Breaking News
light_mode

Mulan Jameela Soal Lagu “Bayar Bayar Bayar”: “Itu Kebebasan Berekspresi!

  • account_circle Haris Efendi
  • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
  • print Cetak

Jakarta (incmedia.site) — Penyanyi sekaligus anggota DPR RI, Mulan Jameela, ikut angkat bicara soal polemik lagu “Bayar Bayar Bayar” milik band Sukatani yang sempat dilarang peredarannya.

Foto Dok INC Media : Agen PPOB murah, mudah dan Aman, Download INC Pay di Google Play Store Anda

Sebelumnya, lagu tersebut menuai kontroversi karena liriknya yang berisi kritik terhadap kepolisian. Para personel band Sukatani bahkan harus meminta maaf secara terbuka di hadapan publik, yang justru memancing reaksi beragam dari berbagai pihak, termasuk Mulan Jameela.

Sebagai musisi, Mulan menegaskan bahwa seni adalah bentuk ekspresi yang harus dihargai.

“Saya sebagai penyanyi dan pekerja seni, juga sebagai anggota DPR RI, tentu harus mengapresiasi bentuk karya seni,” ujarnya, dikutip dari YouTube Sambel Lalap, Minggu (3/2/2025).

BACA JUGA Bupati Pringsewu Pimpin Rapat Perdana, Targetkan Efisiensi Rp 150 Miliar untuk Masyarakat

Ia pun menegaskan bahwa lagu “Bayar Bayar Bayar” adalah bagian dari kebebasan berekspresi yang seharusnya tidak perlu dipermasalahkan lagi, apalagi setelah Kapolri sendiri sudah memberi izin atas lagu tersebut.

“Menurut saya, kita enggak perlu mencari kontradiksi. Sejauh ini pihak Kapolri sudah memperbolehkan,” kata Mulan.

Menariknya, Mulan juga memberikan sindiran halus terhadap pihak-pihak yang masih mempermasalahkan lagu tersebut.

“Kalau masih ada oknum yang mencoba menghalangi, ya kita tunggu saja tindak lanjutnya,” imbuhnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kebebasan bermusik, Mulan berharap Sukatani bisa kembali tampil dan berkarya tanpa tekanan.

“Mudah-mudahan Sukatani bisa perform lagi, bisa bekerja lagi, dan mendapat dukungan dari masyarakat,” harapnya.

Ia pun menekankan agar polemik ini tidak berlarut-larut.

“Enggak perlu lagi mencari-cari kesalahannya,” tegasnya.

Pernyataan Mulan ini tentu bisa memicu berbagai reaksi. Bagaimana menurut Anda? Apakah kritik dalam musik harus selalu diterima sebagai kebebasan berekspresi, atau ada batasannya? Tulis pendapat Anda di kolom komentar!(*)

(Redaksi)

  • Penulis: Haris Efendi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Kematian Riyas: Kapolres Lampung Timur Tegaskan Komitmen Ungkap Pembunuhan Kader Fatayat NU

    Kasus Kematian Riyas: Kapolres Lampung Timur Tegaskan Komitmen Ungkap Pembunuhan Kader Fatayat NU

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kapolres Pastikan Kasus Kematian Riyas Menjadi Prioritas LAMPUNG TIMUR, INC MEDIA – Kasus kematian Riyas kembali menjadi perhatian publik setelah Kapolres Lampung Timur, AKBP Heti Patmawati, menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pengungkapan perkara yang menimpa Riyas Nuraini, kader Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur. Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Silaturahim Kamtibmas yang digelar […]

  • Pemerintah Pekon Sukaratu Bangun Jalan Usaha Tani dari Dana Desa 2025, Masyarakat Sambut Gembira

    Pemerintah Pekon Sukaratu Bangun Jalan Usaha Tani dari Dana Desa 2025, Masyarakat Sambut Gembira

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Pringsewu, INC MEDIA — Pemerintah Pekon Sukaratu, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan infrastruktur desa dengan membangun jalan rabat beton di tahap pertama menggunakan Dana Desa Tahun Anggaran 2025. Pembangunan fisik tersebut difokuskan di Dusun V RT 02 berupa rabat beton sepanjang 200 meter, lebar 1,2 meter, dan ketebalan 15 cm, dengan […]

  • Dua Oknum TNI Serahkan Diri, Investigasi Penembakan Polisi di Lokasi Sabung Ayam Berlanjut

    Dua Oknum TNI Serahkan Diri, Investigasi Penembakan Polisi di Lokasi Sabung Ayam Berlanjut

    • calendar_month Selasa, 18 Mar 2025
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Way Kanan, INC MEDIA – Suasana mencekam menyelimuti sebuah lokasi sabung ayam di Way Kanan, Lampung, setelah tiga anggota kepolisian tewas tertembak saat melakukan penggerebekan. Diduga, tembakan tersebut berasal dari oknum anggota TNI yang berada di lokasi. Kapendam II/Sriwijaya, Kolonel Inf Eko Syah Putra Siregar, mengungkapkan bahwa area tersebut dikenal sebagai “Texas” atau zona hitam, […]

  • Empat Pelaku Pencuri Hewan Ternak Milik Warga Jatiagung Ditangkap Polisi

    Empat Pelaku Pencuri Hewan Ternak Milik Warga Jatiagung Ditangkap Polisi

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle incmedia.site
    • 0Komentar

    JATIAGUNG, incmedia.site –  Unit Reserse Kriminal Polsek Jati Agung, Polres Lampung Selatan, menangkap empat pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat) pada Jumat Jumat 21 Februari 2025. Penangkapan yang dilakukan Polsek Jatiagung bermula dari aksi pencurian hewan ternak di Jalan Gemilang, Gang Anumerta, Dusun II B, Desa Fajar Baru, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, pada […]

  • Aktivitas Gudang Minyak Mentah Diduga Masih Berjalan, Tangki Hijau Jadi Sorotan Warga

    Aktivitas Gudang Minyak Mentah Diduga Masih Berjalan, Tangki Hijau Jadi Sorotan Warga

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    BANDAR LAMPUNG, INC MEDIA – Gudang minyak mentah Bandar Lampung di Jalan Soekarno Hatta kembali menjadi sorotan pada Minggu (3/5/2026). Warga melihat peningkatan aktivitas kendaraan, termasuk mobil tangki hijau yang diduga mengangkut minyak mentah, sehingga memicu perhatian publik dan kekhawatiran lingkungan. Aktivitas Kendaraan Meningkat di Lokasi Gudang Pantauan terbaru menunjukkan aktivitas kendaraan meningkat di area […]

  • Jalan Rusak Parah dan Berlubang di Kecamatan Way Khilau, Masyarakat Mohon Segera Diperbaiki Pemerintah

    Jalan Rusak Parah dan Berlubang di Kecamatan Way Khilau, Masyarakat Mohon Segera Diperbaiki Pemerintah

    • calendar_month Selasa, 10 Sep 2024
    • account_circle incmedia.site
    • 0Komentar

    Pesawaran, INC MEDIA, Rusaknya ruas jalan Provinsi dan jalan Kabupaten yang melintasi Kecamatan Way Khilau Kabupaten Pesawaran tuai keluhan warga. Pasalnya ruas jalan tersebut rusak parah dan berlubang. Kerusakan jalan tersebut, semakin parah setelah diguyur hujan. Ruas jalan ini diketahui melintasi tiga desa dan kondisinya sangat memprihatikan, terpantau pada, Sabtu (7/9/2024).  Kabiro M-TJEK NEWS Kabupaten Pesawaran, Febriansyah saat meliput dilokasi menyampaikan bahwa jalan Kabupaten yang melintasi Desa Kubu Batu, Tanjung Rejo, […]

expand_less