Kapolda Aceh Pastikan Pengusutan Tuntas Insiden Tewasnya Anggota POM TNI Saat Operasi Pengejaran Bandar Narkotika
- account_circle Redaksi
- calendar_month 6 jam yang lalu
- print Cetak

Bireuen, INC MEDIA – Kapolda Aceh Berduka menjadi perhatian publik setelah Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, melalui Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya anggota Polisi Militer (POM) TNI Angkatan Darat, Pratu Galuh Nugraha. Almarhum gugur saat membantu aparat kepolisian menghadang terduga bandar narkotika di depan SPBU Juli, Gampong Cot Meurak, Kabupaten Bireuen, Sabtu (25/7/2026).
Peristiwa tersebut menjadi duka bersama sekaligus mencerminkan besarnya risiko yang dihadapi aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran narkotika. Sinergi antara TNI dan Polri dalam menjaga keamanan masyarakat kembali diuji dalam operasi yang berujung insiden tragis tersebut.
Kapolda Aceh Berduka, Apresiasi Pengorbanan Pratu Galuh
Dalam keterangannya di Mapolres Bireuen, Minggu (26/7/2026), Kombes Pol. Joko Krisdiyanto menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas gugurnya Pratu Galuh Nugraha.
“Peristiwa ini menjadi duka bagi kita semua. Kami turut berbelasungkawa atas gugurnya anggota POM TNI AD Pratu Galuh Nugraha. Ia telah menunjukkan naluri prajurit penegak hukum yang luar biasa dalam membantu kepolisian saat penangkapan bandar narkoba. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi—Nya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Joko.
Menurutnya, dedikasi almarhum mencerminkan semangat pengabdian dan komitmen tinggi dalam mendukung penegakan hukum, khususnya dalam upaya memerangi kejahatan narkotika yang masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat.
Kronologi Operasi Penangkapan Bandar Narkotika
Joko menjelaskan, insiden bermula ketika aparat melakukan operasi penangkapan terhadap empat orang terduga bandar narkotika yang berada di dalam sebuah mobil.
Dalam operasi tersebut, satu orang yang diduga merupakan oknum anggota Brimob berhasil diamankan. Sementara itu, tiga terduga pelaku lainnya berhasil melarikan diri dan hingga kini masih menjadi buronan serta terus diburu oleh tim gabungan.
Saat proses pengejaran berlangsung, petugas sempat melepaskan tembakan ke arah para pelaku yang berusaha kabur. Dalam situasi tersebut terjadi peluru rekoset yang mengenai seorang warga yang turut membantu proses penangkapan. Korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit dan belakangan diketahui merupakan anggota POM TNI AD, Pratu Galuh Nugraha.
“Saat kejadian terdapat empat orang terduga pelaku di dalam mobil. Satu orang yang diduga merupakan anggota Brimob telah berhasil kami amankan, sementara tiga terduga pelaku lainnya melarikan diri dan hingga kini masih dalam pengejaran. Dalam proses pengejaran, petugas sempat melepaskan tembakan ke arah pelaku. Peluru rekoset kemudian mengenai seorang warga yang turut membantu penangkapan, yang kemudian diketahui yang bersangkutan merupakan anggota POM TNI,” ujarnya.
Koordinasi TNI-Polri Terus Diperkuat
Dalam kesempatan tersebut, Joko menegaskan bahwa sejak insiden terjadi, Kapolda Aceh telah menjalin koordinasi intensif dengan Pangdam Iskandar Muda (IM), Danpuspomad, serta Danpomdam IM.
Koordinasi itu dilakukan untuk menyampaikan fakta-fakta awal yang diperoleh di lapangan, memastikan penanganan terhadap korban berjalan maksimal, mendukung proses penyidikan secara profesional, sekaligus menjaga komunikasi dan soliditas antara TNI dan Polri.
Langkah tersebut dinilai penting agar proses pengungkapan perkara berlangsung transparan, objektif, dan mampu menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.
“Atas nama keluarga besar Polda Aceh, dan seluruh jajaran, sekali lagi kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Pratu Galuh Nugraha, serta kepada seluruh jajaran Tentara Nasional Indonesia,” ucapnya.
Polisi Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi
Polda Aceh juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
Joko mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan foto, video, maupun narasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya karena berpotensi mengganggu proses penyidikan dan menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Apabila masyarakat ada yang mengetahui atau menyaksikan langsung rangkaian peristiwa tersebut, kami mengharapkan kesediaannya untuk memberikan informasi kepada penyidik guna membantu proses pengungkapan perkara,” harapnya.
Polda Aceh memastikan pengejaran terhadap tiga terduga pelaku yang melarikan diri masih terus berlangsung. Aparat juga berkomitmen mengusut tuntas seluruh rangkaian peristiwa secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Jurnalis: Helmy
- Penulis: Redaksi




