Breaking News
light_mode

Pembangunan Irigasi Paving Block Dimulai, P3A Optimistis Pasokan Air Sawah di Giri Tunggal Meningkat

  • account_circle Doni Ramadana
  • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
  • print Cetak

Pembangunan Irigasi Paving Block Masuki Tahap Pencetakan Brikes

PRINGSEWU, INC MEDIA Pembangunan irigasi paving block di Pekon Giri Tunggal, Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu, kini memasuki tahap awal berupa pencetakan brikes sebagai material utama konstruksi. Proyek yang diharapkan mampu meningkatkan distribusi air ke lahan pertanian tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat, khususnya para petani yang selama ini menghadapi persoalan aliran irigasi yang kurang merata.

Ketua P3A Bina Desa Usaha, Untung Basuki, mengatakan proses pencetakan brikes sedang berlangsung sebelum material tersebut dipasang pada saluran irigasi yang akan dibangun.

“Kami sedang melalukan proses pencetakan brikes sejumlah 3.985 keping guna di aplikasikan ke sirigasi yang nantinya akan kami lakukan penggalian sepanjang 664,2 meter, untuk lebar bawah 50 sentimeter, lebar atas 100 sentimeter, dengan ketinggian 60 sentimeter,” jelas Untung Basuki kepada wartawan, Rabu (22/7/2026), saat ditemui di lokasi.

Pembangunan Irigasi Paving Block Tetap Mengacu Ketentuan Balai Besar

Untung menjelaskan, pembangunan saluran irigasi tersebut tetap mengacu pada ketentuan dari Balai Besar terkait sumber pengambilan air. Meski lokasi pembangunan dapat dipindahkan, sumber air yang digunakan tetap harus berasal dari titik yang telah ditetapkan.

“Bangunan ini nantinya hanya memiliki satu sumber aliran air sesuai ketetapan dari Balai Besar. Di perbolehkan pindah lokasi namun dengan sumber air yang sama. Bangunan tersebut nantinya akan ada di Dusun Dua (Giri Tunggal Dua),” terangnya.

Menurutnya, ketentuan tersebut bertujuan menjaga efektivitas sistem irigasi sekaligus memastikan distribusi air tetap sesuai dengan perencanaan teknis yang telah disusun.

Pekerjaan Ditargetkan Rampung Dua Bulan

Dalam pelaksanaannya, proyek ini melibatkan sembilan tenaga kerja lokal. Para pekerja menerima upah harian sebesar Rp120 ribu dengan estimasi waktu pengerjaan selama dua bulan.

Untung menilai, target tersebut lebih realistis mengingat pekerjaan konstruksi sangat dipengaruhi kondisi cuaca.

“Untuk upah pekerja harian dengan nominal Rp120 ribu per hari, sementara ini kami baru memiliki sembilan pekerja. Estimasi pengerjaan bangunan sesuai yang tertulis di kontrak akan berlangsung selama dua bulan dikarenakan kami tidak dapat memastikan pekerjaan ini selesai dalam waktu satu bulan, mempertimbangkan faktor alam yang sulit untuk ditebak,” ujarnya.

Petani Sambut Positif Proyek Irigasi

Untung mengungkapkan, sejak proses pengukuran lokasi dilakukan, sejumlah petani menyampaikan dukungan terhadap pembangunan irigasi paving block tersebut. Selama ini, distribusi air ke area persawahan dinilai belum optimal akibat sedimentasi dan berbagai faktor lainnya yang menghambat kelancaran aliran.

Menurutnya, kehadiran saluran irigasi baru diharapkan mampu memperbaiki sistem pengairan sehingga kebutuhan air sawah dapat terpenuhi secara lebih merata.

“Pada saat melakukan pengukuran di lokasi sebagian masyarakat (petani) turut senang dengan adanya irigasi paving block ini, dikarenakan untuk saat ini air di persawahan kurang baik atau tidak merata dan juga kurang lancar karena ada beberapa faktor yang mempengaruhinya seperti endapan lumpur,” tuturnya.

Harapan Meningkatkan Hasil Panen dan Kesejahteraan Warga

P3A Bina Desa Usaha berharap pembangunan irigasi tersebut mampu memberikan dampak nyata terhadap produktivitas pertanian di Pekon Giri Tunggal. Selain memperlancar pasokan air, proyek ini juga diharapkan menjadi awal dari pembangunan infrastruktur pertanian lainnya.

“Kami berharap dengan adanya bangunan yang sedang dalam proses pengerjaan ini dapat mengatasi kendala air untuk persawahan warga dan mampu meningkatkan hasil panen. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah setempat khususnya Balai Besar karena sudah memberikan bangunan ini. Adapun nantinya berdampak signifikan, semoga ada tambahan bangunan-bangunan lainnya guna kesejahteraan warga yang turut merasakan dampaknya,” tutup Untung.

Pembangunan infrastruktur irigasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Dengan sistem saluran yang lebih baik, distribusi air ke lahan pertanian diharapkan semakin efektif sehingga produktivitas pertanian masyarakat dapat meningkat secara berkelanjutan.

 

 

  • Penulis: Doni Ramadana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Pesawaran Tinjau Wilayah Blank Spot dan Perkuat Silaturahmi Kamtibmas Jelang PSU 2025

    Kapolres Pesawaran Tinjau Wilayah Blank Spot dan Perkuat Silaturahmi Kamtibmas Jelang PSU 2025

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Pesawaran, INC MEDIA — Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan memastikan kelancaran proses demokrasi, Kapolres Pesawaran AKBP Heri Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.I.K. bersama PJU Polres Pesawaran melaksanakan kegiatan silaturahmi kamtibmas sekaligus pengecekan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di wilayah kepulauan yang mengalami gangguan jaringan komunikasi (blank spot). Rabu (7/5/25) pagi. Kegiatan ini menyasar dua lokasi strategis: […]

  • RILIS ANALISIS KEBIJAKAN PUBLIK

    RILIS ANALISIS KEBIJAKAN PUBLIK

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Sinyal Awal Krisis Tata Kelola RSUD Metro: Ketika Regulasi Daerah Berpotensi Menyimpang dari Kerangka Hukum Nasional Oleh: Hendra Apriyanes (Pemerhati Kebijakan Publik) METRO , INC MEDIA — Dalam sistem pemerintahan yang sehat, terdapat satu prinsip dasar yang tidak dapat ditawar: setiap kebijakan daerah harus selaras dengan kerangka hukum nasional. Peraturan daerah, peraturan kepala daerah, maupun […]

  • Kepsek UPT SDN 1 Fajar Baru Dambakan sarana dan prasarana Sekolah yang memadai

    Kepsek UPT SDN 1 Fajar Baru Dambakan sarana dan prasarana Sekolah yang memadai

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Pringsewu (INC Media) — Adanya aturan kewajiban untuk mengemban pendidikan di lembaga pendidikan formal (sekolah) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengembangkan pengetahuan dan juga kemampuan seorang anak supaya dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Lembaga pendidikan formal seperti sekolah, baik sekolah negeri maupun swasta, memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk memberikan pendidikan formal […]

  • Kapolda Jabar Sholat Jumat Keliling Perkuat Sinergitas Polri dan Ulama di Ponpes Al-Khairiyah Cirebon

    Kapolda Jabar Sholat Jumat Keliling Perkuat Sinergitas Polri dan Ulama di Ponpes Al-Khairiyah Cirebon

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Wahidin
    • 0Komentar

    CIREBON, INC MEDIA – Kapolda Jabar Sholat Jumat Keliling menjadi momentum mempererat hubungan antara Polri dengan ulama, pondok pesantren, dan masyarakat. Komitmen tersebut ditunjukkan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H. saat melaksanakan Sholat Jumat Keliling yang dilanjutkan dengan silaturahmi di Pondok Pesantren Al-Khairiyah Cirebon, Jumat (17/7/2026). Kegiatan berlangsung di Masjid Jami’ […]

  • Vertical Featured Image with Disabled Comments

    Vertical Featured Image with Disabled Comments

    • calendar_month Rabu, 5 Sep 2018
    • account_circle incmedia.site
    • 0Komentar

    This post should display a featured image. Non-square images can provide some unique styling issues. This post showcasesa vertical featured image. Vestibulum fringilla pede sit amet augue. Curabitur ligula sapien, tincidunt non, euismod vitae, posuere imperdiet, leo. Quisque libero metus, condimentum nec, tempor a, commodo mollis, magna. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Nulla […]

  • Dugaan Penjualan Seragam Sekolah Jadi Sorotan, Orang Tua Siswa SMPN 2 Telukjambe Timur Minta Dinas Pendidikan Turun Tangan

    Dugaan Penjualan Seragam Sekolah Jadi Sorotan, Orang Tua Siswa SMPN 2 Telukjambe Timur Minta Dinas Pendidikan Turun Tangan

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Karawang, INC MEDIA — Dugaan Penjualan Seragam Sekolah di SMP Negeri 2 Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menuai sorotan dari sejumlah orang tua siswa baru. Mereka mengaku keberatan dengan biaya pembelian satu paket seragam yang nilainya mencapai Rp950 ribu untuk siswa laki-laki dan Rp1 juta untuk siswi perempuan. Keluhan tersebut muncul karena biaya dinilai […]

expand_less