Breaking News

Bupati Pringsewu Resmikan UPT SD Negeri 1 Gunung Raya sebagai Sekolah Definitif

  • account_circle Doni Ramadana
  • calendar_month 13 jam yang lalu
  • print Cetak

Perjuangan Panjang UPT SD Negeri 1 Gunung Raya Akhirnya Berbuah Hasil

Pringsewu, INC MEDIAUPT SD Negeri 1 Gunung Raya akhirnya resmi berdiri sebagai sekolah definitif setelah melalui perjuangan panjang sejak lebih dari satu dekade lalu. Peresmian sekolah yang berada di Dusun 1 RT 1 Pekon Gunung Raya, Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu itu dilakukan langsung oleh Bupati Pringsewu,Senin (18/5/2026).

Peresmian tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat Pekon Gunung Raya, khususnya dalam memperluas akses pendidikan dasar di wilayah pelosok. Sekolah yang dulunya hanya berstatus kelas jauh kini resmi berdiri mandiri dengan administrasi dan kepengurusan sendiri.

Kepala Sekolah UPT SD Negeri 1 Fajar Baru, menjelaskan sejarah berdirinya sekolah tersebut tidaklah mudah. Ia mengatakan, cikal bakal sekolah itu bermula dari sekolah jarak jauh bagi siswa di Pekon Kamilin sekitar tahun 2010-2011.

“Sejarah awal UPT SD Negeri 1 Gunung Raya ini awal mulanya merupakan sekolah jarak jauh murid yang ada di Pekon Kamilin, bangunan ini dulunya terletak di tempat Kadus Toyim Yusuf yang sekarang menjadi Kepala Pekon Gunung Raya kisaran 2010-2011, dengan kondisi bangunan geribik ukuran 5×7 tidak layak untuk sekolah,” jelasnya.

Wakaf Tanah Jadi Titik Awal Berdirinya Sekolah

Sai’an menuturkan, lokasi sekolah saat ini berdiri di atas tanah yang sebelumnya dimiliki Albertu Suparno sebelum berpindah kepemilikan kepada H. Alvi dan akhirnya diwakafkan untuk pembangunan sekolah.

“Tanah sekolah ini awalnya kepemilikan Albertu Suparno dan berpindah tangan menjadi kepemilikan H. Alvi kemudian diwakafkan guna bangunan sekolah yang kita resmikan hari ini,” ujarnya.

Menurutnya, status definitif sekolah tersebut tidak lepas dari perjuangan bersama antara kepala sekolah, dewan guru, aparatur pekon, hingga masyarakat setempat yang terus memperjuangkan keberadaan sekolah tersebut.

“Pendek cerita alhamdulillah pada hari ini UPT SD Negeri 1 Gunung Raya ini bisa definitif berkat kegigihan kepala sekolah, dewan guru, kepala pekon beserta aparatur pekon, dan masyarakat Pekon Gunung Raya yang jelas sudah dapat terwujud dikabulkan oleh bapak bupati H. Riyanto Pamungkas yang diresmikan pada hari ini,” tambahnya.

Status Definitif Permudah Akses Pendidikan

Ketua K3S Pagelaran Utara, Sri Basuki, menyebut peresmian sekolah definitif tersebut sebagai anugerah besar bagi dunia pendidikan di wilayah setempat.

“Peresmian ini merupakan sebuah anugerah dari Allah SWT. Akhirnya dari perjuangan yang cukup jauh dan melelahkan dari tahun 2010 alhamdulillah pada hari ini sudah menjadi sekolah definitif sendiri setelah dikeluarkannya SK dari bapak bupati karena sebelumnya SD 1 Gunung Raya masih satu kepengurusan dengan SD 1 Kamilin,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan, sebelumnya sekolah tersebut dikenal dengan nama SD Satu Atap Kamilin. Namun seiring bertambahnya jumlah siswa dan tersedianya lahan, sekolah tersebut akhirnya resmi berdiri sendiri.

“Sebelumnya nama UPT SD 1 Gunung Raya ini SD 1 Atap Kamilin, dikarenakan sudah adanya lahan dan semakin banyaknya siswa siswi maka didefinitifkanlah UPT SD 1 Gunung Raya,” jelasnya.

Sri Basuki menambahkan, pada hari yang sama juga telah diserahkan SKPT Kepala SD Negeri 1 Gunung Raya kepada Zhahrudin yang akan memimpin sekolah bersama empat dewan guru.

“Pada hari ini juga sudah diserahkannya SKPT Kepala SD 1 Gunung Raya dan alhamdulillah pada tahun ajaran baru ini sudah sah administrasi dari SD 1 Kamilin, dan untuk Kepala Sekolah SD N 1 Gunung Raya ini bapak Zhahrudin dengan 4 dewan guru sekaligus kepala sekolah, sementara itu ke depannya mungkin akan berkembang secara bertahap,” tambahnya.

Ia berharap keberadaan sekolah definitif tersebut mampu meningkatkan kualitas pendidikan di daerah pelosok dan mempermudah akses belajar bagi anak-anak di Pekon Gunung Raya.

“Saya sangat senang tentunya dengan adanya sekolahan ini mempermudah anak didik yang ada di Pekon Gunung Raya. Saya juga berharap mudah-mudahan ke depannya dunia pendidikan kita jauh lebih baik lagi dalam segala hal terutama di daerah pelosok-pelosok,” pungkasnya. (Doni)

  • Penulis: Doni Ramadana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kopdes Way Urang Jadi Percontohan Nasional, Gubernur Lampung Dorong Penguatan Ekonomi Desa

    Kopdes Way Urang Jadi Percontohan Nasional, Gubernur Lampung Dorong Penguatan Ekonomi Desa

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Lampung Selatan, INC MEDIA — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (RMD) menyebut Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, sebagai koperasi percontohan yang layak ditiru oleh desa-desa lain di Provinsi Lampung. “Kopdes Way Urang sangat lengkap. Ini dapat menjadi percontohan bagi koperasi desa lain agar bisa mengikuti jejak Kelurahan […]

  • Sapudin Apresiasi Ketegasan Polda Lampung: Kejahatan Jalanan Harus Dilawan

    Sapudin Apresiasi Ketegasan Polda Lampung: Kejahatan Jalanan Harus Dilawan

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Panglima DPP BPDI Apresiasi Langkah Tegas Polda Lampung Berantas Begal Bandar Lampung, INC MEDIA — Panglima Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Barisan Pemuda Demokrasi Indonesia, Sapudin, memuji ketegasan Irjen Helfi Assegaf dalam memberantas aksi begal dan kriminalitas jalanan di wilayah Lampung. Menurut Sapudin, langkah tegas yang diambil Polda Lampung menjadi bentuk nyata keberpihakan aparat kepolisian terhadap keamanan […]

  • Bismillah Bisa!’: Bupati Egi Lantik Pejabat Baru, Tekankan Transparansi dan Respons Publik

    Bismillah Bisa!’: Bupati Egi Lantik Pejabat Baru, Tekankan Transparansi dan Respons Publik

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Lampung Selatan, INC MEDIA — Untuk pertama kalinya sejak menjabat, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mengguncang struktur birokrasi dengan melantik delapan pejabat eselon III dalam upaya memperkuat roda pemerintahan yang profesional dan responsif. Pelantikan yang berlangsung di Aula Rajabasa pada Rabu (16/4/2025) ini menjadi tonggak awal perubahan signifikan di tubuh Pemerintah Daerah Lampung Selatan. […]

  • Dugaan Korupsi Rp112 Juta, Kepala Desa Sinar Rejeki Dilaporkan ke Kejari Kalianda

    Dugaan Korupsi Rp112 Juta, Kepala Desa Sinar Rejeki Dilaporkan ke Kejari Kalianda

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Lampung Selatan, INC MEDIA — Aroma dugaan korupsi kembali mencuat dari desa. Kali ini, anggaran Dana Desa (DD) Sinar Rejeki, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, tahun anggaran 2023–2024, disorot publik. Kepala Desa Sinar Rejeki resmi dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kalianda oleh organisasi masyarakat Pemuda Pancasila (PP) PAC Jati Agung, pada Selasa, 17 Juni […]

  • Ketua IWO Lampung Tegaskan Perlawanan terhadap Kriminalisasi Pers, Dukung Uji UU ITE

    Ketua IWO Lampung Tegaskan Perlawanan terhadap Kriminalisasi Pers, Dukung Uji UU ITE

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Lampung (INC Media) — Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Lampung akan melawan apapun bentuk kriminalisasi terhadap pers. Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan dalam perayaan Hari Pers Nasional (HPN) ke 79 di Sekertariat IWO Kota Metro, Jalan Kihajar Dewantara, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, Lampung, Selasa (11/2/2025). Menurut Edi, upaya kriminalisasi terhadap wartawan masih terus […]

  • ASN Brebes Terlibat Presensi Fiktif, 3.000 Pegawai Terancam Sanksi Berat

    ASN Brebes Terlibat Presensi Fiktif, 3.000 Pegawai Terancam Sanksi Berat

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Dugaan Presensi Fiktif Gegerkan ASN Brebes Jakarta, INC MEDIA — ASN Brebes kembali menjadi sorotan setelah ribuan aparatur sipil negara (ASN) diduga terlibat praktik presensi fiktif. Kasus ini mencuat usai pemerintah daerah menemukan indikasi manipulasi kehadiran yang dilakukan secara tidak sah dalam sistem absensi pegawai. Temuan tersebut memicu langkah tegas dari pemerintah daerah. Sedikitnya 3.000 […]

expand_less