Polisi Bersihkan Sampah Usai Zikir HDA ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman
- account_circle Helmy
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Banda Aceh, INC MEDIA – Polisi bersihkan sampah setelah pelaksanaan zikir dalam rangka memperingati Hari Damai Aceh (HDA) ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu, 15 Agustus 2026. Aksi tersebut dilakukan langsung personel Polda Aceh yang dipimpin Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo.
Polisi Bersihkan Sampah Usai Zikir HDA
Personel kepolisian tidak langsung meninggalkan lokasi setelah rangkaian zikir selesai. Mereka justru bergerak memungut sampah yang tersisa di sekitar area Masjid Raya Baiturrahman.
Langkah tersebut menjadi bagian dari pelayanan kepolisian kepada masyarakat sekaligus bentuk kepedulian terhadap kebersihan tempat ibadah. Masjid Raya Baiturrahman sendiri menjadi salah satu pusat kegiatan masyarakat dalam peringatan HDA ke-21.
Aksi polisi bersihkan sampah itu dipimpin Wakapolda Aceh bersama sejumlah pejabat utama Polda Aceh. Mereka ikut memastikan area masjid kembali dalam kondisi bersih dan nyaman setelah dipadati masyarakat yang mengikuti kegiatan zikir.
“Usai kegiatan zikir, personel yang dipimpin Wakapolda Aceh, Irwasda, Dirpolairud, dan Kabid Propam segera bergerak memungut dan membersihkan sampah yang tersisa di sekitar area Masjid Raya Baiturrahman,” kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto dalam rilisnya usai kegiatan.
Polisi Hadir Bukan Hanya untuk Keamanan
Joko mengatakan, kehadiran polisi dalam kegiatan masyarakat tidak semata-mata berkaitan dengan pengamanan. Menurut dia, personel kepolisian juga harus mampu memberikan pelayanan secara langsung kepada masyarakat.
Ia menilai aksi membersihkan lingkungan setelah kegiatan keagamaan merupakan langkah sederhana, tetapi memiliki pesan penting tentang kepedulian dan tanggung jawab bersama.
Kebersihan Masjid Raya Baiturrahman menjadi perhatian karena lokasi tersebut tidak hanya digunakan sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi salah satu ikon penting masyarakat Aceh. Karena itu, menjaga kebersihannya membutuhkan keterlibatan semua pihak.
Menurut Joko, tanggung jawab menjaga kebersihan tidak berhenti pada pengelola tempat kegiatan. Masyarakat dan seluruh unsur yang terlibat dalam kegiatan juga memiliki peran untuk memastikan lingkungan tetap terawat.
“Ini bagian dari pelayanan kami kepada masyarakat. Setelah kegiatan selesai, kita bersama-sama memastikan lingkungan masjid kembali bersih dan nyaman,” ujar abituren Akabri 1994 itu.
Polisi Bersihkan Sampah, Bangun Kepedulian Bersama
Aksi polisi bersihkan sampah setelah zikir HDA ke-21 mendapat respons positif dari masyarakat. Kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat terlihat dalam bentuk yang lebih dekat dan sederhana.
Tindakan tersebut memperlihatkan bahwa pelayanan publik tidak selalu berbentuk pengamanan, penindakan, atau penegakan hukum. Dalam situasi tertentu, pelayanan juga hadir melalui kepedulian terhadap lingkungan dan fasilitas yang digunakan masyarakat.
Bagi masyarakat yang menghadiri peringatan HDA ke-21, kebersihan lingkungan masjid menjadi bagian penting dari kenyamanan selama mengikuti kegiatan. Sampah yang tertinggal setelah kerumunan besar tentu membutuhkan penanganan agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat berikutnya.
Apa yang dilakukan Wakapolda Aceh bersama personel Polda Aceh sekaligus menjadi contoh bahwa menjaga kebersihan ruang publik merupakan tanggung jawab bersama. Kepolisian menunjukkan perannya dengan ikut turun tangan, sementara masyarakat dapat mengambil bagian dengan membuang sampah pada tempatnya.
Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 pun tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan perdamaian Aceh. Dari lingkungan Masjid Raya Baiturrahman, pesan tentang kebersamaan, pelayanan, dan kepedulian terhadap lingkungan juga terlihat melalui tindakan sederhana setelah kegiatan selesai.
- Penulis: Helmy







