Kapolda Aceh Hadiri Maulid Nabi di Masjid Raya Baiturrahman
- account_circle Helmy
- calendar_month 15 menit yang lalu
- print Cetak

Banda Aceh, INC MEDIA — Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum memperkuat kebersamaan antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan bersama masyarakat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Senin malam, 24 Agustus 2026.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah bertepatan dengan Selasa, 25 Agustus 2026. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana religius dan diikuti jamaah dengan penuh kekhusyukan.
Maulid Nabi Jadi Momentum Kebersamaan
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi agenda keagamaan. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk kembali mengingat keteladanan Rasulullah SAW dalam membangun kehidupan yang berlandaskan akhlak, kepedulian, persaudaraan, dan kebersamaan.
Kehadiran Kapolda Aceh bersama unsur pemerintah daerah dan masyarakat menunjukkan adanya semangat bersama untuk menjaga nilai-nilai keagamaan di tengah kehidupan sosial masyarakat Aceh.
Rangkaian kegiatan diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an. Setelah itu, jamaah bersama-sama melantunkan Salawat Badar. Suasana khidmat semakin terasa ketika para jamaah mengikuti rangkaian acara dengan penuh penghayatan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Wakil III Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Dr. H. A. Mufakhir Muhammad, serta Plt. Sekda Aceh Taufik.
Kapolda Aceh Hadiri Maulid Nabi Bersama Masyarakat
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto mengatakan, kehadiran Kapolda Aceh dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari semangat kebersamaan antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat.
“Ini merupakan wujud kebersamaan Kapolda Aceh bersama unsur pemerintah dan masyarakat dalam memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW,” ujar Joko dalam keterangannya usai kegiatan.
Menurut Joko, momentum keagamaan seperti Maulid Nabi Muhammad SAW dapat menjadi sarana mempererat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat. Kebersamaan tersebut dinilai penting untuk menjaga suasana kehidupan sosial yang harmonis.
Selain itu, peringatan Maulid juga menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW. Nilai tersebut mencakup kejujuran, kepedulian, kasih sayang, serta sikap menghormati sesama.
Tausyiah Tekankan Keteladanan Rasulullah
Puncak kegiatan diisi tausyiah dan doa bersama yang disampaikan Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Dr. Misran Fuadi.
Dalam tausyiahnya, Misran mengingatkan jamaah agar tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Menurutnya, peringatan Maulid seharusnya mendorong umat Islam untuk menerapkan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Keteladanan tersebut mencakup hubungan manusia dengan Allah SWT sekaligus hubungan dengan sesama manusia. Sikap saling menghormati, membantu, menjaga persaudaraan, dan memperkuat kepedulian sosial menjadi bagian penting dari penerapan nilai-nilai tersebut.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Raya Baiturrahman akhirnya ditutup dengan doa bersama. Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa nilai-nilai keagamaan dapat menjadi fondasi dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, peduli, dan saling menghargai.
Bagi masyarakat Aceh, Masjid Raya Baiturrahman juga memiliki kedudukan penting sebagai salah satu pusat kegiatan keagamaan. Karena itu, peringatan Maulid di masjid tersebut tidak hanya menghadirkan suasana religius, tetapi juga mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam satu momentum kebersamaan.| Red
- Penulis: Helmy







