Trikarsa Fest 2026 Jadi Ruang Kolaborasi Ekonomi Cirebon
- account_circle Wahidin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Trikarsa Fest 2026 Jadi Ruang Kolaborasi Ekonomi Cirebon
CIREBON, INC MEDIA — Trikarsa Fest 2026 menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, Bank Indonesia, pelaku usaha, perbankan, akademisi, komunitas, media, dan masyarakat untuk memperkuat ekonomi daerah. Pemerintah Kota Cirebon mendukung penuh festival yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Cirebon pada 14–17 Agustus 2026 di Grage Mall Cirebon.
Mengusung tema “Satukan Tekad, Sinergi Ciptakan Peluang”, Trikarsa Fest 2026 tidak sekadar menghadirkan pameran. Kegiatan ini membawa agenda yang lebih luas, mulai dari penguatan UMKM, bisnis matching, pengembangan talenta, industri kreatif, digitalisasi, hingga pengembangan ekosistem kopi Ciayumajakuning.
Selama empat hari, sebanyak 37 program disiapkan. Rangkaian tersebut diarahkan untuk mempertemukan berbagai kekuatan ekonomi daerah sekaligus membuka peluang baru bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Trikarsa Fest 2026 Dorong Ekonomi Daerah
Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengatakan Pemerintah Kota Cirebon menyambut baik sekaligus memberikan dukungan penuh terhadap agenda yang diinisiasi BI Cirebon tersebut.
Menurutnya, banyaknya program yang berlangsung dalam satu rangkaian dapat menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih luas. UMKM menjadi salah satu sektor yang diharapkan memperoleh manfaat langsung dari kegiatan tersebut.
“Pemerintah Daerah tentu sangat mendukung penuh Trikarsa Fest ini. Dalam empat hari ada 37 program yang berjalan dan tentunya ini bisa membangkitkan perekonomian Kota Cirebon, termasuk menghidupkan UMKM. Yang paling penting adalah membangun semangat kolaborasi. Bukan hanya antara Pemerintah Daerah dan Bank Indonesia, tetapi juga bersama masyarakat. Dampaknya tentu akan luas,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penguatan ekonomi daerah membutuhkan kerja bersama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan sektor perbankan, dunia usaha, lembaga vertikal, komunitas, akademisi, media, dan masyarakat.
Karena itu, Effendi juga mengajak media untuk ikut memperkenalkan berbagai program dan potensi ekonomi yang hadir dalam Trikarsa Fest 2026.
“Karena itu saya mengajak teman-teman media untuk bersama-sama mempublikasikan program-program BI melalui Cirebon Trikarsa Festival. Saya selalu mengajak, bukan hanya Pemerintah Daerah, tetapi juga instansi vertikal dan perbankan lainnya. BI bersama OJK kita angkat bersama. Salah satu wujudnya adalah kegiatan yang dilakukan BI ini, sehingga tentu harus kita dukung dan kita support penuh,” katanya.
Trikarsa Fest 2026 Sejalan dengan Visi Cirebon
Effendi menilai agenda penguatan ekonomi melalui kolaborasi juga sejalan dengan visi pembangunan Kota Cirebon yang mengedepankan kesetaraan dan keberlanjutan.
Pemerintah Kota Cirebon, kata dia, ingin mendorong daerah tersebut agar mampu berkembang sejajar dengan kota-kota besar lainnya. Untuk mencapainya, pemerintah membutuhkan ekosistem ekonomi yang mampu memberikan ruang kepada masyarakat dan pelaku usaha untuk tumbuh.
“Ini sejalan dengan visi saya, yaitu visi setara berkelanjutan. Saya ingin Kota Cirebon bisa setara dengan kota-kota maju dan kota-kota besar lainnya,” tuturnya.
Visi tersebut menempatkan kegiatan ekonomi bukan hanya sebagai persoalan pertumbuhan angka, tetapi juga sebagai upaya menciptakan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat.
Trikarsa Perluas Fokus Pengembangan Ekonomi
Kepala Kantor Perwakilan BI Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, menjelaskan bahwa Trikarsa Fest merupakan pengembangan dari Ciayumajakuning Entrepreneur Festival (CEF).
Jika sebelumnya CEF lebih banyak berfokus pada pengembangan kewirausahaan, Trikarsa Fest memperluas cakupan program agar dapat menjangkau lebih banyak sektor dan memberikan manfaat yang lebih beragam.
Nama Trikarsa sendiri memiliki makna yang berkaitan dengan kehendak atau niat untuk mencapai sesuatu. Makna tersebut kemudian diterjemahkan melalui sejumlah agenda yang menyentuh kebutuhan ekonomi daerah.
“Trikarsa ini kami hadirkan sebagai wadah untuk mencapai beberapa hal, di antaranya menjaga stabilitas komoditas pangan, mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan memperluas digitalisasi,” kata Wihujeng.
Sebanyak 37 program akan berlangsung selama empat hari. BI Cirebon merancang kegiatan tersebut agar tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi mampu menciptakan hubungan, jejaring, dan peluang baru bagi pelaku usaha maupun masyarakat.
Dengan konsep tersebut, keberhasilan Trikarsa Fest nantinya tidak hanya dapat dilihat dari jumlah pengunjung atau kemeriahan acara. Dampak yang lebih penting adalah sejauh mana kegiatan tersebut mampu mempertemukan pelaku usaha dengan pasar, pembiayaan, mitra bisnis, pengetahuan, teknologi, dan jaringan baru.
Kopi Ciayumajakuning Mendapat Ruang Khusus
Salah satu potensi lokal yang mendapat perhatian dalam Trikarsa Fest 2026 adalah kopi Ciayumajakuning.
BI Cirebon menghadirkan area yang memperlihatkan perjalanan kopi dari sektor hulu hingga hilir. Pengunjung dapat mengenal berbagai proses pengolahan kopi, mulai dari roasting, cupping, manual brew, hingga mixology.
Wilayah Ciayumajakuning dinilai memiliki potensi kopi yang layak diperkenalkan lebih luas. BI Cirebon juga memiliki sejumlah pelaku usaha binaan di wilayah Kuningan dan Majalengka dengan karakteristik produk serta potensi geografis masing-masing.
Potensi tersebut membutuhkan penguatan dari hulu hingga hilir. Selain peningkatan kualitas produk, pengenalan merek, perluasan pasar, dan penguatan jejaring bisnis menjadi bagian penting agar produk lokal mampu bersaing.
“Kami berharap kopi-kopi yang ada di wilayah Ciayumajakuning semakin dikenal. Jadi tidak hanya Aceh, Gayo dan daerah lainnya yang sudah terkenal, tetapi kopi lokal kita juga harus terus kita tingkatkan dan kenalkan,” ungkapnya.
Trikarsa Fest 2026 Butuh Kolaborasi Berkelanjutan
Wihujeng menegaskan, pengembangan ekonomi daerah membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, masyarakat, dan media memiliki peran yang saling melengkapi.
Dukungan Pemerintah Kota Cirebon terhadap Trikarsa Fest 2026 menjadi bagian dari kolaborasi tersebut. BI Cirebon berharap sinergi antarpihak dapat membantu mengembangkan berbagai potensi Ciayumajakuning menjadi kekuatan ekonomi baru.
Media juga memiliki posisi strategis. Publikasi mengenai UMKM, produk lokal, talenta kreatif, inovasi, dan peluang usaha dapat memperluas informasi sekaligus membantu membuka akses pasar dan jejaring baru.
“Sinergi ini bukan hanya antara Bank Indonesia, pemerintah, dan pelaku usaha, tetapi juga bersama media. Kami berharap media dapat membantu mempublikasikan program-program yang sudah dilakukan sekaligus potensi yang dimiliki daerah kita,” tuturnya.
Pada akhirnya, Trikarsa Fest 2026 menjadi momentum untuk menguji seberapa kuat kolaborasi antarpihak dalam menggerakkan ekonomi daerah. Pemerintah dan lembaga terkait diharapkan tidak berhenti pada dukungan selama festival berlangsung, tetapi memastikan berbagai peluang yang muncul dapat berlanjut menjadi kerja sama dan aktivitas ekonomi nyata.
Bagi masyarakat, keberadaan festival seperti ini juga perlu dimanfaatkan bukan sekadar sebagai ruang hiburan, melainkan sebagai pintu untuk mengenal produk lokal, peluang usaha, jaringan bisnis, serta berbagai program penguatan ekonomi yang tersedia.
Jika kolaborasi tersebut berjalan konsisten dan terukur, Trikarsa Fest 2026 berpotensi menjadi lebih dari sekadar festival. Ia dapat menjadi salah satu ruang strategis untuk mempertemukan potensi lokal dengan peluang ekonomi yang lebih luas.
PRESS RELEASE: Admin Prokompim (082120387359)
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Setda Kota Cirebon
Jalan Siliwangi No. 84, Kota Cirebon, 45124
- Penulis: Wahidin
- Sumber: Prokompim Setda Cirebon







