Kapolda Aceh Subuh Keliling di Masjid Baitussalihin, Perkuat Semangat Polisi Bersama Masyarakat
- account_circle Redaksi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

BANDA ACEH, INC MEDIA – Kedekatan antara kepolisian dan masyarakat tidak cukup dibangun melalui patroli maupun penegakan hukum. Komunikasi, silaturahmi, dan keterlibatan langsung di tengah warga juga menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Semangat tersebut ditunjukkan Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan melalui kegiatan Salat Subuh Keliling (Suling) di Masjid Baitussalihin, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan ini menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat sekaligus membuka ruang komunikasi langsung untuk menyerap aspirasi serta mengetahui berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan warga.
Kapolda Aceh hadir bersama Irwasda Polda Aceh, para pejabat utama (PJU) Polda Aceh, Kapolresta Banda Aceh, Kapolsek Ulee Kareng, serta sejumlah personel Polda Aceh. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh keakraban.
Masjid Menjadi Ruang Silaturahmi dan Pesan Antinarkoba
Selain melaksanakan salat Subuh berjemaah, kegiatan tersebut diisi tausiah keagamaan yang disampaikan Imam Chik Masjid Baitussalihin.
Dalam tausiahnya, Imam Chik menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Aceh beserta jajaran atas keberhasilan pengungkapan pabrik narkotika jenis sabu di wilayah Pidie.
Ia mengingatkan bahwa segala sesuatu yang memabukkan dan merusak akal harus dijauhi. Pesan tersebut sejalan dengan ajaran agama agar manusia tidak menjerumuskan diri ke dalam kebinasaan serta senantiasa menjaga diri melalui perilaku dan konsumsi yang baik.
Menurutnya, pemberantasan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian, TNI, BNN, maupun instansi pemerintah lainnya. Seluruh elemen masyarakat harus mengambil bagian dalam mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkotika.
Dampak narkoba tidak berhenti pada kerusakan kesehatan dan akal. Penyalahgunaannya juga dapat menghancurkan masa depan, mengganggu kehidupan keluarga, melemahkan nilai keagamaan, hingga merusak tatanan sosial masyarakat.
Selain narkoba, judi online turut menjadi perhatian. Praktik tersebut telah menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari keretakan rumah tangga, kehilangan pekerjaan, hingga kesulitan ekonomi yang membebani keluarga.
Polri Ajak Masyarakat Aktif Menjaga Kamtibmas
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., menjelaskan bahwa Salat Subuh Keliling merupakan bagian dari program prioritas Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto untuk memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, personel kepolisian memiliki kesempatan mendengar langsung aspirasi, menerima masukan, serta mendeteksi sejak dini berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu situasi kamtibmas.
Joko menegaskan, keamanan lingkungan bukan semata-mata tanggung jawab aparat kepolisian. Partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
“Menjaga kamtibmas bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat. Karena itu, komunikasi, silaturahmi, dan kepedulian bersama menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif,” ujar Joko.
Usai salat Subuh berjemaah dan mengikuti tausiah, Kapolda Aceh melanjutkan kegiatan dengan ngopi bersama pengurus masjid dan masyarakat.
Suasana santai tersebut dimanfaatkan untuk berdialog, menyerap aspirasi, serta bertukar informasi mengenai perkembangan situasi keamanan di lingkungan masyarakat.
Polisi Bersama Masyarakat, Bukan Hanya Slogan
Joko menambahkan, Polda Aceh akan terus memperkuat pendekatan humanis melalui kegiatan keagamaan, silaturahmi, dan dialog bersama masyarakat.
Menurutnya, kehadiran Polri di tengah warga harus dirasakan tidak hanya ketika terjadi gangguan keamanan atau proses penegakan hukum, tetapi juga dalam kehidupan sosial sehari-hari.
“Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, menjauhi narkoba dan judi online, serta membangun kehidupan yang religius, harmonis, dan saling peduli demi terpeliharanya kamtibmas di Aceh,” tutupnya.
Kegiatan Subuh Keliling ini menjadi pengingat bahwa keamanan yang kuat membutuhkan kepercayaan dan kerja sama. Aparat menjalankan tugas sesuai kewenangannya, sementara masyarakat berperan aktif menjaga lingkungan, melaporkan potensi gangguan, serta membangun kepedulian sosial.
Dengan komunikasi yang terbuka dan kemitraan yang terjaga, semangat Polisi Bersama Masyarakat diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, melainkan diwujudkan dalam tindakan nyata untuk menjaga Aceh tetap aman dan kondusif.
Pewarta: Helmy
INC MEDIA – Tegas, Objektif dan Terpercaya
- Penulis: Redaksi



