Santunan Anak Yatim Warnai Peringatan 1 Muharram 1448 H di Pekon Kamilin
- account_circle Doni Ramadana
- calendar_month 1 menit yang lalu
- print Cetak

Pringsewu, INC MEDIA – Santunan anak yatim kembali menjadi wujud kepedulian sosial masyarakat Pekon Kamilin, Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu, dalam memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Kegiatan yang digelar rutin setiap bulan Muharram ini berlangsung pada Sabtu (27/6/2026) dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, serta berbagai unsur masyarakat setempat.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yatim piatu, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat. Tradisi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama terus tumbuh dan terjaga di Pekon Kamilin.
Santunan Anak Yatim Menjadi Tradisi Kepedulian
Salah satu tokoh masyarakat Pekon Kamilin, Sanuri, menjelaskan bahwa kegiatan santunan ini merupakan agenda rutin yang selalu dilaksanakan setiap datangnya bulan Muharram.
“Kegiatan ini merupakan kegiatan yang positif yang di lakukan rutin setiap bulan muharam tiba kami memberikan santunan kepada anak yatim piatu khususnya warga Pekon Kamilin selain itu juga kami mengambil anak yatim piatu dari luar pekon yang ada di Kecamatan Pagelaran Utara ini,” jelasnya kepada wartawan ini, Sabtu (27/6/2026).
Menurutnya, kegiatan tersebut lahir dari semangat kebersamaan masyarakat yang ingin menghadirkan manfaat nyata bagi anak-anak yatim piatu. Selain membantu meringankan kebutuhan mereka, santunan juga menjadi bentuk perhatian agar anak-anak tersebut tetap merasakan kasih sayang dan kepedulian dari lingkungan sekitarnya.
Secara umum, kegiatan santunan anak yatim memiliki manfaat besar dalam membangun solidaritas sosial, memperkuat hubungan antarwarga, menumbuhkan rasa empati, serta mengajak masyarakat untuk membiasakan budaya berbagi kepada mereka yang membutuhkan.
Santunan Anak Yatim Dihadiri Tokoh Masyarakat
Sanuri juga menerangkan bahwa kegiatan tersebut mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat dan dihadiri sejumlah tokoh penting.
“Kegiatan ini di hadiri oleh tokoh Pekon Kamilin, Ketua NU, KUA, dan alhamdulilah Hermawan, S.T. pun turut hadir yang merupakan Dewan dari partai PKB,” ungkapnya.
Kehadiran para tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan sosial seperti ini mampu mempererat sinergi dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan saling peduli.
Berawal dari Musyawarah dan Niat Membantu
Lebih lanjut, Sanuri mengungkapkan bahwa kegiatan santunan ini berawal dari inisiatif sejumlah tokoh masyarakat yang tergerak untuk membantu anak-anak yatim piatu. Gagasan tersebut kemudian dibahas melalui musyawarah hingga akhirnya mendapat dukungan luas dari masyarakat.
“Kegiatan ini awal mula nya ada beberapa tokoh di Pekon Kemilin tergerak dari hati ke hati membantu anak yatim piatu dan akhirnya kami adakan musyawarah dan alhamdulilah banyak yang mendukung kegiatan positif ini terutama warga masyarakat Pekon Kamilin akhirnya terjadilah kegiatan santunan anak yatim dan piatu setiap bulan muharam seperti yang bisa kita lihat pada hari ini,” tutupnya.
Melalui kegiatan yang terus dipertahankan setiap tahun, masyarakat Pekon Kamilin berharap semangat berbagi dan kepedulian terhadap anak yatim piatu dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya. Dengan demikian, peringatan Tahun Baru Islam tidak hanya menjadi seremoni keagamaan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat nilai kemanusiaan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
(Doni)
- Penulis: Doni Ramadana



