Bantuan Stunting Kalianda: Camat Klaim Sudah Disalurkan, Bidan Desa Sebut Masih Usulan
- account_circle Redaksi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Bantuan Stunting Kalianda di Gunung Terang Disorot, Ada Perbedaan Data di Lapangan
Lampung Selatan, INC MEDIA — Bantuan Stunting Kalianda di Desa Gunung Terang, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, kembali menjadi sorotan setelah muncul perbedaan keterangan antara pejabat kecamatan, tenaga kesehatan, dan keluarga balita. Bantuan Stunting Kalianda disebut telah disalurkan oleh pihak kecamatan, namun fakta di lapangan menunjukkan adanya ketidaksesuaian informasi terkait penerimaan bantuan.
Perbedaan ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas dan ketepatan sasaran program percepatan penurunan stunting di wilayah tersebut.
Camat Klaim Bantuan Stunting Kalianda Sudah Diberikan
Camat Kalianda, Ruris Apdani, menegaskan bahwa pemerintah desa hingga kabupaten telah melakukan intervensi terhadap balita berisiko stunting di Desa Gunung Terang. Ia menyebut bantuan telah disalurkan dalam bentuk kebutuhan dasar dan pendampingan kesehatan.
“Sudah ditangani. Dari desa, kecamatan sampai kabupaten sudah memberikan bantuan, termasuk sembako dan susu. Kami juga terus memonitor perkembangan anak tersebut melalui laporan tim kesehatan di lapangan,” ujar Ruris.
Pernyataan ini menegaskan bahwa secara administratif, program penanganan stunting telah berjalan di tingkat pemerintah daerah.
Keluarga Balita: Bantuan Stunting Kalianda Belum Diterima
Namun, keterangan berbeda disampaikan oleh pihak keluarga. Desi Apriani, ibu dari Dafa Al Azril, balita berisiko stunting, menyatakan bahwa bantuan khusus pemulihan gizi belum pernah diterima secara langsung.
“Yang saya terima hanya MBG. Kalau bantuan khusus untuk penanganan gizi anak saya, tidak ada,” ungkap Desi.
Ia menjelaskan bahwa sebelumnya sempat menerima Bantuan Makanan Tambahan (BMT) saat anak masih bayi, namun program tersebut berhenti. Kondisi ini membuat intervensi gizi berkelanjutan tidak berjalan optimal.
Bidan Desa: Bantuan Stunting Kalianda Masih Tahap Usulan
Di sisi lain, Bidan Desa Gunung Terang, Farida Yunita, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengajukan bantuan lanjutan untuk pemulihan gizi anak tersebut.
“Sudah kami usulkan bantuan makanan tambahan melalui Perkesmas dan kami juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial,” jelas Farida.
Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut masih berada pada tahap pengajuan, bukan realisasi. Hal ini menunjukkan adanya proses administratif yang masih berjalan di tingkat layanan kesehatan desa.
Ketimpangan Data Bantuan Stunting Kalianda Jadi Sorotan
Perbedaan informasi antara pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, dan keluarga penerima manfaat menimbulkan perhatian publik terhadap tata kelola program penanganan stunting.
Kasus ini menunjukkan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh laporan pelaksanaan, tetapi juga oleh kepastian distribusi bantuan yang benar-benar diterima sasaran.
Penguatan sinkronisasi data, transparansi distribusi bantuan, serta koordinasi lintas sektor menjadi aspek penting agar program percepatan penurunan stunting dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Fokus 1.000 HPK dalam Penanganan Stunting
Sementara itu, kebijakan penanganan stunting tahun 2026 menitikberatkan pada kelompok 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kelompok ini mencakup remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita usia 0–59 bulan.
Intervensi dilakukan melalui pemantauan tumbuh kembang, edukasi gizi, serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebagai upaya pencegahan sejak dini. | Red
- Penulis: Redaksi



