REI Aceh Gelar Diklat Property 2026, Fokus Cetak Pengembang Properti Andal dan Berdaya Saing Tinggi
- account_circle Redaksi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

BANDA ACEH, incmedia.site — Diklat Property 2026 menjadi langkah strategis Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estat Indonesia (REI) Aceh dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sektor properti. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Hermes, Banda Aceh, Rabu (24/6/2026), dan menjadi bagian dari Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) REI Aceh. Program ini menegaskan komitmen REI Aceh untuk mencetak developer yang profesional, mandiri, dan memiliki daya saing tinggi di tengah dinamika industri properti yang semakin kompetitif.
REI ACEH TEKANKAN PENGUATAN SDM PROPERTI
DPD REI Aceh menggelar Diklat Property 2026 sebagai respons terhadap kebutuhan peningkatan kapasitas pelaku usaha properti di daerah. Para peserta yang hadir terdiri dari anggota REI Aceh dan pelaku usaha pengembangan perumahan yang berperan langsung dalam pertumbuhan sektor properti.
Ketua DPD REI Aceh, Zulkifli H. M. Juned yang di dampungi oleh Sekretaris REI Aceh Mursal Fahmi, menegaskan bahwa penguatan kapasitas menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan industri yang terus berubah.
Ia menekankan bahwa pengembang properti tidak hanya dituntut mampu membangun, tetapi juga harus adaptif, profesional, dan memiliki visi jangka panjang.
HARAPAN REI ACEH MELALUI DIKLAT PROPERTY 2026
Zulkifli menyampaikan harapan besar terhadap pelaksanaan program ini. Menurutnya, Diklat Property 2026 harus menjadi momentum untuk melahirkan pengembang yang lebih kompeten dan berdaya saing.
“Dengan adanya Diklat Property 2026 ini, kami berharap REI Aceh semakin berkembang pesat serta mampu melahirkan para pengembang yang profesional, mandiri, dan memiliki daya saing tinggi,” ujar Zulkifli.
Pernyataan tersebut mempertegas arah kebijakan REI Aceh dalam memperkuat ekosistem properti berbasis peningkatan kualitas sumber daya manusia.
MATERI STRATEGIS BISNIS PROPERTI
Dalam kegiatan tersebut, pengurus DPP REI Pusat sekaligus pemateri utama, Priyanto, memberikan pembekalan terkait strategi pengembangan bisnis properti. Materi yang disampaikan mencakup penguatan kompetensi teknis, manajemen proyek, hingga strategi menghadapi persaingan industri properti modern.
Priyanto menyoroti pentingnya integritas dan kemampuan adaptasi dalam membangun usaha pengembangan properti yang berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan developer tidak hanya ditentukan oleh modal, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki.
KOMPETENSI DAN INTEGRITAS JADI KUNCI UTAMA
Dalam pemaparannya, Priyanto menjelaskan bahwa industri properti saat ini bergerak cepat dan penuh tantangan. Oleh karena itu, setiap developer harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan pasar, regulasi, dan kebutuhan konsumen.
“Kita harus mampu menjadi pengusaha developer yang handal, mandiri, dan memiliki daya saing agar dapat terus berkembang di tengah tantangan industri properti saat ini,” jelasnya.
Pernyataan tersebut memperkuat pesan utama Diklat Property 2026, yaitu membangun ekosistem pengembang yang tidak hanya kompetitif secara bisnis, tetapi juga kuat secara etika dan profesionalisme.
ARAH BARU PENGEMBANG PROPERTI ACEH
Melalui Diklat Property 2026, REI Aceh menegaskan komitmennya dalam mendorong lahirnya developer yang lebih berkualitas. Program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan sektor properti dan pembangunan daerah di Aceh secara berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara pelaku usaha, asosiasi, dan pemangku kepentingan untuk membangun industri properti yang lebih kuat dan berdaya saing di masa depan.
Laporan : Helmy
- Penulis: Redaksi



