Wagub Aceh Dampingi Kapolri di Pidie, Apresiasi Pengungkapan Lab Sabu Ilegal dan Bantuan Huntap
- account_circle Redaksi
- calendar_month 33 menit yang lalu
- print Cetak

PIDIE, INC MEDIA — Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, S.E., yang akrab disapa Dek Fadh, mendampingi Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., dalam kunjungan kerja ke Gampong Dayah Tanoh, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, Jumat (23/10/2026).
Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Polri dan Pemerintah Aceh, terutama dalam pemberantasan narkotika serta pemulihan kehidupan masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan itu, antara lain Ketua DPRA, Kapolda Aceh, Pangdam Iskandar Muda, Kabinda Aceh, Kepala BNN Aceh, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, serta unsur terkait lainnya.
Setibanya di lokasi, Kapolri bersama rombongan yang didampingi Wagub Aceh meninjau dua unit rumah toko (ruko) yang diduga digunakan sebagai laboratorium narkotika jenis sabu ilegal atau clandestine laboratory oleh pihak asing. Rombongan kemudian mengikuti agenda utama kunjungan kerja.
Wagub Aceh Apresiasi Pengungkapan Laboratorium Sabu Ilegal
Dek Fadh menyampaikan apresiasi kepada Polri, khususnya Polda Aceh, atas pengungkapan laboratorium sabu ilegal tersebut. Menurutnya, keberadaan fasilitas produksi narkotika ilegal merupakan ancaman serius yang perlu ditangani secara tegas karena berpotensi merusak kehidupan masyarakat, terutama generasi muda.
Pengungkapan kasus tersebut juga menjadi bagian penting dalam upaya memutus mata rantai produksi dan peredaran narkotika di Aceh. Penanganan yang berkelanjutan diperlukan agar wilayah Aceh tidak dimanfaatkan sebagai tempat produksi maupun jalur distribusi barang terlarang.
Selain penegakan hukum, upaya pemberantasan narkotika perlu diperkuat melalui pencegahan, edukasi, rehabilitasi bagi penyalahguna sesuai ketentuan, serta keterlibatan masyarakat dalam melaporkan aktivitas yang mencurigakan kepada aparat berwenang.
Dek Fadh berharap langkah tegas aparat penegak hukum terus berlanjut sehingga masyarakat dapat terlindungi dari ancaman narkotika dan generasi muda Aceh memiliki masa depan yang lebih baik.
Bantuan Hunian Tetap untuk Korban Bencana
Dalam kunjungan tersebut, Dek Fadh juga mengapresiasi kepedulian Polri terhadap masyarakat korban bencana hidrometeorologi melalui bantuan pembangunan hunian tetap (huntap).
Menurutnya, dukungan pembangunan tempat tinggal merupakan bagian penting dari proses pemulihan pascabencana. Hunian yang layak diharapkan membantu masyarakat kembali menjalani kehidupan secara lebih aman dan stabil setelah menghadapi dampak bencana.
Pemulihan pascabencana tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik, tetapi juga koordinasi lintas instansi agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi. Karena itu, kolaborasi antara Polri, Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten, dan unsur terkait perlu terus diperkuat.
Apresiasi terhadap bantuan huntap tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam mendampingi masyarakat, baik melalui perlindungan keamanan maupun dukungan pemulihan sosial dan ekonomi.
Perkuat Sinergi untuk Menjaga Perdamaian Aceh
Dek Fadh menegaskan bahwa menjaga keamanan dan perdamaian Aceh merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dibutuhkan untuk menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ancaman narkotika hingga pemulihan pascabencana.
Kunjungan kerja Kapolri di Pidie diharapkan semakin memperkuat koordinasi antarlembaga dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pemberantasan narkotika dan pembangunan kembali kehidupan warga terdampak bencana merupakan dua agenda penting yang membutuhkan konsistensi, pengawasan, serta kerja sama berkelanjutan.
Dengan sinergi yang kuat, Pemerintah Aceh dan Polri diharapkan mampu terus menjaga Aceh tetap aman dan damai sekaligus mendorong pemulihan serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Pewarta: Helmy
- Penulis: Redaksi






