Tugu Tani Marga Agung Direhab, Warga Bangga Ikon Desa Kini Lebih Megah
- account_circle Haris Efendi
- calendar_month 1 menit yang lalu
- print Cetak

0-3840x2174-0-0#
Tugu Tani Marga Agung Jadi Simbol Semangat Gotong Royong Warga
Lampung Selatan, incmedia.site — Desa Marga Agung kembali mempercantik wajah desanya melalui pembangunan ulang ikon kebanggaan masyarakat, yakni Tugu Tani yang berada di pertigaan utama desa atau yang dikenal warga sebagai Pertigaan Tugu Tani.
Pembangunan tugu tersebut dilakukan secara swadaya oleh masyarakat bersama pemerintah desa. Saat ini proses pengerjaan telah memasuki hari ke-14 dan progres pembangunan sudah berada pada tahap finishing.
Tugu Tani menjadi simbol yang sangat melekat dengan identitas Desa Marga Agung. Patung petani yang berdiri tegak sambil memikul cangkul di pundaknya merepresentasikan semangat kerja keras, keteguhan, dan karakter masyarakat desa yang tumbuh dari budaya pertanian.
Tugu Tani Marga Agung Dibangun Lebih Tinggi dan Modern
Pemerintah desa memutuskan melakukan rehabilitasi total terhadap tugu lama setelah terjadi insiden tertabrak kendaraan beberapa waktu lalu. Momentum tersebut kemudian dimanfaatkan untuk membangun ikon desa yang lebih kokoh dan representatif.
Kasi Pembangunan Desa Marga Agung, Eko Purwanto menjelaskan bahwa pembangunan ulang sebenarnya sudah lama direncanakan.
“Sebelumnya memang ingin diperbaiki, pas kebetulan ada insiden tugunya ditabrak pengendara jadi sekalian dirobohin dan diganti baru, karena tugu sebelumnya ukurannya agak pendek dan saat ini kita tinggikan,” ujarnya.
Pembangunan yang dilakukan secara gotong royong itu mendapat dukungan luas dari masyarakat. Selain memperindah kawasan pertigaan desa, keberadaan tugu baru juga diharapkan menjadi landmark yang membanggakan bagi warga maupun pendatang.
Kepala Desa Marga Agung Ajak Warga Jaga Kebersamaan
Kepala Desa Marga Agung, Suharno menilai Tugu Tani bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol sejarah dan semangat kolektif masyarakat desa.
“Keberadaan Tugu Tani ini memiliki makna penting bagi masyarakat Desa Marga Agung. Ini bukan hanya bangunan biasa, tetapi simbol perjuangan, semangat gotong royong, dan penghormatan kepada para petani yang menjadi tulang punggung kehidupan desa. Kami berharap dengan wajah baru tugu ini, masyarakat semakin bangga terhadap desanya dan terus menjaga persatuan serta kebersamaan,” kata Suharno.
Ia juga mengapresiasi antusiasme warga yang ikut mendukung pembangunan secara swadaya hingga proses pengerjaan berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Menurutnya, pembangunan ikon desa menjadi salah satu cara memperkuat identitas daerah sekaligus menumbuhkan rasa memiliki di tengah masyarakat.
Warga Merasa Nyaman Tinggal di Desa Marga Agung
Apresiasi terhadap pembangunan Tugu Tani juga datang dari warga pendatang yang telah lama menetap di Desa Marga Agung. Hosman mengaku merasakan suasana kekeluargaan yang kuat selama tinggal di desa tersebut.
“Saya tinggal disini sudah 4 tahun, disini warganya ramah-ramah, harapan saya Desa ini bisa maju, aman dan sejahtera,” ucap Hosman yang berasal dari Padang.
Pembangunan Tugu Tani kini menjadi simbol optimisme baru bagi masyarakat Desa Marga Agung. Selain mempercantik kawasan desa, ikon tersebut diharapkan mampu memperkuat semangat kebersamaan, gotong royong, dan kebanggaan warga terhadap daerahnya sendiri. (Hrs)
- Penulis: Haris Efendi


