Polri Ajak Masyarakat Jaga Ruang Demokrasi, Sampaikan Aspirasi Secara Damai
- account_circle Redaksi
- calendar_month 15 menit yang lalu
- print Cetak

JAKARTA, INC MEDIA — Polri mengajak masyarakat menjaga ruang demokrasi dengan menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, dan bertanggung jawab. Kebebasan berpendapat merupakan hak warga negara yang harus dihormati, dengan tetap memperhatikan hak serta kepentingan masyarakat lainnya.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa perbedaan pandangan dan kritik merupakan bagian penting dari demokrasi yang sehat. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak ragu menyampaikan aspirasi, tetapi tetap mengedepankan cara-cara konstruktif dan menghindari provokasi informasi yang belum terverifikasi.
“Polri menghormati setiap aspirasi masyarakat. Kritik dan perbedaan pendapat merupakan bagian dari demokrasi. Mari sampaikan aspirasi secara damai, jaga ruang publik bersama, dan jangan mudah terprovokasi,” ujar Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Polri Kedepankan Pendekatan Humanis
Johnny mengatakan, Polri mengedepankan pelayanan yang humanis melalui komunikasi dan pendekatan persuasif agar masyarakat dapat menyampaikan pendapat dengan baik.
Menurutnya, menjaga ketertiban dalam penyampaian aspirasi membutuhkan keterlibatan semua pihak. Masyarakat perlu menghormati sesama, sementara aparat berkewajiban memberikan pelayanan secara profesional dengan tetap menghormati hak warga negara.
Ruang demokrasi yang sehat, lanjutnya, harus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan kritik dan pandangan tanpa mengabaikan ketentuan hukum serta hak orang lain.
Masyarakat Diminta Bijak Bermedia Sosial
Selain menjaga ketertiban dalam menyampaikan aspirasi secara langsung, Polri mengingatkan masyarakat agar bijak menggunakan media sosial. Warga diminta memeriksa sumber dan kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada orang lain.
Informasi yang tidak terverifikasi berpotensi memicu kesalahpahaman dan memperkeruh suasana. Karena itu, literasi digital dan tanggung jawab dalam berkomunikasi menjadi bagian penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat.
Johnny menekankan bahwa menjaga demokrasi bukan hanya soal keberanian menyampaikan pendapat, tetapi juga kemampuan menghargai perbedaan dan menjaga komunikasi tetap sehat.
“Demokrasi bukan hanya tentang keberanian menyampaikan pendapat, tetapi juga kedewasaan dalam menghormati perbedaan. Polri bersama masyarakat, mari kita jaga agar aspirasi tersampaikan, pelayanan berjalan baik, dan kehidupan bermasyarakat tetap aman serta damai,” tutupnya.
Polri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ruang publik, baik di dunia nyata maupun digital. Penyampaian aspirasi yang damai, penghormatan terhadap perbedaan, dan penggunaan informasi secara bertanggung jawab diharapkan dapat mendukung kehidupan demokrasi yang aman, terbuka, dan bermartabat.
Pewarta: Helmy
- Penulis: Redaksi






