Klarifikasi Ipda Iqbal: Tepis Tuduhan Tolak Laporan Polsek Bumi Waras
- account_circle Redaksi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Bandar Lampung, incmedia.site — Klarifikasi Ipda Iqbal terkait video viral di Polsek Bumi Waras, Bandar Lampung, menarik perhatian publik. Video itu menimbulkan tuduhan penolakan laporan polisi dan dugaan pembiaran penganiayaan, yang dibantah tegas oleh Ipda Iqbal.
Klarifikasi Ipda Iqbal Soal Penolakan Laporan
Ipda Muhammad Iqbal, perwira pengawas saat itu, menjelaskan bahwa dirinya maupun anggota piket tidak pernah menolak laporan masyarakat. “Kami tidak pernah menolak laporan. Yang kami lakukan saat itu adalah meminta yang bersangkutan bersabar dan menenangkan diri terlebih dahulu karena situasi masih panas dan banyak orang berkumpul di halaman Polsek,” ujarnya, Senin (1/6/2026).
Ia menambahkan, langkah ini dilakukan semata-mata untuk menjaga keamanan dan mencegah keributan yang lebih besar.
Pelayanan Tetap Diberikan Sepanjang Malam
Ipda Iqbal menegaskan bahwa pihak yang bersangkutan tetap berada di Polsek hingga pukul 06.30 WIB dan terus mendapat pelayanan. Ia menyarankan agar pihak terkait beristirahat sebelum membuat laporan secara resmi. “Kalau mau membuat laporan, kami tetap siap melayani sesuai prosedur, kapan pun,” kata Iqbal.
Kesaksian Saksi Cafe The Hevn
Anggi, pengelola Cafe The Hevn, menjelaskan kronologi yang memicu perselisihan. Mulai dari teguran keamanan terhadap tamu yang mengganggu kenyamanan hingga masalah tagihan yang belum dibayar. Ia menegaskan tidak ada penganiayaan serius yang terjadi. “Tujuan ke kantor polisi hanya untuk menyelesaikan persoalan tagihan, bukan untuk penganiayaan,” jelas Anggi.
Video Viral dan Upaya Meredam Ketegangan
Dalam video viral, terdengar Ipda Iqbal beberapa kali meminta semua pihak menenangkan diri. “Bukan nggak diterima LP, tenangkan diri dulu, jangan emosi di sini, sabar ya,” ucapnya. Pernyataan ini menunjukkan upaya polisi menjaga situasi tetap kondusif.
Kesimpulan
Klarifikasi ini menegaskan bahwa tudingan penolakan laporan dan pembiaran penganiayaan tidak berdasar. Semua pihak tetap mendapat pelayanan dan petugas aktif meredam ketegangan.
- Penulis: Redaksi


