Dukung Swasembada Pangan, Kapolda Tanam Bawang Putih di Aceh Tengah
- account_circle Helmy
- calendar_month 53 menit yang lalu
- print Cetak

Takengon, Aceh, INC MEDIA — Swasembada pangan kembali mendapat dukungan konkret dari Kepolisian Negara Republik Indonesia. Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan mengikuti penanaman bawang putih secara serentak di Kampung Paya Tungel, Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu, 19 Agustus 2026.
Swasembada Pangan Jadi Gerakan Bersama
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Pemerintah mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan komoditas pangan di berbagai daerah.
Penanaman bawang putih di Aceh Tengah berlangsung secara serentak dan terhubung secara virtual dengan kegiatan serupa di 17 provinsi di Indonesia.
Dari Aceh Tengah, Kapolda Aceh bersama rombongan mengikuti Zoom Meeting yang dipimpin langsung Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama unsur pemerintah pusat dan jajaran Polri dari berbagai daerah.
Setelah rangkaian kegiatan virtual selesai, Kapolda Aceh bersama jajaran turun langsung ke lahan pertanian Kampung Paya Tungel untuk melakukan penanaman bawang putih.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa program swasembada pangan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Program itu diarahkan untuk membangun produktivitas pertanian sekaligus memperkuat peran kelompok tani sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
Lahan 1,75 Hektare Disiapkan
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Aceh menjelaskan bahwa lahan yang disiapkan untuk pengembangan bawang putih memiliki luas sekitar 1,75 hektare.
Pada tahap penanaman serentak, lahan yang digunakan mencapai 1.250 meter persegi. Sementara lahan lainnya akan ditanami secara bertahap sesuai dengan perencanaan pengembangan komoditas tersebut.
Sebanyak 10 kilogram bibit bawang putih digunakan dalam kegiatan itu. Bibit berasal dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Tengah dengan jenis Lumbu Hijau.
Program tersebut melibatkan tujuh kelompok tani, yakni Giri Mulyo, Karya Tani, Sumber Makmur, Darma Bakti, Maju Bersama, Jagong Makmur, dan Ayu Jaya.
Masing-masing kelompok tani beranggotakan 21 orang. Dengan demikian, total terdapat 147 anggota kelompok tani yang terlibat dalam program tersebut.
Dari lahan yang ditanami pada kegiatan itu, produksi diperkirakan mencapai sekitar 45 kilogram bawang putih.
Swasembada Pangan Dibarengi Aksi Sosial
Kegiatan swasembada pangan tersebut juga dirangkai dengan aksi sosial. Kapolda Aceh bersama rombongan menyerahkan 500 paket bantuan sosial kepada masyarakat kurang mampu serta korban kebakaran di Kampung Jeget Ayu.
Bantuan tersebut berisi beras, minyak goreng, gula pasir, telur, dan sejumlah kebutuhan pokok rumah tangga lainnya.
Penyerahan bantuan menjadi bagian dari upaya Polri membantu masyarakat yang membutuhkan. Pada saat yang sama, kegiatan tersebut memperlihatkan pendekatan sosial Polri dalam mendukung program pembangunan di tingkat masyarakat.
Tidak hanya bantuan pangan, Polda Aceh melalui Polres Aceh Tengah juga menyediakan gerai kesehatan. Pelayanan tersebut dipimpin Kabiddokkes Polda Aceh Kombes Pol. dr. Dafianto Arief.
Gerai kesehatan memberikan pemeriksaan dan pengobatan medis secara gratis kepada masyarakat setempat.
Polri Dorong Pertanian Berkelanjutan
Kapolda Aceh menegaskan, penanaman bawang putih tidak semata-mata menjadi bentuk dukungan terhadap program pangan nasional. Ia berharap pengembangan komoditas tersebut memberikan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan langsung masyarakat.
“Pengembangan komoditas bawang putih di Aceh Tengah diharapkan mampu mendorong kemandirian pangan, membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat, serta menjadi salah satu model percontohan pertanian terpadu yang berkelanjutan,” ujar Irjen Ruddi.
Menurutnya, keberhasilan program ketahanan pangan membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, Polri, kelompok tani, dan masyarakat memiliki peran penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan memastikan program berjalan secara berkelanjutan.
Ia juga mengatakan, Polri bersama pemerintah dan masyarakat menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, memberdayakan kelompok tani, serta mendorong terciptanya kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan pengembangan lahan secara bertahap, dukungan bibit, keterlibatan kelompok tani, serta pendampingan lintas sektor, penanaman bawang putih di Aceh Tengah diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan simbolis.
Program tersebut diharapkan mampu berkembang menjadi model pemberdayaan pertanian yang menghasilkan manfaat ekonomi, memperkuat ketahanan pangan daerah, dan ikut menopang agenda swasembada pangan nasional.| Red
- Penulis: Helmy







