Pembangunan Irigasi Paving Block Dimulai, P3A Optimistis Pasokan Air Sawah di Giri Tunggal Meningkat
- account_circle Doni Ramadana
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Pembangunan Irigasi Paving Block Masuki Tahap Pencetakan Brikes
PRINGSEWU, INC MEDIA – Pembangunan irigasi paving block di Pekon Giri Tunggal, Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu, kini memasuki tahap awal berupa pencetakan brikes sebagai material utama konstruksi. Proyek yang diharapkan mampu meningkatkan distribusi air ke lahan pertanian tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat, khususnya para petani yang selama ini menghadapi persoalan aliran irigasi yang kurang merata.
Ketua P3A Bina Desa Usaha, Untung Basuki, mengatakan proses pencetakan brikes sedang berlangsung sebelum material tersebut dipasang pada saluran irigasi yang akan dibangun.
“Kami sedang melalukan proses pencetakan brikes sejumlah 3.985 keping guna di aplikasikan ke sirigasi yang nantinya akan kami lakukan penggalian sepanjang 664,2 meter, untuk lebar bawah 50 sentimeter, lebar atas 100 sentimeter, dengan ketinggian 60 sentimeter,” jelas Untung Basuki kepada wartawan, Rabu (22/7/2026), saat ditemui di lokasi.
Pembangunan Irigasi Paving Block Tetap Mengacu Ketentuan Balai Besar
Untung menjelaskan, pembangunan saluran irigasi tersebut tetap mengacu pada ketentuan dari Balai Besar terkait sumber pengambilan air. Meski lokasi pembangunan dapat dipindahkan, sumber air yang digunakan tetap harus berasal dari titik yang telah ditetapkan.
“Bangunan ini nantinya hanya memiliki satu sumber aliran air sesuai ketetapan dari Balai Besar. Di perbolehkan pindah lokasi namun dengan sumber air yang sama. Bangunan tersebut nantinya akan ada di Dusun Dua (Giri Tunggal Dua),” terangnya.
Menurutnya, ketentuan tersebut bertujuan menjaga efektivitas sistem irigasi sekaligus memastikan distribusi air tetap sesuai dengan perencanaan teknis yang telah disusun.
Pekerjaan Ditargetkan Rampung Dua Bulan
Dalam pelaksanaannya, proyek ini melibatkan sembilan tenaga kerja lokal. Para pekerja menerima upah harian sebesar Rp120 ribu dengan estimasi waktu pengerjaan selama dua bulan.
Untung menilai, target tersebut lebih realistis mengingat pekerjaan konstruksi sangat dipengaruhi kondisi cuaca.
“Untuk upah pekerja harian dengan nominal Rp120 ribu per hari, sementara ini kami baru memiliki sembilan pekerja. Estimasi pengerjaan bangunan sesuai yang tertulis di kontrak akan berlangsung selama dua bulan dikarenakan kami tidak dapat memastikan pekerjaan ini selesai dalam waktu satu bulan, mempertimbangkan faktor alam yang sulit untuk ditebak,” ujarnya.
Petani Sambut Positif Proyek Irigasi
Untung mengungkapkan, sejak proses pengukuran lokasi dilakukan, sejumlah petani menyampaikan dukungan terhadap pembangunan irigasi paving block tersebut. Selama ini, distribusi air ke area persawahan dinilai belum optimal akibat sedimentasi dan berbagai faktor lainnya yang menghambat kelancaran aliran.
Menurutnya, kehadiran saluran irigasi baru diharapkan mampu memperbaiki sistem pengairan sehingga kebutuhan air sawah dapat terpenuhi secara lebih merata.
“Pada saat melakukan pengukuran di lokasi sebagian masyarakat (petani) turut senang dengan adanya irigasi paving block ini, dikarenakan untuk saat ini air di persawahan kurang baik atau tidak merata dan juga kurang lancar karena ada beberapa faktor yang mempengaruhinya seperti endapan lumpur,” tuturnya.
Harapan Meningkatkan Hasil Panen dan Kesejahteraan Warga
P3A Bina Desa Usaha berharap pembangunan irigasi tersebut mampu memberikan dampak nyata terhadap produktivitas pertanian di Pekon Giri Tunggal. Selain memperlancar pasokan air, proyek ini juga diharapkan menjadi awal dari pembangunan infrastruktur pertanian lainnya.
“Kami berharap dengan adanya bangunan yang sedang dalam proses pengerjaan ini dapat mengatasi kendala air untuk persawahan warga dan mampu meningkatkan hasil panen. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah setempat khususnya Balai Besar karena sudah memberikan bangunan ini. Adapun nantinya berdampak signifikan, semoga ada tambahan bangunan-bangunan lainnya guna kesejahteraan warga yang turut merasakan dampaknya,” tutup Untung.
Pembangunan infrastruktur irigasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Dengan sistem saluran yang lebih baik, distribusi air ke lahan pertanian diharapkan semakin efektif sehingga produktivitas pertanian masyarakat dapat meningkat secara berkelanjutan.
- Penulis: Doni Ramadana




