Warga Aceh Timur, Tamiang hingga Lhokseumawe Semarakkan Car Free Day Kota Langsa
- account_circle Supriaman
- calendar_month 54 menit yang lalu
- print Cetak

Kota Langsa, INC MEDIA — Car Free Day Kota Langsa kembali menjadi magnet masyarakat pada Minggu (6/9/2026). Bukan hanya warga setempat, masyarakat dari Aceh Timur, Aceh Tamiang hingga Lhokseumawe turut datang menikmati suasana pagi di kawasan Lapangan Merdeka Kota Langsa.
Car Free Day Kota Langsa Jadi Ruang Publik
Sejak pagi, ribuan warga memadati kawasan Lapangan Merdeka. Jalan yang sementara terbebas dari lalu lintas kendaraan bermotor berubah menjadi ruang publik yang aktif dan dinamis.
Masyarakat memanfaatkan momentum tersebut untuk berolahraga, berekreasi bersama keluarga, bertemu komunitas hingga menikmati berbagai aktivitas ekonomi yang digelar pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Beragam kegiatan berlangsung secara bersamaan. Warga mengikuti senam bersama, berjalan santai, jogging, bersepeda hingga sekadar menikmati suasana akhir pekan.
Hiburan musik turut menghidupkan suasana. Masyarakat tampak menikmati ruang kota dengan suasana yang aman, nyaman dan penuh interaksi.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa Car Free Day Kota Langsa mulai memiliki daya tarik yang melampaui batas wilayah administrasi kota.
Warga Daerah Tetangga Ikut Meramaikan CFD
Antusiasme warga dari luar Kota Langsa terlihat dalam sejumlah momen selama kegiatan berlangsung.
Seorang warga asal Aceh Tamiang yang sedang bersilaturahmi dengan Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S Putra bahkan meminta untuk mengabadikan kebersamaan tersebut melalui foto.
Momen serupa juga terjadi ketika Wali Kota Langsa bertemu dan bersilaturahmi dengan sebuah keluarga asal Aceh Timur dan Lhokseumawe. Mereka datang secara khusus untuk melihat sekaligus merasakan langsung suasana Car Free Day Kota Langsa.
Kehadiran warga lintas daerah itu memperlihatkan bahwa CFD mulai berkembang sebagai ruang pertemuan masyarakat dari berbagai wilayah.
Bagi Kota Langsa, kondisi tersebut menjadi sinyal positif. Ruang publik yang dikelola secara konsisten dapat menjadi titik temu masyarakat sekaligus memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi dan sosial.
Pasar Murah Hadir di Tengah CFD
Pelaksanaan CFD kali ini juga dirangkai dengan Pasar Murah yang digelar Pemerintah Kota Langsa dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.
Pasar murah menyediakan sejumlah kebutuhan pokok, antara lain beras, minyak goreng, gula dan telur. Harga yang ditawarkan lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Kehadiran pasar murah mendapat respons positif dari masyarakat. Selain menjadi bagian dari rangkaian kegiatan keagamaan, program tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat memperoleh kebutuhan rumah tangga dengan harga yang lebih terjangkau.
Kegiatan ini juga memperlihatkan bagaimana Car Free Day Kota Langsa dapat menjadi ruang yang tidak hanya berorientasi pada olahraga dan hiburan, tetapi juga dimanfaatkan untuk menghadirkan pelayanan serta program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Wali Kota Apresiasi Masyarakat dan UMKM
Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S Putra menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang terus menjaga dan meramaikan CFD.
Apresiasi juga diberikan kepada pelaku UMKM, instansi pemerintah, sekolah, khususnya SMK, serta berbagai komunitas yang mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat, pelaku UMKM, instansi, sekolah dan komunitas yang terus mendukung dan meramaikan CFD Kota Langsa. Ini adalah ruang kita bersama untuk berolahraga, bersilaturahmi dan menikmati suasana kota,” ujar Jeffry.
Menurut Jeffry, keterlibatan berbagai unsur masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan CFD sebagai ruang publik yang terbuka bagi semua kalangan.
Ia juga menyambut baik pelaksanaan Pasar Murah yang digelar bersamaan dengan CFD.
“Pasar murah ini kita hadirkan agar masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Mudah-mudahan dapat membantu masyarakat dan menjadi bagian dari semangat berbagi serta mempererat kebersamaan dalam momentum Maulid Nabi Muhammad SAW,” katanya.
CFD Didorong Jadi Ruang Publik Inklusif
Jeffry menegaskan, keberadaan CFD harus terus dijaga sebagai ruang publik yang inklusif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda olahraga mingguan. CFD juga menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, mempertemukan komunitas dan membuka peluang bagi UMKM untuk memperkenalkan serta menjual produknya.
Di sisi lain, kehadiran masyarakat dari Aceh Timur, Aceh Tamiang dan Lhokseumawe menunjukkan potensi CFD sebagai salah satu daya tarik ruang publik Kota Langsa.
Jika dikelola secara konsisten, CFD dapat menjadi bagian dari wajah kota yang ramah terhadap aktivitas masyarakat, ekonomi lokal dan interaksi sosial.
Pengamanan CFD Melibatkan Sejumlah Instansi
Kelancaran kegiatan juga tidak terlepas dari dukungan sejumlah instansi.
Wali Kota Langsa menyampaikan penghargaan kepada jajaran Polres Langsa, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan WH, serta Dinas Syariat Islam yang turut mendukung pengamanan dan kelancaran pelaksanaan CFD.
Kolaborasi tersebut menjadi faktor penting untuk memastikan kawasan CFD tetap tertib dan masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman.
Pada akhirnya, ramainya Car Free Day Kota Langsa bukan hanya menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap ruang terbuka. Lebih jauh, kegiatan ini memperlihatkan bahwa ruang publik dapat menjadi titik temu antara olahraga, rekreasi, ekonomi kerakyatan, pelayanan pemerintah dan interaksi sosial.
Dengan hadirnya warga dari berbagai daerah, CFD Kota Langsa semakin menunjukkan potensinya sebagai ruang publik yang mampu menyatukan masyarakat lintas wilayah dalam suasana yang positif.
- Penulis: Supriaman







