Breaking News
light_mode

Jalan Rusak Tubaba: Nyawa Rakyat Dipertaruhkan, Janji Infrastruktur Dipertanyakan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
  • print Cetak

Kecelakaan Maut di Panaragan Jaya Kembali Picu Sorotan

Tulang Bawang Barat, incmedia.sute — Jalan Rusak Tubaba kembali menjadi sorotan setelah kecelakaan maut terjadi di ruas Jalan Raya Panaragan Jaya – Pulung Kencana, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Peristiwa tragis itu membuka kembali persoalan lama yang selama bertahun-tahun dikeluhkan masyarakat: jalan berlubang, aspal mengelupas, hingga minimnya penanganan serius dari pemerintah.

Kondisi jalan yang rusak kini tidak lagi sekadar mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi telah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan warga. Ironisnya, persoalan tersebut terus berulang meski janji pembangunan infrastruktur selalu menjadi materi utama dalam setiap momentum politik.

Wawan Hidayat, Ketua DPD JPKP Tulang Bawang Barat, menilai masyarakat mulai kehilangan kepercayaan terhadap komitmen pembangunan yang pernah dijanjikan kepada rakyat.

“Padahal saat masa kampanye dahulu, janji tentang pembangunan infrastruktur begitu lantang disampaikan. Jalan mulus disebut sebagai prioritas. Kesejahteraan rakyat dijadikan slogan utama,” tulis Wawan dalam keterangannya.

Namun hingga hari ini, masyarakat masih dipaksa melewati jalan rusak dengan risiko kecelakaan yang terus membayangi.

Kritik Publik Menguat, Pemerintah Diminta Tidak Tutup Telinga

Sorotan tajam juga datang dari konten kreator Tubaba, Herwanto atau yang dikenal sebagai Paman Acong. Pernyataannya di media sosial menjadi perhatian luas karena dianggap mewakili keresahan masyarakat kecil yang selama ini merasa suaranya sering diabaikan setelah pesta demokrasi selesai.

“Apa harus menunggu keluarga pejabat menjadi korban baru jalan diperbaiki?” ujar Paman Acong.

Kalimat tersebut menuai beragam respons di tengah masyarakat. Namun di sisi lain, ucapan itu dianggap mencerminkan akumulasi kekecewaan publik terhadap lambannya penanganan infrastruktur jalan di Tubaba.

Menurut Wawan Hidayat, kritik masyarakat tidak seharusnya dipandang sebagai serangan politik.

“Pemerintah daerah seharusnya tidak alergi terhadap suara rakyat. Justru momentum ini harus menjadi bahan evaluasi besar bahwa pembangunan bukan sekadar seremoni, bukan sekadar baliho pencitraan, dan bukan sekadar laporan angka-angka di atas kertas,” tegasnya.

Jalan Rusak Tubaba dan Tanggung Jawab Pemerintah

Persoalan Jalan Rusak Tubaba juga memiliki dimensi hukum yang jelas. Dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 24 ayat (1) disebutkan bahwa penyelenggara jalan wajib segera memperbaiki jalan rusak yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Sementara pada ayat (2), pemerintah diwajibkan memberikan tanda atau rambu peringatan apabila perbaikan belum dapat dilakukan.

Artinya, ketika jalan rusak dibiarkan tanpa penanganan memadai hingga menyebabkan korban jiwa, persoalan tersebut bukan lagi sekadar masalah teknis pembangunan, tetapi menyangkut tanggung jawab moral dan hukum penyelenggara jalan.

Selain itu, Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan juga menegaskan bahwa infrastruktur jalan memiliki fungsi penting dalam mendukung keselamatan, keamanan, dan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, masyarakat menilai pembangunan seharusnya tidak berhenti pada seremoni proyek atau pencitraan politik, melainkan benar-benar diwujudkan dalam fasilitas publik yang aman dan layak digunakan.

Publik Menunggu Langkah Nyata

Wawan Hidayat menegaskan masyarakat Tulang Bawang Barat tidak sedang meminta sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya ingin hak dasar sebagai warga negara dipenuhi, yakni akses jalan yang aman dan layak dilalui.

“Bagi rakyat kecil, keberhasilan pembangunan bukan diukur dari pidato pejabat atau unggahan media sosial pemerintah, melainkan dari jalan yang aman dilalui, fasilitas yang layak digunakan, dan rasa aman ketika keluar rumah,” ujarnya.

Ia menambahkan, keselamatan masyarakat tidak boleh kalah murah dibanding janji politik yang pernah diucapkan saat kampanye.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait, baik dari Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), maupun instansi berwenang lainnya terkait penanganan ruas Jalan Raya Panaragan Jaya – Pulung Kencana tersebut.

Kini publik menunggu langkah nyata pemerintah untuk membuktikan keberpihakan terhadap keselamatan rakyat, bukan sekadar menyampaikan janji yang kembali tenggelam bersama lubang-lubang jalan yang belum diperbaiki.

 

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Gunakan Ijazah Palsu, Oknum Anggota DPRD Tubaba Dilaporkan Ke Polda Lampung Oleh JPKP 

    • calendar_month Sabtu, 18 Jan 2025
    • account_circle arif
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, INC Media, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Jaringan Kebijakan Pembangunan (JPKP) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) resmi melaporkan dugaan penggunaan ijazah palsu oknum Anggota DPRD terpilih Tubaba berinisial EF ke Mapolda Lampung, pada Jum’at (17/01/2024). Bukan hanya isapan jempol belaka, Wawan Hidayat selaku Ketua JPKP Tubaba akan terus berkomitmen mengawal laporan dugaan penggunaan […]

  • Hari Pahlawan 2024: Wakapolda Lampung Gaungkan Nilai Kepahlawanan untuk Indonesia Maju

    • calendar_month Minggu, 10 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Lampung Selatan, INC Media — Dalam upacara Hari Pahlawan 2024, Wakapolda Lampung Brigjen Pol Dr. Ahmad Ramadhan mengingatkan pentingnya menjaga semangat kepahlawanan. “Para pahlawan kita berjuang demi NKRI, dan semangat ini harus terus ada dalam diri kita,” ujarnya, Minggu (10/11/2024). Ia juga menyampaikan pesan Menteri Sosial bahwa perjuangan bangsa berbeda di setiap masa, namun memiliki […]

  • Pengawasan Program MBG Diperkuat: Kepala BGN Tegaskan Tata Kelola Berbasis Sistem yang Transparan dan Akuntabel

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, INC MEDIA – Pengawasan Program MBG menjadi salah satu fokus utama Badan Gizi Nasional (BGN) dalam memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan secara transparan, akuntabel, dan sesuai prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Komitmen tersebut ditegaskan BGN melalui penguatan sistem pengawasan dan tata kelola berbasis sistem yang dirancang untuk meminimalkan […]

  • Ijazah Gratis Tanpa Biaya, Sopi: Terima Kasih Gubernur Lampung dan Pak Thomas Americo!

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Bandar Lampung, INC MEDIA — Haru dan syukur dirasakan Milaya Sopi, lulusan SMKN 7 Sukarame jurusan Akuntansi tahun 2023. Setelah sekian lama tertahan karena kendala ekonomi, ijazahnya akhirnya bisa diambil tanpa biaya sepeser pun, berkat program Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pendidikan. “Ya om, saya datang ke sekolah untuk ambil ijazah yang sempat tertahan karena […]

  • Dugaan Pabrik Skripsi An-Nur Lampung Diusut, Kemenag Akui Proses Masih Berjalan

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    LAMPUNG, incmedia.site – Dugaan Pabrik Skripsi An-Nur Lampung terus menjadi sorotan publik setelah Kementerian Agama (Kemenag) RI mengakui bahwa laporan terkait dugaan praktik komersialisasi skripsi di Universitas Islam An-Nur Lampung masih dalam proses penanganan dan pendalaman. Kasus ini menyita perhatian karena menyangkut integritas dunia pendidikan tinggi. Jika dugaan tersebut terbukti, praktik yang dipersoalkan tidak hanya […]

  • S. Ramelan instruksikan Anggotanya agar tidak terprovokasi atas terjadinya bentrok antar Ormas 

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Lampung (INC Media) — Ketua DPD GRIB Jaya Provinsi Lampung mpung Instruksikan Seluruh Anggota GRIB Jaya DPC dan PAC di 15 kabupaten/Kota Se-Lampung agar Tidak Terprovokasi oleh kabar bentrok antar ormas yang terjadi saat ini. Hal itu disampaikan oleh S. Ramelan, pada Rabu (25/1/2025). “Menyikapi situasi di beberapa daerah yang terjadi bentrok antar ormas, diharapkan […]

expand_less