Kasus Kematian Riyas: Kapolres Lampung Timur Tegaskan Komitmen Ungkap Pembunuhan Kader Fatayat NU
- account_circle Redaksi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Kapolres Pastikan Kasus Kematian Riyas Menjadi Prioritas
LAMPUNG TIMUR, INC MEDIA – Kasus kematian Riyas kembali menjadi perhatian publik setelah Kapolres Lampung Timur, AKBP Heti Patmawati, menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pengungkapan perkara yang menimpa Riyas Nuraini, kader Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Silaturahim Kamtibmas yang digelar di Pondok Pesantren Darul Fattah, Way Bungur, Lampung Timur. Dalam kesempatan itu, Kapolres menegaskan bahwa jajaran Polres Lampung Timur masih terus bekerja untuk mengungkap kasus yang hingga kini belum menemukan titik terang.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara kepolisian, tokoh agama, pesantren, dan organisasi kemasyarakatan dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.
Kasus Kematian Riyas Jadi Prioritas Penyidikan
Dalam forum tersebut, AKBP Heti Patmawati menjelaskan perkembangan penanganan perkara dan menegaskan bahwa pengungkapan kasus pembunuhan Riyas menjadi salah satu prioritas utama Polres Lampung Timur.
“Kami sangat memprioritaskan pengungkapan kasus terbunuhnya kader Fatayat NU ini. Seluruh kekuatan sedang kami kerahkan. Beberapa waktu lalu kami juga mendapat bantuan tim dari Mabes Polri untuk mempercepat proses pengungkapan kasus tersebut,” ujarnya.
Kapolres juga menjelaskan bahwa kehadiran Kasat Reskrim dalam kegiatan tersebut bertujuan membuka ruang komunikasi langsung dengan tokoh NU dan keluarga besar pesantren terkait perkembangan penyelidikan.
“Malam ini saya sengaja mengajak Kasat Reskrim agar Pak Kiai dapat berkomunikasi langsung dengan tim kami yang sedang bekerja. Kami serius, meskipun sampai saat ini hasil yang diharapkan belum tercapai,” katanya.
Ia turut meminta doa dan dukungan dari para ulama, santri, serta masyarakat agar proses penyelidikan berjalan lancar dan kasus tersebut segera terungkap.
GP Ansor Berharap Keadilan untuk Riyas
Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Lampung Timur, KH M Muslih, menilai silaturahim tersebut menjadi ruang komunikasi yang positif antara masyarakat dan kepolisian, khususnya terkait perkembangan penanganan kasus pembunuhan Riyas.
“Kami menyambut baik silaturahim kamtibmas ini. Semoga menjadi ikhtiar bersama untuk menghadirkan rasa aman sekaligus membuka ruang informasi yang positif dalam upaya mengungkap kasus Riyas,” ujarnya.
Menurutnya, keluarga besar Ansor, Banser, dan Fatayat NU Lampung Timur masih merasakan duka mendalam atas peristiwa tersebut. Karena itu, mereka berharap proses hukum dapat segera menemukan titik terang dan memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban.
“Melalui silaturahim kamtibmas ini, setidaknya ada harapan keadilan yang kami rasakan. Karena itu, kami tetap mempercayakan proses pengungkapan kasus ini kepada kepolisian, khususnya Polres Lampung Timur,” tegasnya.
Publik Menanti Terungkapnya Kasus Kematian Riyas
Diketahui, Riyas Nuraini ditemukan meninggal dunia pada Juli 2024. Kasus tersebut menyita perhatian luas masyarakat karena hingga kini proses pengungkapan pelaku masih berlangsung. Berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi NU dan tokoh daerah, terus mendorong agar penyelidikan dilakukan secara profesional, transparan, dan tuntas demi memberikan kepastian hukum bagi keluarga korban.
Komitmen yang kembali ditegaskan Kapolres Lampung Timur diharapkan dapat menjawab harapan publik yang selama ini menunggu perkembangan signifikan dalam pengungkapan kasus kematian kader Fatayat NU tersebut.**
- Penulis: Redaksi
- Sumber: NU online


