Breaking News
light_mode

Sabu Cair 2,6 Ton dan 1,3 Ton Ketamin Terhubung, BNN Kejar Pengendali Jaringan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

BATAM, INC MEDIASabu cair 2,6 ton yang diamankan aparat di perairan Kepulauan Riau (Kepri) ternyata memiliki kaitan dengan penyelundupan 1,3 ton ketamin yang digagalkan sebelumnya. Badan Narkotika Nasional (BNN) kini memburu jaringan yang berada di balik dua pengiriman narkotika dalam jumlah besar tersebut.

Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto mengungkapkan, penyidik menemukan adanya irisan dalam kedua perkara. Keterkaitan itu bukan semata-mata karena sejumlah pelaku berkewarganegaraan Myanmar, melainkan berdasarkan hasil pengembangan penyidikan.

“Pengungkapan kasus ini ada kaitan dengan yang ketamin, ada irisan dan ada kaitan. Namun bukan karena sesama orang Myanmar. Masih kita kembangkan untuk pengungkapan jaringan di atasnya,” kata Suyudi di Batam, Jumat.

Sabu Cair 2,6 Ton Dibongkar di Kepri

Kasus sabu cair 2,6 ton terungkap setelah tim gabungan BNN, Bea Cukai, dan Polda Kepri mengamankan kapal MV Ocean Porter pada 17 Agustus 2026.

Kapal berbendera Tanzania tersebut diamankan di perairan Tanjung Parit, Karimun. Petugas menemukan narkotika jenis methamphetamine dalam bentuk cair dengan total berat mencapai sekitar 2,6 ton.

Pengungkapan itu menjadi salah satu penindakan narkotika terbesar dalam beberapa waktu terakhir. Selain narkotika, petugas juga menemukan barang ilegal lain dalam kapal tersebut.

BNN kemudian melakukan pemeriksaan dan pengembangan untuk mengungkap pihak yang memesan, mengendalikan, serta menyiapkan jalur masuk narkotika tersebut ke Indonesia.

Terkait 1,3 Ton Ketamin

Keterkaitan kasus sabu cair 2,6 ton dengan perkara ketamin menjadi perhatian serius penyidik.

Sebelumnya, aparat gabungan TNI AL, Bea Cukai, Bareskrim Polri, dan BNN menggagalkan penyelundupan 1.298 kilogram atau hampir 1,3 ton ketamin dari kapal MV King Sun pada 6 Agustus 2026.

Kapal tersebut diamankan di perairan utara Tanjung Berakit, Kepulauan Riau. Dalam perkara itu, delapan awak kapal ditangkap. Mereka terdiri atas tujuh warga negara Myanmar dan satu warga negara Taiwan.

Rentang waktu pengungkapan kedua perkara juga relatif berdekatan. Kondisi tersebut membuat penyidik memiliki dasar untuk menelusuri kemungkinan hubungan operasional antara kedua pengiriman narkotika.

Namun, BNN menegaskan bahwa proses penyidikan masih berjalan. Aparat belum menyimpulkan seluruh struktur jaringan sebelum bukti dan keterangan para tersangka diperiksa secara menyeluruh.

Pola Kapal Jadi Petunjuk Penting

Menurut BNN, terdapat sejumlah kesamaan dalam pola kedua perkara. Salah satunya penggunaan kapal berbendera Tanzania dan perubahan nama kapal secara berulang.

Pola pergerakan kapal juga menjadi perhatian penyidik. Kapal-kapal tersebut diduga melakukan pergerakan yang tidak lazim di sekitar Selat Malaka dan perairan Kepri.

“Dari pergerakan kapalnya, mungkin mereka mencari peluang untuk memasuki Indonesia tapi muter dulu tuh, keliling.”

Pola tersebut memperlihatkan bahwa jalur laut masih menjadi salah satu pintu yang dimanfaatkan jaringan narkotika internasional untuk mencari celah masuk ke wilayah Indonesia.

Karena itu, pengungkapan sabu cair 2,6 ton tidak berhenti pada penyitaan barang bukti dan penangkapan awak kapal. Tantangan berikutnya adalah mengurai siapa pengendali utama di balik pengiriman tersebut.

BNN Kejar Jaringan di Atasnya

Suyudi menegaskan, penyidik masih mengembangkan perkara untuk mengungkap jaringan yang berada di atas para pelaku lapangan.

Langkah itu penting karena awak kapal yang tertangkap belum tentu merupakan pengendali utama. Dalam jaringan penyelundupan narkotika lintas negara, pelaku lapangan dapat memiliki peran berbeda dengan pihak yang mengatur pengiriman, pembiayaan, hingga distribusi.

BNN karena itu tidak hanya memeriksa barang bukti dan kapal. Penyidik juga menelusuri hubungan antarorang, pola komunikasi, perjalanan kapal, serta kemungkinan keterlibatan jaringan yang lebih besar.

Pengungkapan sabu cair 2,6 ton sekaligus menunjukkan besarnya ancaman narkotika yang berusaha masuk melalui jalur laut Indonesia. Jumlah tersebut bukan sekadar persoalan kriminal biasa, tetapi menyangkut potensi dampak sosial yang luas apabila narkotika berhasil diedarkan.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago sebelumnya menilai keberhasilan penggagalan penyelundupan tersebut sebagai bukti kehadiran negara dalam menjaga wilayah Indonesia.

Dengan adanya keterkaitan antara perkara sabu cair 2,6 ton dan 1,3 ton ketamin, perhatian kini tertuju pada pengembangan penyidikan BNN. Publik menunggu apakah aparat mampu membongkar aktor utama yang mengendalikan jalur penyelundupan narkotika tersebut hingga ke tingkat jaringan internasional.**

 

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepala Cabang Bulog Lampung Selatan Diperiksa Kejari Terkait Dugaan Penyelewengan Keuangan

    Kepala Cabang Bulog Lampung Selatan Diperiksa Kejari Terkait Dugaan Penyelewengan Keuangan

    • calendar_month Senin, 24 Mar 2025
    • account_circle incmedia.site
    • 0Komentar

    Lampung Selatan, INC MEDIA, – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Selatan memeriksa Kepala Cabang Badan Urusan Logistik (Bulog) setempat, Nurmulyati Syahroni, pada Senin (24/3/2025). Pemeriksaan ini diduga terkait dengan penyelidikan atas dugaan penyelewengan dalam tata kelola keuangan Bulog yang berpotensi merugikan negara. Berdasarkan pantauan di lapangan, Nurmulyati Syahroni tiba di Kantor Kejari Lampung Selatan sekitar pukul […]

  • Kekerasan Seksual Anak Belum Tuntas, Keluarga Korban Minta Atensi Kapolri untuk Percepatan Penanganan

    Kekerasan Seksual Anak Belum Tuntas, Keluarga Korban Minta Atensi Kapolri untuk Percepatan Penanganan

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Bandar Lampung, INC MEDIA – Kekerasan seksual anak kembali menjadi perhatian publik setelah keluarga seorang anak yang diduga menjadi korban mengaku belum memperoleh kepastian hukum. Enam bulan sejak laporan polisi dibuat, terduga pelaku berinisial HS disebut belum berhasil ditemukan. Kondisi tersebut mendorong keluarga korban meminta perhatian Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., agar […]

  • Pencak Silat Gubernur Cup 2026, Gading Putih Turunkan Atlet Putri Usia Dini dan Pra Remaja

    Pencak Silat Gubernur Cup 2026, Gading Putih Turunkan Atlet Putri Usia Dini dan Pra Remaja

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Bandar Lampung, INC MEDIA – Pencak Silat Gubernur Cup 2026 menjadi momentum penting bagi Perguruan Pencak Silat Gading Putih untuk kembali menunjukkan eksistensi dan konsistensinya dalam mencetak atlet berprestasi. Perguruan yang beraliran Cimande ini memastikan akan menerjunkan atlet-atlet terbaiknya pada ajang yang diselenggarakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Lampung, yang dijadwalkan berlangsung pada […]

  • Pasca RDP DPRD, Operasional Venos Karaoke Diduga Tak Sah dan Terancam Ditutup

    Pasca RDP DPRD, Operasional Venos Karaoke Diduga Tak Sah dan Terancam Ditutup

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Legalitas Venos Karaoke Dipersoalkan Pasca RDP DPRD BANDAR LAMPUNG, INC MEDIA — Polemik dugaan Venos Karaoke ilegal di Kota Bandar Lampung kembali mencuat usai digelarnya Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPRD Kota Bandar Lampung pada Senin (04/05/2026). Dalam forum tersebut, persoalan legalitas operasional tempat hiburan malam itu menjadi sorotan setelah muncul penjelasan terkait status […]

  • 12 KPM Terima BLT Dana Desa 2025 di Pekon Pasir Ukir, Fokus Miskin Ekstrem

    12 KPM Terima BLT Dana Desa 2025 di Pekon Pasir Ukir, Fokus Miskin Ekstrem

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Pringsewu, INC MEDIA — Pemerintah Pekon Pasir Ukir, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) untuk tahun anggaran 2025. Namun, jumlah penerima bantuan tahun ini mengalami penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Hal itu disampaikan oleh Abdul Halim, Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kaur Kesra) Pekon Pasir Ukir, saat ditemui wartawan […]

  • Fasilitator Bedah Rumah Diduga Kuasai Dana dan Tunjuk Toko Sepihak 

    Fasilitator Bedah Rumah Diduga Kuasai Dana dan Tunjuk Toko Sepihak 

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Lampung Selatan, INC MEDIA – Program Bedah Rumah di Lampung Selatan menuai kritik. Dalimin, fasilitator asal Desa Sindang Sari, Kecamatan Tanjung Bintang, diduga kuat mengambil alih kendali dana bantuan tanpa persetujuan penerima. Ia diduga menguasai buku rekening dan ATM milik Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sesaat setelah pembuatan rekening di Bank Lampung, tanpa surat kuasa. “Sak […]

expand_less