Patroli Janji Jaga Perkuat Rasa Aman, Polda Lampung Maksimalkan Tim QR Presisi
- account_circle Redaksi
- calendar_month 8 jam yang lalu
- print Cetak

LAMPUNG, incmedia.site — Patroli Janji Jaga menjadi strategi humanis yang terus diperkuat jajaran kepolisian di Provinsi Lampung untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Program yang dijalankan Polresta Bandar Lampung itu tidak hanya berfokus pada pengawasan wilayah rawan kriminalitas, tetapi juga membangun kedekatan emosional antara polisi dan warga.
Langkah tersebut diperkuat dengan penurunan Tim Quick Response (QR) Presisi Polda Lampung di sejumlah titik rawan gangguan keamanan. Kehadiran patroli rutin dan respons cepat itu diharapkan mampu meningkatkan rasa aman masyarakat di tengah aktivitas sehari-hari.
Patroli Janji Jaga Hadir dengan Pendekatan Humanis
Kabid Humas Polda Lampung, Yuni Iswandari Yuyun, mengatakan berbagai langkah preventif terus dilakukan guna memastikan situasi kamtibmas di Lampung tetap aman dan kondusif.
“Polda Lampung terus meningkatkan patroli pada titik dan jam rawan guna mengantisipasi aksi kriminalitas jalanan maupun gangguan kamtibmas lainnya. Kehadiran polisi harus benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Yuni, Minggu (24/5/2026).
Berbeda dengan patroli konvensional yang umumnya berjalan tanpa interaksi, Patroli Janji Jaga hadir dengan konsep komunikatif melalui jingle serta himbauan suara saat petugas berkeliling di lingkungan permukiman maupun ruas jalan yang dianggap rawan gangguan kamtibmas.
Pendekatan tersebut sengaja dirancang agar masyarakat mengetahui polisi tetap bertugas menjaga keamanan, bahkan ketika warga sedang beristirahat ataupun bekerja.
“Ketika masyarakat tidur atau sedang bekerja, polisi tetap hadir berkeliling. Ada himbauan, ada suara patroli yang menandakan polisi menjaga situasi tetap aman,” lanjutnya.
Patroli Janji Jaga Terinspirasi Kebiasaan Warga
Program Patroli Janji Jaga yang mulai berjalan sejak Mei 2025 itu disebut terinspirasi dari suara khas pedagang keliling yang akrab di tengah masyarakat, seperti penjual tahu bulat, roti, hingga es krim.
Konsep tersebut dipilih agar patroli kepolisian terasa lebih dekat, mudah dikenali, dan tidak menciptakan kesan menegangkan di lingkungan warga.
Selain membangun rasa aman, pola patroli yang dilakukan secara acak mulai pagi, siang, sore hingga malam hari juga ditujukan untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan jalanan.
Tim QR Presisi Diperkuat di Titik Rawan
Di sisi lain, Polda Lampung juga memperkuat pengamanan melalui Tim QR Presisi yang disiagakan pada jam-jam rawan kriminalitas. Tim tersebut bergerak berdasarkan analisa dan evaluasi situasi kamtibmas di lapangan.
Selain melakukan patroli dialogis, personel juga terhubung langsung dengan layanan darurat 110 guna mempercepat respons terhadap laporan masyarakat.
“Personel kami bergerak berdasarkan pemetaan kerawanan dan langsung merespons apabila ada laporan masyarakat melalui layanan 110,” ujar Yuni.
Menurutnya, penguatan patroli tidak hanya bertujuan melakukan penindakan, tetapi juga pencegahan agar potensi tindak kriminal dapat ditekan sejak dini.
“Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran polisi di lapangan, baik melalui patroli rutin maupun respons cepat terhadap setiap aduan warga,” ungkapnya.
Polisi Ajak Warga Jaga Keamanan Lingkungan
Polda Lampung juga mengajak masyarakat untuk aktif menjaga keamanan lingkungan dengan segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan maupun tindak kriminalitas.
“Keamanan wilayah tidak bisa dijaga sendiri oleh kepolisian. Dibutuhkan sinergi bersama masyarakat agar situasi kamtibmas di Lampung tetap aman dan kondusif,” tutup Yuni.
- Penulis: Redaksi
- Editor: Resmi Januari, SH


