LSM Maung Gelar Rapat Kerja, Perkuat Sinergi Antar-Divisi
- account_circle Karim
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

PESAWARAN, INC MEDIA — Rapat kerja LSM Maung digelar di Jalan Raya Kurungan Nyawa, Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Minggu (23/8/2026). Forum ini menjadi ruang bagi jajaran pengurus untuk memperkuat komunikasi, mengevaluasi kinerja, sekaligus menyusun langkah organisasi ke depan.
Rapat dimulai sekitar pukul 13.30 WIB dan dipimpin langsung Ketua LSM Maung, Suplan Efendi. Sejumlah pengurus hadir dalam agenda tersebut, termasuk jajaran Divisi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan Divisi Media.
Rapat Kerja LSM Maung Diawali Doa Bersama
Rapat kerja LSM Maung diawali dengan doa bersama. Agenda tersebut menjadi bentuk rasa syukur sekaligus harapan agar seluruh pembahasan berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang dapat memperkuat organisasi.
Setelah doa, Ketua LSM Maung Suplan Efendi menyampaikan sambutan sekaligus arahan kepada seluruh pengurus. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang konsisten di antara jajaran organisasi.
Menurut Suplan, koordinasi antar-divisi tidak boleh berhenti pada komunikasi formal. Hubungan kerja yang solid diperlukan agar setiap program dapat berjalan terarah dan masing-masing pengurus memahami tugas serta tanggung jawabnya.
“Pentingnya menjalin komunikasi yang baik, juga untuk kalibrasi, dipererat kembali,” ujar Suplan Efendi dalam arahannya.
Evaluasi Struktur dan Program Kerja LSM Maung
Dalam rapat kerja LSM Maung, pengurus membahas sejumlah agenda organisasi. Salah satu pembahasan utama berkaitan dengan pembenahan dan pemaparan struktur organisasi.
Pembenahan tersebut diperlukan agar pembagian tugas setiap bagian semakin jelas. Dengan struktur yang tertata, setiap divisi diharapkan dapat menjalankan peran secara lebih efektif serta menghindari tumpang tindih tanggung jawab.
Selain struktur organisasi, masing-masing divisi juga mendapat kesempatan menyampaikan evaluasi. Pengurus membahas kegiatan yang telah berjalan, kendala yang ditemui, serta hal-hal yang perlu diperbaiki.
Evaluasi menjadi bagian penting karena organisasi tidak cukup hanya memiliki program. Setiap program juga membutuhkan pelaksanaan yang terukur, koordinasi yang kuat, dan pertanggungjawaban yang jelas.
Dalam forum tersebut, pengurus juga membahas penyusunan serta penguatan program kerja LSM Maung. Setiap divisi didorong menyusun program yang sesuai dengan bidangnya dan memiliki manfaat nyata.
Sinergi Antar-Divisi Jadi Fokus Pembahasan
Sinergi antar-divisi menjadi salah satu perhatian dalam rapat. Pengurus menyadari bahwa program organisasi akan sulit berjalan maksimal jika setiap bagian bekerja sendiri-sendiri.
Karena itu, komunikasi dan koordinasi menjadi fondasi yang terus ditekankan. Setiap divisi diharapkan mampu membangun pola kerja yang saling mendukung.
Rapat berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Meski membahas evaluasi, struktur, serta program organisasi, jajaran pengurus mengedepankan musyawarah untuk mencari kesepakatan bersama.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa konsolidasi organisasi tidak hanya berkaitan dengan pembagian tugas. Lebih dari itu, konsolidasi diperlukan untuk menyatukan arah dan membangun komitmen seluruh pengurus.
Keputusan Bersama Jadi Dasar Pelaksanaan Program
Menjelang rapat berakhir, pimpinan rapat membacakan ringkasan hasil pembahasan. Termasuk penetapan penanggung jawab dari setiap program kerja yang telah disepakati.
Keputusan tersebut menjadi dasar bagi jajaran pengurus dalam menjalankan agenda organisasi. Program kerja yang telah dibahas kemudian dinyatakan resmi untuk dilaksanakan setelah memperoleh komitmen bersama dari seluruh divisi.
Rapat kerja ditutup sekitar pukul 15.30 WIB. Forum tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan sekaligus semangat baru bagi jajaran LSM Maung untuk memperkuat koordinasi.
Ke depan, konsistensi komunikasi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga soliditas organisasi. Dengan pembagian tugas yang lebih jelas dan program kerja yang terarah, LSM Maung diharapkan mampu menjalankan agenda organisasinya secara lebih efektif.
Rapat kerja ini sekaligus menjadi momentum untuk mempererat hubungan antar-pengurus. Sinergi yang terbangun diharapkan tidak berhenti di ruang rapat, tetapi diwujudkan melalui pelaksanaan program yang bertanggung jawab dan memberikan kontribusi positif sesuai bidang masing-masing.
(Karim)
- Penulis: Karim







