Polri Kerahkan Water Cannon dan Bagikan Masker untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau
- account_circle Helmy
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

JAKARTA, INC MEDIA – Polri tangani dampak erupsi Gunung Anak Krakatau dengan memperkuat pelayanan kepada masyarakat di sejumlah wilayah terdampak material vulkanik, Senin (7/9/2026).
Jajaran Polri bergerak cepat dengan mengerahkan Armoured Water Cannon (AWC) untuk membasahi dan membersihkan ruas jalan yang tertutup endapan abu vulkanik. Selain itu, personel membagikan masker, menyiapkan layanan kesehatan, memperkuat patroli, serta menyiagakan personel SAR untuk mengantisipasi perkembangan situasi.

Personel Polri mengerahkan kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) untuk menyemprot ruas jalan yang terdampak endapan abu vulkanik sebagai bagian dari penanganan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Kondisi tersebut juga diikuti pembagian masker kepada masyarakat sebagai langkah mitigasi paparan abu vulkanik. (Dok.foto/ist).
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi endapan abu vulkanik yang dapat kembali beterbangan akibat aktivitas kendaraan. Kondisi itu berpotensi mengganggu kenyamanan, kesehatan, dan keselamatan masyarakat, terutama pengguna jalan.
Polri Tangani Dampak Erupsi di Sejumlah Wilayah
Respons kepolisian dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat pusat hingga jajaran kewilayahan. Penanganan mencakup wilayah Lampung, Banten, Jakarta dan sekitarnya, serta sejumlah daerah di Jawa Barat.
Di Bandar Lampung, Ditsamapta Polda Lampung mengerahkan satu unit AWC, satu unit R-4 Karhutla, serta dua unit R-4 pengawalan dan patroli.
Personel melakukan penyemprotan di sejumlah ruas jalan utama, yakni Jalan ZA Pagar Alam, Jalan Teuku Umar, Jalan Raden Intan, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Jenderal Sudirman.
Upaya penanganan tidak berhenti pada pembersihan jalan. Polda Lampung juga memperkuat mitigasi kesehatan dengan membagikan masker kepada masyarakat.
Personel Polresta Bandar Lampung bersama Bhayangkari turun langsung ke lapangan dan membagikan masker kepada pengendara di kawasan Tugu Adipura.
Hal serupa dilakukan Polres Lampung Utara. Personel membagikan masker kepada masyarakat dan pengguna jalan di kawasan Tugu Payan Mas, Kotabumi.
Pembagian masker menjadi langkah preventif untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik, khususnya bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan.
Polri Perkuat Mitigasi Kesehatan
Polda Lampung melalui Biddokkes juga menyiapkan langkah mitigasi kesehatan. Tim medis disiagakan dan koordinasi pelayanan kesehatan diperkuat untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat.
Kesiapan tersebut mencakup pelayanan kesehatan, kemungkinan evakuasi apabila diperlukan, hingga dukungan fasilitas kesehatan rujukan.
Langkah ini menunjukkan bahwa penanganan dampak erupsi tidak hanya berorientasi pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga menyentuh aspek keselamatan dan kesehatan masyarakat.
Banten Kerahkan Enam Unit Water Cannon
Di wilayah hukum Polda Banten, kepolisian mengerahkan enam unit AWC yang didukung empat unit R-4 pengawalan dan patroli serta dua unit R-2 pengawalan dan patroli.
Sejumlah Polres dan Polresta melakukan penyemprotan pada titik-titik prioritas.
Polres Pandeglang melakukan penyemprotan di Jalan Bhayangkara dan jalur sekitar Alun-Alun Pandeglang. Sementara Polres Cilegon menyasar kawasan Jalan Jenderal Sudirman–Bank BJB Cilegon dan Simpang PCI Cilegon.
Polresta Serang Kota melakukan penyemprotan di Jalan Protokol Ahmad Yani.
Sementara itu, Polres Lebak melakukan penyemprotan di Jalan RA Kartini, Jalan Iko Jatmiko, Alun-Alun Rangkasbitung, Balong Ranca Lentah, Jalan Insinyur Juanda, dan Jalan Siliwangi.
Polres Serang melakukan penyemprotan di jalur Arteri–Tangerang. Adapun Polresta Tangerang melakukan penanganan serupa di Jalan Protokol dan Jalan Pemda Kabupaten Tangerang.
Penyemprotan dilakukan untuk mengurangi endapan abu vulkanik di ruas jalan. Personel juga memastikan kegiatan berjalan dengan memperhatikan keselamatan masyarakat dan kelancaran lalu lintas.
Jakarta dan Bekasi Turut Dibasahi Water Cannon
Jajaran Polda Metro Jaya juga mengambil langkah serupa. AWC berkapasitas 6.000 liter dikerahkan untuk membasahi sejumlah ruas jalan di wilayah Jakarta, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Bekasi.
Beberapa lokasi yang menjadi sasaran meliputi jalur Patung Kuda–Bank Indonesia–Sarinah–Bundaran HI, Cipinang–Rawamangun–Pulogadung, Jalan RE Martadinata, Jalan Pondok Cabe Raya, serta Jalan Raya Tegal Danas, Cikarang Pusat.
Personel Brimob Polda Metro Jaya juga membagikan masker kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi terhadap paparan abu vulkanik.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari pelayanan kepolisian agar mobilitas masyarakat tetap berjalan dengan aman di tengah kondisi lingkungan yang terdampak material erupsi.
Jawa Barat Bagikan Ribuan Masker
Di Jawa Barat, Polres Bogor mengerahkan kendaraan AWC untuk membersihkan endapan abu vulkanik di sejumlah ruas jalan.
Personel juga membagikan masker kepada masyarakat dan pengguna jalan.
Polres Cianjur melakukan langkah serupa dengan membagikan sekitar 2.000 masker medis kepada pengguna jalan.
Langkah tersebut menjadi bentuk pelayanan langsung kepolisian sekaligus upaya mengurangi risiko paparan abu vulkanik bagi masyarakat.
Personel SAR dan Sabhara Disiagakan
Selain pengerahan kendaraan dan pembagian masker, Kakorsabhara Baharkam Polri menyiapkan personel serta sarana SAR dan patroli Sabhara.
Kesiapan tersebut mencakup dukungan pencarian dan pertolongan, evakuasi, pengamanan lokasi terdampak, pengaturan lalu lintas, serta patroli di wilayah yang berpotensi mengalami gangguan akibat material erupsi.
Personel disiapkan untuk bergerak sesuai perkembangan situasi dan kebutuhan di lapangan.
Mereka juga bertugas membantu masyarakat, memantau jalur, mengantisipasi potensi gangguan, serta memastikan aktivitas warga tetap berlangsung aman dan tertib.
Layanan untuk Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta
Pelayanan kepolisian juga menyasar masyarakat di Bandara Soekarno-Hatta.
Personel Polri membagikan masker, melakukan pemeriksaan kesehatan, menyediakan vitamin dan obat-obatan sesuai kebutuhan, serta memberikan makanan ringan kepada penumpang yang terdampak penundaan penerbangan.
Langkah tersebut menjadi bentuk respons terhadap dampak erupsi yang tidak hanya berpengaruh terhadap kondisi lingkungan, tetapi juga mobilitas masyarakat dan aktivitas transportasi.
Polri Pastikan Personel Siap Bergerak
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan jajaran Polri terus bergerak berdasarkan perkembangan situasi dan kondisi di masing-masing wilayah.
“Polri hadir bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan pengamanan, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan bantuan dan pelayanan. Water Cannon dikerahkan untuk membantu menangani endapan abu di jalan, masker dibagikan, pelayanan kesehatan diberikan, serta personel SAR dan patroli Sabhara disiapkan untuk mendukung penanganan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan sekaligus kepedulian Polri untuk memastikan masyarakat mendapatkan bantuan dan pelayanan di tengah situasi yang dapat mengganggu mobilitas serta aktivitas sehari-hari.
“Kami ingin memastikan masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman. Personel di lapangan terus memantau kondisi, memberikan edukasi, membantu pengguna jalan maupun masyarakat yang terdampak, serta siap melakukan langkah berikutnya sesuai kebutuhan,” katanya.
Trunoyudo menegaskan, tidak menutup kemungkinan jajaran Polda dan Polres lainnya akan melakukan langkah serupa apabila terdapat wilayah yang turut terdampak material erupsi.
“Setiap wilayah memiliki kondisi yang berbeda. Karena itu, jajaran Polda dan Polres terus melakukan pemantauan. Apabila terdapat dampak terhadap masyarakat, personel siap bergerak memberikan pelayanan dan bantuan sesuai kebutuhan di lapangan,” tegasnya.
Masyarakat Diminta Tetap Waspada
Polri mengimbau masyarakat tetap tenang, menjaga kesehatan, menggunakan masker apabila diperlukan, serta meningkatkan kewaspadaan saat berkendara.
Masyarakat juga diminta mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi, seperti PVMBG/Badan Geologi, BMKG, BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian dapat menghubungi Layanan Polisi 110. Untuk kondisi yang membutuhkan pencarian, pertolongan, atau evakuasi, laporan masyarakat akan dikoordinasikan dengan personel dan unsur SAR terkait.
Polri memastikan pemantauan terus dilakukan. Jajaran di wilayah yang terdampak maupun berpotensi terdampak disiapkan untuk bergerak sesuai kebutuhan.
Respons cepat tersebut menjadi penting karena dampak material erupsi dapat berubah mengikuti kondisi lapangan. Koordinasi antarlembaga dan kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting agar aktivitas warga tetap berjalan aman sekaligus meminimalkan risiko yang mungkin muncul.| Red
- Penulis: Helmy







