Kekerasan Pelajar Viral, Polisi Cirebon Seltim Amankan Tiga Terduga Pelaku
- account_circle Asep Suparman
- calendar_month 51 menit yang lalu
- print Cetak

Cirebon Kota, INC MEDIA — Kekerasan pelajar viral di media sosial Instagram mendorong Unit Reskrim Polsek Cirebon Selatan Timur bergerak cepat. Polisi mengamankan tiga terduga pelaku yang seluruhnya masih berstatus anak pada Jumat (04/09/2026), atau sekitar dua hari setelah peristiwa terjadi.
Kasus tersebut bermula dari video yang beredar luas di media sosial. Rekaman itu memperlihatkan dugaan aksi kekerasan antarpelajar yang kemudian menjadi petunjuk awal bagi polisi untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat.
Kekerasan Pelajar Viral Berawal dari Pengejaran
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (02/09/2026) sekitar pukul 15.00 WIB di Jalan Angkasa Raya, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.
Korban berinisial T.F. diduga dikejar oleh tiga pelajar yang berboncengan menggunakan satu unit sepeda motor Honda PCX warna hitam.
Dalam pengejaran tersebut, para terduga pelaku kemudian mendekati korban. Salah seorang di antaranya diduga mengayunkan senjata tajam jenis celurit sebanyak tiga kali ke arah tubuh korban.
Akibat kejadian itu, pakaian korban mengalami robek. Korban juga mengalami luka dan mendapatkan penanganan medis berupa dua jahitan.
Polisi kemudian bergerak setelah rekaman kejadian tersebut beredar melalui akun Instagram @archives.baskot. Video itu menjadi salah satu petunjuk awal bagi penyidik untuk mengembangkan informasi mengenai dugaan kekerasan tersebut.
Polisi Telusuri Video dan Lokasi Kejadian
Unit Reskrim Polsek Cirebon Selatan Timur yang dipimpin Panit I Reskrim Iptu Franciscus Heru P., S.H. langsung melakukan pengecekan ke lokasi.
Penyidik tidak hanya mengandalkan rekaman video. Polisi juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang mengetahui maupun melihat kejadian tersebut.
Dari rekaman yang beredar, penyidik mencermati sejumlah ciri visual. Di antaranya pakaian atau seragam yang dikenakan, ciri-ciri para pelajar, serta kendaraan yang terlihat dalam video.
Petunjuk tersebut kemudian dikembangkan untuk mencari identitas pihak yang diduga terlibat.
Kekerasan Pelajar Viral Terungkap Lewat Serangkaian Petunjuk
Penyidik selanjutnya berkoordinasi dengan pihak sekolah yang memiliki kesesuaian dengan seragam pelajar dalam rekaman.
Informasi dari sekolah kemudian didalami dan dicocokkan dengan hasil penyelidikan di lapangan. Polisi juga mengembangkan petunjuk lain melalui kendaraan yang terlihat dalam video.
Untuk memastikan informasi tersebut, penyidik berkoordinasi dengan Samsat Polres Cirebon Kota. Data kendaraan yang terlihat dalam rekaman dicocokkan dengan informasi yang diperoleh selama penyelidikan.
Rangkaian petunjuk itu akhirnya mengarah kepada tiga pelajar yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Ketiganya masing-masing berinisial MA, ADB, dan PFR. Polisi menyebut seluruhnya masih berstatus anak.
Pada Jumat (04/09/2026), ketiganya berhasil diamankan. Polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor Honda PCX warna hitam yang diduga digunakan dalam peristiwa tersebut.
Polisi Tegaskan Video Viral Ditindaklanjuti
Pengungkapan perkara dalam waktu sekitar dua hari menunjukkan bagaimana informasi dari media sosial dapat menjadi pintu masuk penyelidikan. Namun, informasi digital tetap perlu diverifikasi melalui proses hukum dan pemeriksaan di lapangan.
Dalam kasus ini, polisi mengembangkan rekaman video dengan pengecekan lokasi, keterangan saksi, koordinasi dengan pihak sekolah, serta penelusuran data kendaraan.
Karena ketiga terduga pelaku masih berstatus anak, proses selanjutnya dilakukan dengan memperhatikan ketentuan peradilan pidana anak.
Ketiga terduga pelaku kemudian diserahkan kepada Sat Reskrim Polres Cirebon Kota untuk menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Kapolsek Cirebon Selatan Timur AKP Juntar Hutasoit, S.H., M.H. menegaskan bahwa video yang viral menjadi salah satu petunjuk awal yang segera dikembangkan melalui penyelidikan untuk mengungkap identitas pihak yang terlibat.
“Kami menindaklanjuti informasi dari video yang viral dengan melakukan pengecekan lokasi, meminta keterangan saksi, mencocokkan ciri-ciri dalam video dengan pihak sekolah serta menelusuri kendaraan yang digunakan, hingga pada Jumat tiga terduga pelaku berhasil diamankan untuk proses lebih lanjut,” ujarnya.
Polisi masih melakukan proses hukum terhadap perkara tersebut. Status para pihak juga perlu ditempatkan sesuai kedudukannya dalam proses penyidikan, terlebih seluruh terduga pelaku masih berusia anak.
Pengungkapan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kekerasan antarpelajar tidak dapat dianggap sebagai persoalan sepele. Selain berdampak langsung terhadap korban, tindakan kekerasan juga dapat membawa konsekuensi hukum bagi pihak yang terlibat.
(Asep)
- Penulis: Asep Suparman







