APBDes Bandar Dalam 2024 Disorot, Warga Desak Pemeriksaan terhadap Kinerja Kades Suyadi
- account_circle Redaksi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Warga Soroti Pengelolaan APBDes Bandar Dalam 2024
LAMPUNG SELATAN, incmedia.site – Kinerja Suyadi dipertanyakan oleh masyarakat Desa Bandar Dalam, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan. Warga menilai pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2024 diduga menyimpan sejumlah kejanggalan yang perlu dibuka secara terang kepada publik.
Sorotan masyarakat tidak hanya tertuju pada pelaksanaan pembangunan fisik, tetapi juga pada sejumlah program ketahanan pangan, pengadaan sarana desa, hingga berbagai kegiatan operasional pemerintahan yang menggunakan anggaran negara bersumber dari uang rakyat.
Perwakilan warga setempat, HB, Kamis (14/5/2026), mengungkapkan keresahan masyarakat yang mengaku mulai kehilangan kepercayaan terhadap pola pengelolaan anggaran desa yang dinilai tidak transparan dan tidak merata.
Rincian Anggaran Jadi Sorotan Publik
Berdasarkan data yang diperoleh masyarakat, sejumlah anggaran dalam APBDes 2024 memiliki nilai cukup besar. Di antaranya:
- Iuran BPJS Ketenagakerjaan perangkat desa Rp35.768.724
- Tunjangan pengelola keuangan desa Rp82.093.496
- Operasional pemerintahan desa Rp41.000.000
- Pengadaan sarana pelayanan masyarakat Rp109.512.000
- Pemeliharaan kantor desa Rp51.159.200
- Penyusunan dan penetapan APBDes Rp28.260.000
- Pengelolaan dan pelaporan PBB Rp43.156.000
- Insentif PAUD Rp76.624.000
- Program makanan tambahan balita, ibu hamil dan lansia Rp120.652.000
- Pembangunan tempat pembuangan sampah Dusun Way Galih Rp85.035.000
- Sarana olahraga Rp9.894.000
Selain itu, program ketahanan pangan dan pengembangan lumbung desa juga menjadi perhatian serius masyarakat karena total anggarannya mencapai Rp368.137.000.
Dana tersebut disebut digunakan untuk pembangunan jembatan kecil Rp30.012.000, perbaikan jembatan gantung Rp55.730.000, pembangunan tembok penahan tanah Rp112.273.000, serta Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa bagi 66 keluarga penerima manfaat selama 12 bulan sebesar Rp237.600.000.
Tak hanya itu, terdapat pula anggaran Rp170.122.000 untuk program Lumbung Gizi Desa.
Kinerja Suyadi Dipertanyakan dalam Program Ketahanan Pangan
HB menyatakan masyarakat mulai mempertanyakan efektivitas hingga kewajaran penggunaan anggaran tersebut. Menurutnya, sejumlah kegiatan fisik di lapangan dinilai tidak sesuai harapan warga dan terkesan tidak menyentuh kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.
“Kami mempertanyakan banyak hal, mulai dari pelaksanaan pembangunan tembok penahan tanah, jembatan, hingga tembok penahan tanah. Kami menduga kuat terdapat hal yang tidak sesuai dengan ketentuan dan adanya penyimpangan dalam penggunaan dana yang seharusnya diperuntukkan bagi kemajuan desa,” ujar HB.
Sorotan tajam juga mengarah pada pengadaan dalam program ketahanan pangan. Warga mempertanyakan rincian pembelian yang nilainya dianggap cukup fantastis.
Di antaranya pembelian 1.000 batang bibit alpukat dengan harga Rp50.000 per batang atau total Rp50 juta, pembelian 9 ekor kambing senilai Rp22,5 juta, hingga pengadaan 2 ekor sapi dengan nilai Rp36.622.000.
Menurut warga, nilai tersebut perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat.
Warga Minta Aparat Penegak Hukum Turun Tanga
Masyarakat menduga terdapat perbedaan antara laporan penggunaan anggaran dengan kondisi riil di lapangan. Dugaan itu kemudian memunculkan desakan agar aparat penegak hukum segera melakukan pemeriksaan.
“Pembelian sembilan ekor kambing, dua ekor sapi, hingga bibit tanaman yang nilainya mencapai puluhan juta rupiah menjadi hal yang sangat kami pertanyakan. Kami khawatir dana yang bersumber dari uang rakyat tidak dikelola secara jujur dan bertanggung jawab sebagaimana mestinya,” tegas HB.
Warga meminta pihak Kepolisian, Kejaksaan Negeri Lampung Selatan, serta Inspektorat Daerah segera turun melakukan audit dan pemeriksaan terhadap penggunaan APBDes Bandar Dalam Tahun 2024.
HB menyebut masyarakat saat ini sedang mengumpulkan berbagai dokumen dan bukti pendukung sebelum menyerahkannya kepada aparat penegak hukum.
“Kami masih terus mengumpulkan dan melengkapi berbagai bukti serta data pendukung. Dalam waktu dekat, berkas tersebut akan kami serahkan kepada aparat penegak hukum agar dapat diproses sesuai jalur hukum yang berlaku. Kami berharap kebenaran segera terungkap dan keadilan dapat ditegakkan,” tambahnya.
Kades Bandar Dalam Belum Berikan Tanggapan
Sementara itu, Kepala Desa Bandar Dalam, Suyadi, telah beberapa kali diupayakan untuk dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan jawaban maupun tanggapan resmi.
Tim media juga melakukan upaya konfirmasi melalui sekretaris desa. Pihak sekretaris desa menyampaikan bahwa pertanyaan wartawan akan diteruskan kepada Kepala Desa untuk segera diberikan jawaban resmi.
“Sabar ya, nanti sedang akan saya sampaikan dan bicarakan langsung dengan Pak Kades secepatnya,” ujarnya.
Media ini masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Bandar Dalam, Suyadi, serta pihak-pihak terkait lainnya guna memperoleh penjelasan berimbang sesuai prinsip keberimbangan pemberitaan dan ketentuan Undang-Undang Pers.
Media ini juga menyatakan siap memberikan ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini apabila ingin memberikan penjelasan, tanggapan, maupun bantahan resmi.
- Penulis: Redaksi

