Breaking News

MA Mutasi 199 Hakim Usai Skandal Suap, DPR: Jangan Cuma Ganti Orang, Ganti Sistemnya!

  • account_circle Haris Efendi
  • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
  • print Cetak

Jakarta, INC MEDIA – Mahkamah Agung (MA) melakukan langkah drastis dengan memutasi sebanyak 199 hakim dan 68 panitera serta pimpinan pengadilan negeri di seluruh Indonesia, Selasa (22/4/2025). Langkah ini diambil sebagai respons atas skandal suap yang menyeret nama besar di lembaga peradilan.

“Mutasi ini merupakan bentuk penyegaran agar para hakim dan aparatur pengadilan bisa lebih bersemangat dan berkinerja lebih baik,” ujar Ketua MA, Sunarto, dalam rilis resmi, Rabu (23/4/2025), dikutip dari Antara.

BACA JUGA : Kapolri Hadiri Silaturahmi Ormas-Halal Bihalal MUI, Komitmen Perkuat Ukhuwah Bangsa

Langkah bersih-bersih ini tak bisa dilepaskan dari kasus suap besar yang mengguncang MA. Ketua PN Jakarta Selatan dan tiga hakim Tipikor PN Jakarta Pusat baru-baru ini ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung dalam kasus putusan bebas tiga korporasi sawit.

Dalam mutasi terbaru, wilayah Jakarta menjadi pusat perombakan. Tercatat, 61 hakim dari lima PN di Jakarta mengalami rotasi. Selain itu, pucuk pimpinan di tiga PN Jakarta juga berganti. Ketua PN Jakarta Pusat kini dijabat oleh Husnul Khotimah, sementara PN Jakarta Selatan dipimpin Agus Akhyudi dan PN Jakarta Utara oleh Yunto S. Hamonangan Tampubolon.

Komisi Yudisial menyambut baik langkah ini. “Kami siap memberikan masukan soal integritas hakim lewat rekam jejak yang telah kami himpun,” kata juru bicara KY, Mukti Fajar Nur Dewata.

BACA JUGA : Jejak Suap Miliaran Rupiah: KPK Geledah Dinas Perkim Lampung Tengah Terkait Skandal PUPR OKU

Namun, langkah ini tak lepas dari sorotan tajam DPR. Anggota Komisi III, Rudianto Lallo, menekankan pentingnya menempatkan hakim berdasarkan integritas, bukan sekadar rotasi administratif.

“Kalau punya banyak aduan, ya jangan ditempatkan lagi. Mutasi harus bisa memperbaiki citra MA yang tercoreng,” tegasnya.

Sementara itu, I Wayan Sudirta, juga dari Komisi III DPR, mengkritisi akar persoalan sistemik di balik bobroknya peradilan. Ia menyebut sistem rekrutmen hakim masih sarat “titipan” dan utang budi, yang membuka celah masuknya mafia hukum.

“Transparansi dan meritokrasi harus jadi dasar dalam pembinaan karier dan promosi. Jangan sampai reward dan punishment cuma jadi slogan,” ujarnya tajam.

Mutasi kali ini menjadi pertaruhan besar MA untuk memulihkan kepercayaan publik. Tapi, apakah cukup ampuh untuk memutus mata rantai suap dalam sistem peradilan?**

 

  • Penulis: Haris Efendi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mediasi Deadlock, Masyarakat Desa Sukajaya Akan Tutup Aktivitas PT. SBB

    Mediasi Deadlock, Masyarakat Desa Sukajaya Akan Tutup Aktivitas PT. SBB

    • calendar_month Rabu, 25 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Lampung Selatan, INC MEDIA — Warga masyarakat Desa Sukajaya Akan melayangkan surat penutupan akses masuk PT.SBB. dampak tidak puas nya jawaban yang di sampaikan perwakilan perusahaan yang bergerak di penambangan batu andesit. Mediasi kedua tuai jalan buntu masyarakat Sukajaya akan blokade pintu masuk PT.SBB (Sumber batu berkah) hingga tutup operasional perusahaan dan mencabut izin lingkungan […]

  • Aksi Mahasiswa ‘Indonesia Gelap’: BEM SI Desak Presiden Prabowo Cabut Kebijakan Kontroversial

    Aksi Mahasiswa ‘Indonesia Gelap’: BEM SI Desak Presiden Prabowo Cabut Kebijakan Kontroversial

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta (INC Media) — Aksi Demonstrasi Mahasiswa Serentak: BEM SI Guncang Indonesia dengan Tuntutan Tegas Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) memulai maraton aksi yang mengguncang seluruh Indonesia, dimulai pada Senin, 17 Februari, dan akan berlanjut hingga Rabu, 19 Februari 2025. Dengan tema “Indonesia Gelap”, mahasiswa dari berbagai penjuru tanah air turun ke jalan […]

  • Oknum Kadus Serang Warga dengan Kayu, Korban Meninggal Dunia Setelah Satu Minggu Perawatan

    Oknum Kadus Serang Warga dengan Kayu, Korban Meninggal Dunia Setelah Satu Minggu Perawatan

    • calendar_month Sabtu, 8 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Lampung Selatan (INC Media) — Tragedi kekerasan menggemparkan terjadi di Dusun Sarirejo, Desa Natar, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. M. Reymico Glen Farisal (19) meninggal dunia setelah dihantam kayu balok oleh oknum Kepala Dusun (Kadus), H (44), pada Kamis (23/1/2025). Reymico sebelumnya dirawat intensif selama seminggu di rumah sakit akibat luka serius di bagian kepala. Foto […]

  • PWRI Lampung Gelar Pelatihan Jurnalistik

    PWRI Lampung Gelar Pelatihan Jurnalistik

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2024
    • account_circle arif
    • 0Komentar

    Bandar Lampung, INC Media, Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Lampung menggelar pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan pada Rabu-Kamis, 20-21 November 2024 di Hotel Marcopolo, Bandar Lampung. Pelatihan jurnalistik dibuka langsung oleh Sekretaris Dinas (Sekdin) Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Lampung, Dr. Elip Heldan, AP., M.Si., Kegiatan ini diikuti oleh 75 peserta […]

  • Aksi Curanmor di Masjid Ar-Rahman Sukarame, Dua Pemuda Asal Tanjung Bintang Ditangkap 

    Aksi Curanmor di Masjid Ar-Rahman Sukarame, Dua Pemuda Asal Tanjung Bintang Ditangkap 

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Bandar Lampung, INC MEDIA — Dua pemuda asal Desa Rejomulyo, Tanjung Bintang, Lampung Selatan, berinisial FY (25) dan IAW (24), ditangkap aparat gabungan Satreskrim Polresta Bandar Lampung dan Polsek Sukarame pada Selasa (13/5/2025), setelah nekat mencuri sepeda motor saat Salat Isya di Masjid Ar-Rahman, Jalan Pulau Damar, Way Dadi Baru, Sukarame bandar Lampung. BACA JUGA : Aksi Jumat […]

  • Mendes PDT : Swasembada Pangan Harus Mulai dari Desa

    Mendes PDT : Swasembada Pangan Harus Mulai dari Desa

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta , INC MEDIA — Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto ingin desa bisa swasembada pangan dan energi sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia emas 2045. Sebab pangan adalah kebutuhan pokok sehingga penting bagi setiap negara termasuk Indonesia untuk bisa memenuhinya dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki tanpa harus impor dari negara lain. […]

expand_less