PNS Metro Tewas Ditembak Saat Konflik Utang Memanas, Polisi Kejar Pelaku
- account_circle Redaksi
- calendar_month 9 jam yang lalu
- print Cetak

Metro, incmedia.site – Kasus PNS Metro tewas ditembak menggegerkan warga Kota Metro, Lampung, Sabtu (23/5/2026) malam. Seorang pria bernama Dedi Christian Agung (40), warga Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, meninggal dunia setelah mengalami luka tembak di bagian kepala usai diduga terlibat cekcok terkait utang piutang.
Peristiwa tragis itu terjadi di Jalan Khair Bras, Metro Barat, tepat di depan sebuah tempat cucian mobil. Saat kejadian, korban diketahui sedang duduk bersama sejumlah rekannya sebelum didatangi pelaku.
Polisi Buru Pelaku Penembakan
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, aparat kepolisian saat ini masih memburu pelaku yang identitasnya sudah dikantongi penyidik.
“Peristiwa ini sedang kami tangani secara serius. Tim di lapangan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku untuk segera diamankan,” kata Yuni, Minggu (24/5/2026).
Menurutnya, penyidik juga masih mendalami keterangan para saksi serta hasil autopsi guna memastikan rangkaian peristiwa secara menyeluruh.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak berspekulasi. Penyidik bekerja berdasarkan alat bukti dan fakta-fakta di lapangan,” ujarnya.
Kronologi PNS Metro Tewas Ditembak
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku datang ke lokasi untuk menagih utang kepada korban. Namun, percakapan di antara keduanya diduga memicu ketegangan hingga berujung cekcok mulut di depan lokasi kejadian.
Keributan kemudian berlanjut ke pinggir jalan. Dalam situasi tersebut, korban disebut sempat memukul kepala pelaku sambil menantangnya untuk menembak.
Tak lama setelah itu, pelaku diduga mengeluarkan senjata api dari tas kecil yang dibawanya lalu menembakkan satu peluru ke arah korban. Tembakan tersebut mengenai pelipis kanan korban hingga membuatnya langsung terjatuh di badan jalan.
Istri korban yang berada di lokasi sempat mencoba merebut senjata dari tangan pelaku. Namun pelaku disebut mengancam akan menembak saksi dan melepaskan dua kali tembakan ke udara sebelum melarikan diri menggunakan sepeda motor.
Korban Sempat Dirawat Sebelum Meninggal
Usai kejadian, korban langsung dilarikan ke RS Mardi Waluyo Kota Metro sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Ahmad Yani Metro untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Berdasarkan hasil CT scan, proyektil peluru masuk melalui pelipis kanan dan bersarang di bagian belakang tengkorak korban.
Sekitar pukul 23.00 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara guna keperluan autopsi.
Polisi Dalami Kepemilikan Senjata Api
Dalam kasus PNS Metro tewas ditembak ini, kepolisian juga mendalami asal-usul serta kepemilikan senjata api yang digunakan pelaku.
“Penggunaan senjata api secara melawan hukum merupakan tindak pidana serius. Semua akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Yuni.
Ia juga meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku agar segera melapor kepada aparat kepolisian.
“Kami berharap dukungan masyarakat agar proses pengungkapan kasus ini berjalan cepat dan pelaku segera tertangkap,” kata Yuni. (Red)
- Penulis: Redaksi


