Evakuasi Jenazah ABK, Polsek KPC dan Sat Polairud Tunjukkan Empati di Pelabuhan Cirebon
- account_circle Asep Suparman
- calendar_month 8 jam yang lalu
- print Cetak

CIREBON KOTA, INC MEDIA – Evakuasi jenazah ABK KM Cirebon Indah 5 berlangsung dengan penuh empati. Polsek Kawasan Pelabuhan Cirebon (KPC) bersama Sat Polairud Polres Cirebon Kota membantu mengevakuasi jenazah seorang anak buah kapal (ABK) yang meninggal dunia di atas kapal, Rabu (2/9/2026).
Jenazah tiba sekitar pukul 09.30 WIB setelah KM Cirebon Indah 5 bersandar di Dermaga Tambat Labuh PSDKP, Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan, Kota Cirebon. Kapal sebelumnya membawa korban dari perairan utara Tegal menuju Cirebon untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Korban diketahui berinisial S.R., laki-laki berusia 33 tahun. Ia merupakan ABK KM Cirebon Indah 5 dan tercatat berdomisili di Kecamatan Paleleh, Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah.
Evakuasi Jenazah ABK Dilakukan Bersama
Kapolsek KPC AKP Asep Sunaryo bersama personel Polsek KPC dan Sat Polairud Polres Cirebon Kota langsung berada di lokasi. Petugas membantu proses pemindahan jenazah dari kapal menuju sarana evakuasi.
Personel bahkan turut menggotong jenazah secara langsung. Tindakan tersebut menjadi bagian dari pelayanan kepolisian sekaligus bentuk penghormatan kepada korban.
Proses berlangsung dengan mengedepankan sikap humanis. Petugas tidak hanya memastikan proses evakuasi berjalan aman, tetapi juga membantu pihak kapal menghadapi situasi duka tersebut.
Korban Sempat Dilarang Berlayar
Berdasarkan keterangan saksi Sujono, selaku nahkoda KM Cirebon Indah 5, korban sebelumnya diketahui dalam kondisi kurang sehat.
Nahkoda sempat melarang korban mengikuti pelayaran. Namun, korban tetap memilih berangkat karena ingin memenuhi kebutuhan keluarganya.
Kondisi tersebut menjadi salah satu fakta penting dalam rangkaian peristiwa yang berujung pada meninggalnya korban di atas kapal.
Sementara itu, saksi Defis Kurniawan menerangkan bahwa pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, dirinya membangunkan korban yang sedang berada di kamar belakang kapal untuk makan pagi.
Namun, korban tidak memberikan respons.
Saksi kemudian memanggil nahkoda dan ABK lainnya untuk melakukan pengecekan terhadap kondisi korban.
Setelah diperiksa oleh nahkoda Sujono, korban diketahui sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Peristiwa tersebut kemudian disampaikan kepada pemilik kapal, Budi Hermanto alias Aciu. Pemilik kapal memberikan arahan agar korban segera dibawa kembali ke Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan Cirebon untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Evakuasi Jenazah ABK Dilanjutkan ke Rumah Sakit
Setelah KM Cirebon Indah 5 tiba di Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan, personel Polsek KPC bersama Sat Polairud Polres Cirebon Kota dan unsur terkait langsung membantu proses pemindahan jenazah.
Jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju RS Gunung Jati. Langkah tersebut dilakukan untuk pemeriksaan medis sekaligus kepentingan penanganan lebih lanjut sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.
Kehadiran aparat dalam proses tersebut memastikan penanganan berjalan tertib dan manusiawi. Situasi duka yang dihadapi awak kapal juga mendapat perhatian dari petugas di lapangan.
Polisi: Pelayanan Kemanusiaan Menjadi Prioritas
Kapolsek KPC AKP Asep Sunaryo menegaskan bahwa keterlibatan personel dalam proses evakuasi bukan semata-mata menjalankan tugas kepolisian.
Menurutnya, proses tersebut juga menjadi bentuk empati dan penghormatan kepada korban. Polisi berupaya memberikan pelayanan kemanusiaan kepada pihak kapal sekaligus membantu keluarga dalam proses penanganan jenazah.
“Kami bersama Polres Cirebon Kota dan Polsek KPC berupaya membantu proses evakuasi dengan sebaik-baiknya, termasuk menggotong jenazah secara langsung, sebagai bentuk empati dan penghormatan kepada almarhum serta membantu pihak keluarga dalam proses penanganan selanjutnya.”
Sikap tersebut menunjukkan bahwa pelayanan kepolisian tidak berhenti pada aspek pengamanan. Dalam situasi kemanusiaan seperti ini, kehadiran petugas juga diperlukan untuk memastikan proses evakuasi berlangsung tertib, aman, dan tetap menghormati martabat korban.
Peristiwa meninggalnya S.R. menjadi duka bagi keluarga dan rekan-rekannya di atas kapal. Setelah pemeriksaan dan penanganan medis selesai, jenazah selanjutnya dipersiapkan untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
(Asep Suparman)
- Penulis: Asep Suparman







