Maulidah Zauroh Fatayat NU Lampung 2026–2031, Regenerasi Kepemimpinan Perkuat Peran Perempuan
- account_circle Redaksi
- calendar_month 11 menit yang lalu
- print Cetak

Maulidah Zauroh Fatayat NU Lampung 2026–2031: Momentum Regenerasi dan Penguatan Organisasi
Lampung, INC MEDIA — Maulidah Zauroh Fatayat NU Lampung 2026–2031 menjadi momentum penting dalam proses regenerasi kepemimpinan organisasi perempuan Nahdlatul Ulama di Provinsi Lampung. Pergantian kepengurusan ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran Fatayat NU di tengah masyarakat.
Menjelang berakhirnya masa khidmat kepengurusan, Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Lampung aktif melakukan konsolidasi dan komunikasi lintas lembaga. Salah satunya melalui audiensi dengan DPRD dan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Lampung guna memperkuat sinergi program organisasi.
Konferwil Jadi Ajang Regenerasi Kepemimpinan
Ketua PW Fatayat NU Lampung, Wirdayati, menyampaikan bahwa organisasi akan menggelar Konferensi Wilayah (Konferwil) sebagai forum utama regenerasi kepemimpinan.
Ia menegaskan bahwa berakhirnya masa kepengurusan bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan momentum refleksi dan evaluasi.
“Momentum ini sebagai titik refleksi untuk memperkuat peran Fatayat NU di tengah masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga kesinambungan program sekaligus meningkatkan kontribusi nyata organisasi, terutama dalam pemberdayaan perempuan muda dan penguatan nilai keagamaan.
Fokus pada Pemberdayaan Perempuan dan Dakwah Moderat
Dalam rangka memperkuat program kerja ke depan, Fatayat NU Lampung mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Kementerian Agama.
Wirdayati menyebut bahwa organisasi memiliki perhatian khusus pada pengembangan program daiyah dan hafizah.
“Peran daiyah dan hafizah tidak hanya terbatas pada kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial,” jelasnya.
Menurutnya, kehadiran daiyah di lingkungan pendidikan, termasuk madrasah, dapat memberikan dampak signifikan dalam membangun nilai keagamaan yang moderat dan inklusif.
Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci
Audiensi yang dilakukan juga menghasilkan respons positif dari pihak Kemenag Lampung. Kolaborasi program dakwah dan pemberdayaan perempuan dinilai penting untuk memperluas dampak sosial organisasi.
Rencana kerja sama tersebut akan diwujudkan melalui kegiatan dakwah di madrasah, sekaligus menjadi bagian dari upaya penguatan pendidikan keagamaan di daerah.
Fatayat NU Lampung menilai sinergi lintas lembaga sebagai kunci dalam menjawab tantangan sosial yang semakin kompleks, khususnya terkait pemberdayaan perempuan dan pembangunan sumber daya manusia.
Arah Kepemimpinan Baru Lebih Progresif
Dengan terpilihnya kepemimpinan baru dalam periode 2026–2031, organisasi diharapkan mampu menghadirkan program yang lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Kepemimpinan baru di bawah Maulidah Zauroh diyakini akan membawa semangat baru dalam memperkuat peran perempuan, baik dalam ranah sosial, keagamaan, maupun pembangunan daerah.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Fatayat NU sebagai organisasi perempuan yang tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga berperan sebagai motor penggerak perubahan sosial.| Red
- Penulis: Redaksi
- Editor: Resmi Januari, SH
