Kuliah Umum Kapolres Aceh Selatan Bekali Mahasiswa Poltas Hadapi Bahaya Narkotika dan Kejahatan Siber
- account_circle Redaksi
- calendar_month 52 menit yang lalu
- print Cetak

TAPAKTUAN, INC MEDIA — Bahaya narkotika dan kejahatan siber menjadi perhatian dalam kuliah umum Kapolres Aceh Selatan AKBP T. Ricki Fadlianshah kepada mahasiswa baru Politeknik Aceh Selatan (Poltas). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Polres Aceh Selatan, Rabu, 7 Oktober 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polres Aceh Selatan Polda Aceh memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang berbagai tantangan yang berkembang di tengah kemajuan teknologi digital.
Di hadapan mahasiswa baru Poltas, Kapolres tidak hanya membahas persoalan hukum. Ia juga mengajak mahasiswa memahami risiko yang dapat muncul dari lingkungan pergaulan dan penggunaan teknologi yang tidak bertanggung jawab.
Kuliah Umum Kapolres Aceh Selatan Soroti Bahaya Narkotika
Dalam penyampaiannya, AKBP T. Ricki Fadlianshah membekali mahasiswa dengan pengetahuan mengenai sejumlah persoalan yang dekat dengan kehidupan generasi muda.
Materi tersebut mencakup bahaya penyalahgunaan narkotika, kejahatan siber, penipuan digital, penyebaran hoaks hingga perundungan atau bullying.
Kapolres mengingatkan mahasiswa agar tidak menganggap persoalan tersebut sebagai hal yang jauh dari kehidupan mereka. Lingkungan pergaulan dan aktivitas di ruang digital dapat memberikan pengaruh terhadap cara seseorang mengambil keputusan.
Karena itu, mahasiswa didorong untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan mampu mempertimbangkan setiap tindakan secara matang.
Bijak Menggunakan Media Sosial
Perkembangan teknologi, menurut Kapolres, seharusnya menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan generasi muda. Media sosial dan teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk belajar, berkarya, membangun jaringan positif, serta mengembangkan potensi diri.
Namun, kemudahan memperoleh informasi juga membawa tantangan tersendiri.
Mahasiswa diminta tidak langsung mempercayai setiap informasi yang beredar di media sosial. Informasi perlu diperiksa sumber dan kebenarannya sebelum dipercaya ataupun disebarluaskan.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah cepatnya peredaran informasi digital yang tidak selalu disertai kepastian mengenai kebenarannya.
“Setiap informasi harus disaring dan diverifikasi terlebih dahulu sebelum dipercaya maupun dibagikan kepada orang lain. Jadilah pengguna media sosial yang bijak, santun dan bertanggung jawab, serta manfaatkan teknologi untuk belajar, berkarya dan membangun masa depan,” pesan Kapolres.
Kapolres Ajak Mahasiswa Jauhi Narkotika dan Bullying
Selain persoalan kejahatan siber, Kapolres juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pendidikan.
Ia mengajak mahasiswa menjauhi narkotika serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
Menurutnya, lingkungan pendidikan harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi seluruh mahasiswa. Karena itu, sikap saling menghargai menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan akademik yang sehat.
“Mari semua adik-adik mahasiswa untuk menjaga keamanan dan ketertiban, menjauhi narkotika, tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi serta membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, saling menghargai dan bebas dari tindakan bullying,” ajaknya.
Kapolres Aceh Selatan berharap mahasiswa baru Poltas mampu tumbuh sebagai generasi yang berkarakter, cerdas, taat hukum dan mampu menggunakan teknologi secara positif.
Sesi Tanya Jawab Berlangsung Interaktif
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Sejumlah mahasiswa baru mendapat kesempatan menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada Kapolres Aceh Selatan.
Pertanyaan yang disampaikan mahasiswa berkaitan dengan berbagai persoalan yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari, termasuk tantangan hukum dan sosial di tengah perkembangan teknologi.
Kapolres kemudian memberikan penjelasan secara langsung sehingga kegiatan tidak hanya berlangsung satu arah. Interaksi tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami persoalan secara lebih konkret.
Sementara itu, Direktur Politeknik Aceh Selatan Ir. Nuzuli Fitriadi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolres Aceh Selatan beserta jajaran atas pembekalan yang diberikan kepada mahasiswa baru.
“Kegiatan tersebut sangat bermanfaat karena memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai berbagai persoalan hukum dan sosial yang perlu dipahami sejak dini, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi dan lingkungan pergaulan,” ungkapnya.
Kegiatan kuliah umum tersebut sekaligus memperkuat pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan dan kepolisian dalam memberikan edukasi kepada generasi muda.
Pemahaman hukum, kecakapan menggunakan teknologi, kemampuan menyaring informasi serta kesadaran untuk menjauhi narkotika dan bullying menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menjalani kehidupan akademik maupun sosial.
By. Helmy
- Penulis: Redaksi





