Dugaan Keracunan Bubur Sumsum: Polisi Selidiki Penyebab, Sampel Bahan Baku Diuji di Labkesda
- account_circle Redaksi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

TANGGAMUS, INC MEDIA – Dugaan keracunan bubur sumsum yang menimpa puluhan warga di Pekon Dadimulyo, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, masih dalam proses penyelidikan. Aparat kepolisian bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus bergerak cepat melakukan penanganan dengan mengumpulkan keterangan saksi serta mengambil sampel makanan dan bahan baku untuk diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Lampung.
Peristiwa tersebut bermula setelah warga mengonsumsi bubur sumsum yang dijual oleh pedagang keliling. Beberapa jam kemudian, para korban mengalami gejala serupa, mulai dari mual, muntah, diare, sakit perut hingga demam. Sebagian korban harus mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan setempat.
Dugaan Keracunan Bubur Sumsum Masih Diselidiki
Berdasarkan pendataan awal, puluhan warga dari Pekon Dadimulyo dan Pekon Banyurip mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan tersebut.
Kepala Pekon Dadimulyo, Sukadi, membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Total ada 52 orang. Mereka mengalami mual, muntah, diare, sakit perut sampai demam setelah mengonsumsi bubur sumsum.”
Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus kemudian menurunkan tim kesehatan untuk melakukan penanganan medis, pendataan korban, serta penyelidikan epidemiologi guna memastikan sumber penyebab kejadian.
Sampel Makanan Diuji di Labkesda
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus, dr. Hernov, memastikan bahwa sampel bubur sumsum beserta bahan baku yang digunakan pedagang telah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.
“Seluruh korban sudah mendapatkan penanganan medis. Sampel makanan juga sudah kami ambil untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium sehingga penyebabnya bisa dipastikan.”
Hasil uji laboratorium tersebut akan menjadi dasar untuk memastikan apakah dugaan keracunan disebabkan oleh kontaminasi makanan, bahan baku, atau faktor lainnya.
Polisi Dalami Ada atau Tidaknya Unsur Pidana
Polres Tanggamus turut melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi, termasuk penjual bubur sumsum. Polisi menegaskan bahwa penyebab pasti kejadian belum dapat disimpulkan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium diterima.
Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman.
“Kami bersama dinas kesehatan melakukan pengecekan di lapangan dan mengumpulkan keterangan dari para saksi. Penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Kami juga mendalami apakah ada unsur pidana dalam peristiwa ini.”
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan menyerahkan proses penyelidikan kepada aparat yang berwenang.
Korban Mendapat Penanganan Medis
Selain melakukan investigasi, tim kesehatan membuka layanan pemeriksaan bagi warga terdampak dan terus memantau kondisi para korban. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh warga yang mengalami gejala memperoleh penanganan medis secara cepat serta mencegah munculnya korban tambahan.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti dugaan keracunan bubur sumsum masih menunggu hasil uji laboratorium dari Labkesda Provinsi Lampung. Aparat kepolisian dan Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat tetap tenang serta menunggu hasil penyelidikan resmi sebelum menarik kesimpulan.
- Penulis: Redaksi




