengenakan almamater dan pakaian serba hitam, sambil membentangkan spanduk […]

  • REI Aceh Gelar Diklat Property 2026, Fokus Cetak Pengembang Properti Andal dan Berdaya Saing Tinggi

    REI Aceh Gelar Diklat Property 2026, Fokus Cetak Pengembang Properti Andal dan Berdaya Saing Tinggi

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    BANDA ACEH, incmedia.site — Diklat Property 2026 menjadi langkah strategis Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estat Indonesia (REI) Aceh dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sektor properti. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Hermes, Banda Aceh, Rabu (24/6/2026), dan menjadi bagian dari Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) REI Aceh. Program ini menegaskan komitmen REI Aceh untuk mencetak […]

  • DPW FBN RI Lampung menyerukan penegakan hukum yang tegas dan transparan atas kejadian pemukulan disalah satu ponpes pesawaran 

    DPW FBN RI Lampung menyerukan penegakan hukum yang tegas dan transparan atas kejadian pemukulan disalah satu ponpes pesawaran 

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Pesawaran (INC Media) — Forum Bela Negara Republik Indonesia (FBN RI) DPW Provinsi Lampung melalui Departemen Advokasi Hukum dan HAM mengecam keras dugaan tindakan kekerasan yang dialami Muhammad Rafa, seorang anak berusia 10 tahun, di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Pesawaran. Selasa, (07/01/2025).  Kasus ini melibatkan seorang tokoh di lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi tempat […]

expand_less