Satlantas Polres Kuningan Tekan Penggunaan Knalpot Brong, Tertib Lalu Lintas Diperkuat
- account_circle Wahidin
- calendar_month 48 menit yang lalu
- print Cetak

KUNINGAN, INC MEDIA – Knalpot brong menjadi salah satu perhatian Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kuningan dalam upaya memperkuat ketertiban berlalu lintas di wilayah Kecamatan Ciawigebang. Polisi mengintensifkan edukasi, sosialisasi, patroli, dan pemantauan untuk menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya preemtif dan preventif. Polisi tidak hanya mengedepankan penindakan terhadap pelanggaran, tetapi juga berupaya membangun kesadaran masyarakat agar kepatuhan terhadap aturan lalu lintas menjadi kebiasaan.
Knalpot Brong Jadi Perhatian Satlantas Polres Kuningan
Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama melalui Kasat Lantas Polres Kuningan AKP Aktuin Moniharapon mengimbau masyarakat, khususnya pengendara sepeda motor, untuk mematuhi ketentuan lalu lintas.
Ia meminta pengendara tidak menggunakan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis. Selain berpotensi menjadi pelanggaran, suara bising dari knalpot tersebut dinilai dapat mengganggu kenyamanan pengguna jalan maupun masyarakat di sekitar.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para pengendara sepeda motor, untuk selalu tertib berlalu lintas dan tidak menggunakan knalpot brong. Penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis selain merupakan pelanggaran, juga dapat mengganggu kenyamanan pengguna jalan dan masyarakat sekitar,” ujar AKP Aktuin Moniharapon dalam keterangan persnya, Selasa (25/8/2026).
Edukasi dan Pencegahan Knalpot Brong
Satlantas Polres Kuningan menjalankan pendekatan preemtif dengan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya tertib berlalu lintas. Polisi juga mengingatkan pengendara untuk memastikan kendaraan yang digunakan memenuhi standar dan persyaratan teknis.
Sementara itu, langkah preventif dilakukan melalui patroli, pemantauan, serta penempatan personel di sejumlah lokasi yang dinilai rawan pelanggaran dan gangguan lalu lintas.
Sosialisasi juga dilakukan menggunakan alat pengeras suara dari kendaraan Satlantas Polres Kuningan. Cara tersebut menjadi salah satu sarana untuk menyampaikan imbauan secara langsung kepada pengguna jalan.
“Upaya ini tidak hanya mengedepankan penindakan, tetapi yang lebih utama adalah bagaimana membangun kesadaran masyarakat agar tertib berlalu lintas menjadi suatu kebiasaan. Kami mengedepankan edukasi, imbauan dan pencegahan untuk menciptakan situasi lalu lintas yang aman dan kondusif,” katanya.
Peran Orang Tua Awasi Kendaraan Anak
Polisi juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam mengawasi penggunaan sepeda motor oleh anak-anak. Pengawasan diperlukan agar kendaraan yang digunakan memenuhi kelengkapan serta persyaratan teknis.
Menurut AKP Aktuin, keselamatan berlalu lintas tidak cukup hanya mengandalkan kehadiran polisi. Kesadaran pengendara dan keterlibatan keluarga juga menjadi bagian penting dalam membangun budaya tertib di jalan raya.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Mari kita mulai dari diri sendiri dengan mematuhi aturan, menggunakan kendaraan sesuai standar dan menghormati pengguna jalan lainnya,” pungkasnya.
Tertib Lalu Lintas Tanggung Jawab Bersama
Satlantas Polres Kuningan menegaskan bahwa terwujudnya Kamseltibcarlantas merupakan tanggung jawab bersama. Polisi memiliki peran dalam edukasi, pencegahan, pengawasan, dan penindakan. Namun, keberhasilannya tetap bergantung pada kepatuhan masyarakat.
Penggunaan kendaraan sesuai standar menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap pengendara. Dengan demikian, potensi gangguan akibat knalpot brong dapat ditekan, sementara kenyamanan masyarakat dan keselamatan pengguna jalan dapat lebih terjaga.
Upaya Satlantas Polres Kuningan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penegakan ketertiban lalu lintas tidak semata-mata berorientasi pada sanksi. Edukasi dan pencegahan menjadi bagian penting untuk membangun kesadaran yang berkelanjutan.
- Penulis: Wahidin







