Gubernur Lampung Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Zulkarnain Tekankan Peran Santri Menuju Indonesia Emas
- account_circle Redaksi
- calendar_month 3 menit yang lalu
- print Cetak

BANDAR LAMPUNG, INC MEDIA – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Lampung, Dr. H. Zulkarnain, S.Ag., M.Hum., menempatkan peringatan Hari Santri Nasional 2026 sebagai momentum penting untuk memperkuat kontribusi santri dalam pembangunan bangsa. Upacara Hari Santri Provinsi Lampung yang dipimpin Gubernur Lampung mengusung semangat Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.
Peringatan yang berlangsung pada Kamis (22/10/2026) ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Momentum tersebut juga menegaskan pentingnya pendidikan pesantren dalam membentuk generasi muda yang berilmu, berakhlak, berintegritas, serta mampu menjawab tantangan zaman.
Zulkarnain Dorong Santri Tampil sebagai Generasi Unggul
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Dr. H. Zulkarnain, S.Ag., M.Hum., menjadi salah satu tokoh penting dalam persiapan dan penguatan makna peringatan Hari Santri 2026 di Lampung.
Sebelumnya, Zulkarnain memimpin rapat persiapan di Aula Pepadun Kanwil Kemenag Lampung pada Kamis (15/10/2026). Dalam rapat tersebut, ia menegaskan bahwa pelaksanaan Hari Santri harus memberikan ruang bagi santri untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan prestasi mereka.
“Keinginan saya, bagaimana kita bisa menampilkan prestasi-prestasi para santri yang ada. Jadi, yang terpenting adalah bagaimana santrinya bisa berperan aktif dalam kegiatan ini,” ujar Zulkarnain.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa santri tidak seharusnya hanya menjadi peserta dalam kegiatan keagamaan. Mereka perlu memperoleh kesempatan untuk tampil, berkarya, dan memperlihatkan kemampuan di berbagai bidang.
Menurut arah kebijakan yang disampaikan dalam rapat persiapan, potensi santri perlu ditampilkan secara nyata. Bidang keagamaan, seni, bahasa, teknologi, dan keterampilan lainnya dapat menjadi ruang bagi santri untuk menunjukkan kualitas diri.
Dengan pendekatan tersebut, Hari Santri dapat menjadi ajang apresiasi sekaligus sarana memperkuat kepercayaan diri generasi pesantren.
Hari Santri 2026, Momentum Menuju Indonesia Emas
Tema Hari Santri Nasional 2026, Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, membawa pesan bahwa pembangunan bangsa membutuhkan generasi muda yang memiliki pengetahuan, karakter kuat, dan semangat pengabdian.
Santri memiliki peran strategis dalam mewujudkan cita-cita tersebut. Pendidikan pesantren tidak hanya membangun pemahaman agama, tetapi juga dapat memperkuat kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, serta kepedulian sosial.
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan dunia kerja, santri juga perlu mengembangkan kemampuan digital, penguasaan bahasa, keterampilan komunikasi, dan daya saing.
Karena itu, penguatan pendidikan pesantren harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pembelajaran. Santri perlu mendapatkan kesempatan yang setara untuk mengembangkan potensi dan berpartisipasi dalam berbagai sektor pembangunan.
Bagi Kanwil Kemenag Lampung, momentum Hari Santri menjadi kesempatan untuk memperlihatkan bahwa pesantren merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Zulkarnain Tekankan Prestasi dan Partisipasi Santri
Dalam persiapan kegiatan, Zulkarnain meminta panitia memberikan ruang lebih luas kepada santri dan siswa madrasah untuk terlibat langsung dalam rangkaian peringatan.
Berbagai penampilan, seperti marching band, paduan suara, musik, serta keterlibatan santri dalam pelaksanaan upacara, direncanakan menjadi bagian dari kegiatan.
Santri yang memiliki prestasi di tingkat provinsi maupun nasional juga didorong untuk memperoleh kesempatan tampil. Langkah ini penting agar masyarakat dapat melihat hasil pembinaan yang dilakukan pesantren dan madrasah.
Zulkarnain juga menaruh perhatian pada kemampuan bahasa asing. Pelibatan santri atau siswa madrasah yang menguasai bahasa Arab dan Inggris dalam pembawa acara menjadi salah satu upaya menunjukkan kemampuan mereka di luar bidang keagamaan.
“Kalau ada lomba-lomba yang pernah menang, juara nasional atau tingkat provinsi, boleh dia tampil. Kita ingin prestasi mereka terlihat dan menjadi kebanggaan bersama,” katanya.
Dorongan tersebut memperlihatkan pentingnya menjadikan santri sebagai pelaku utama kegiatan, bukan sekadar objek peringatan. Prestasi mereka perlu mendapatkan ruang publikasi agar dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya.
Kanwil Kemenag Lampung Perkuat Koordinasi
Persiapan Hari Santri 2026 juga melibatkan koordinasi berbagai unsur di lingkungan Kementerian Agama, madrasah, pesantren, dan pemangku kepentingan lainnya.
Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam Kanwil Kemenag Lampung, Indra Jaya, sebelumnya menjelaskan bahwa persiapan kegiatan mengacu pada pedoman pelaksanaan Hari Santri Nasional 2026 dari Kementerian Agama.
Dalam perencanaan tersebut, upacara dijadwalkan melibatkan aparatur sipil negara di lingkungan Kementerian Agama, siswa madrasah, serta santri dari sejumlah pesantren.
Panitia juga menyiapkan agenda pendukung berupa penyerahan 10.000 Al-Qur’an. Kegiatan tersebut direncanakan melibatkan kalangan pesantren dan menjadi bagian dari rangkaian program yang mengusung konsep ekoteologi.
Selain memastikan kesiapan teknis, koordinasi lintas lembaga diharapkan memperkuat partisipasi masyarakat dalam menyukseskan peringatan Hari Santri.
Zulkarnain juga menekankan pentingnya publikasi kegiatan agar prestasi dan kontribusi santri diketahui masyarakat luas.
“Jangan sampai kita melaksanakan kegiatan dalam skala besar di tingkat provinsi, tetapi luput dari perhatian media,” ujarnya.
Pernyataan itu menegaskan bahwa publikasi memiliki peran penting dalam memperkenalkan potensi pesantren. Media dapat membantu menyampaikan capaian santri sekaligus memperluas pemahaman masyarakat mengenai kontribusi pendidikan keagamaan bagi bangsa.
Hari Santri Harus Melahirkan Dampak Nyata
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Provinsi Lampung diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan upacara dan berbagai kegiatan pendukung. Momentum ini perlu diterjemahkan menjadi komitmen bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan pesantren, memperluas kesempatan berprestasi, dan memperkuat kemandirian santri.
Peran pemerintah, Kementerian Agama, pengelola pesantren, tenaga pendidik, dan masyarakat menjadi penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang berkualitas.
Santri juga perlu memperoleh dukungan untuk mengembangkan kompetensi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan yang menjadi bagian dari identitas mereka.
Bagi Zulkarnain dan jajaran Kanwil Kemenag Lampung, penguatan peran santri merupakan bagian dari upaya membangun generasi yang mampu menjaga nilai moral sekaligus menghadapi tantangan masa depan.
Dengan semangat Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, peringatan Hari Santri diharapkan menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa membutuhkan generasi yang berilmu, berkarakter, mandiri, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
INC MEDIA menilai, keberhasilan peringatan Hari Santri tidak hanya diukur dari kemeriahan acara, tetapi juga dari sejauh mana momentum tersebut mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan membuka ruang lebih luas bagi santri untuk berkarya bagi Indonesia.
- Penulis: Redaksi






