Stok Darah PMI Langsa Menipis, Pasien Butuh Transfusi Mendesak Hadapi Kendala
- account_circle Helmy/Jefri
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

LANGSA, INC MEDIA — Stok darah PMI Langsa yang kerap kosong kembali menjadi perhatian setelah keluarga pasien harus mencari donor secara mandiri ketika pasien membutuhkan transfusi darah segera. Kondisi ini menunjukkan kebutuhan darah di sejumlah rumah sakit di Kota Langsa masih menghadapi tantangan, terutama ketika permintaan transfusi meningkat sementara persediaan di Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD PMI) terbatas.
Kebutuhan darah tersebut tidak hanya berasal dari satu rumah sakit. UTD PMI Kota Langsa melayani kebutuhan pasien dari RSUD Langsa, RS Cut Meutia PTPN Regional VI Langsa, serta RS Cut Nyak Dhien Langsa.
Stok Darah PMI Langsa dan Keluhan Keluarga Pasien
Persoalan stok darah PMI Langsa dirasakan langsung oleh keluarga pasien yang membutuhkan transfusi. Salah seorang keluarga pasien mengaku sempat kebingungan ketika adiknya mengalami anemia berat dan dokter menyarankan agar transfusi segera dilakukan karena kadar hemoglobin (Hb) sangat rendah.
Keluarga pasien tersebut meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
“Saya sempat kelabakan mencari orang yang mau mendonorkan darahnya, karena setelah saya minta ke UTD PMI stok darah donor kosong, padahal dokter yang merawat adik saya menyarankan harus segera di transfusi karena Hb (haemoglobin) nya sangat rendah”.
Situasi itu membuat keluarga pasien harus mencari kerabat maupun masyarakat lain yang bersedia menjadi pendonor.
“Saya harus mondar mandir mencari keluarga dan orang lain yang bersedia diambil darahnya, dan itupun tidak gampang dapatnya, belum lagi jarak tempuh dari rumah sakit ke UTD PMI yang lumayan jauh”, keluh keluarga pasien itu lagi (13/08/2026).
Kondisi tersebut menggambarkan bahwa persoalan ketersediaan darah bukan sekadar urusan administrasi. Bagi pasien yang membutuhkan transfusi, ketersediaan darah dapat menjadi kebutuhan yang harus segera dipenuhi sesuai pertimbangan medis.
UTD PMI Langsa Terus Mencari Pendonor
Kepala UTD PMI Kota Langsa, dr. Mawar Afrida, M.Ked, Clin Path, Sp.PK, mengatakan pihaknya melalui Petugas Pelaksanaan Pencari Donor Darah Sukarela (P2D2S) terus melakukan upaya untuk mencari pendonor sukarela.
” Kami akan terus berupaya mencari donatur donor darah baik ke kantor-kantor maupun ke kampus yang ada di kota Langsa, agar stok darah di UTD PMI selalu tersedia, namun karena kebutuhan pasien di rumah sakit banyak yang membutuhkan darah donor, terbagi tiga Rumah Sakit yakni RSUD Langsa, RS Cut Mutia PTPN Regional VI Langsa, serta RS Cut Nyak Dhin Langsa sehingga kerap stok darah donor habis, terpaksa meminta donor darah pasien kepada keluarga pasien untuk diambil darahnya sesuai kebutuhan transfusi”, demikian ungkap kepala UTD PMI Kota Langsa.
Pernyataan tersebut menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan transfusi dengan ketersediaan donor. Karena itu, upaya mencari pendonor secara aktif menjadi bagian penting untuk menjaga pasokan darah tetap tersedia.
Namun, persoalan ini juga membutuhkan dukungan yang lebih luas. Ketika kebutuhan darah terus meningkat, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, PMI, dunia pendidikan, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat perlu membangun pola kerja sama yang lebih terencana.
Pemerintah Perlu Memperkuat Sistem Donor Darah
Pemerintah tidak harus mengambil alih seluruh fungsi UTD PMI. Namun, pemerintah daerah dapat memperkuat ekosistem donor darah melalui dukungan fasilitas, sosialisasi, koordinasi lintas instansi, serta kampanye donor darah sukarela yang dilakukan secara rutin.
Kegiatan donor darah juga sebaiknya tidak hanya dilakukan ketika terjadi kekurangan stok. Pemerintah bersama PMI dan rumah sakit dapat mendorong kegiatan donor secara berkala di kantor pemerintahan, kampus, perusahaan, organisasi masyarakat, komunitas, hingga lingkungan permukiman.
Langkah tersebut penting agar ketersediaan darah tidak selalu bergantung pada pencarian donor secara mendadak ketika pasien sudah berada dalam kondisi membutuhkan transfusi.
Masyarakat pada dasarnya membutuhkan sistem pelayanan kesehatan yang mampu memberikan kepastian, terutama dalam situasi darurat. Karena itu, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu melihat persoalan stok darah PMI Langsa sebagai bagian dari pelayanan kesehatan yang membutuhkan perhatian berkelanjutan.
Donor Sukarela Menjadi Kunci
Di sisi lain, PMI juga membutuhkan partisipasi masyarakat. Donor darah sukarela dapat membantu menjaga ketersediaan stok sekaligus mengurangi beban keluarga pasien yang harus mencari donor secara mendadak.
Kepala UTD PMI Kota Langsa dr. Mawar Afrida mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan donor darah.
” Dalam hal ini Ibu Mawar Afrida selaku Kepala UTD PMI sangat mengharapkan pada masyarakat yang ada di kota Langsa untuk dapat kiranya dengan sukarela memberikan donor darah, agar para pasien yang memerlukan transfusi darah bisa terpenuhi sebagaimana yang kita harapkan bersama, pungkasnya.”
Persoalan stok darah PMI Langsa pada akhirnya bukan hanya tanggung jawab PMI atau keluarga pasien. Ini merupakan kebutuhan kemanusiaan yang membutuhkan kepedulian bersama.
Pemerintah diharapkan hadir dengan kebijakan dan dukungan nyata. PMI perlu memperluas jejaring pendonor. Rumah sakit perlu memperkuat koordinasi kebutuhan darah. Sementara masyarakat dapat mengambil bagian melalui donor darah sukarela secara rutin.
Dengan kolaborasi tersebut, harapannya tidak ada lagi keluarga pasien yang harus panik dan berkeliling mencari donor ketika orang terdekatnya membutuhkan transfusi.
INC MEDIA menempatkan informasi ini sebagai laporan mengenai persoalan ketersediaan darah berdasarkan keterangan keluarga pasien dan pihak UTD PMI Kota Langsa. Penilaian mengenai kondisi medis pasien tetap menjadi kewenangan tenaga kesehatan yang menangani pasien. | Red
- Penulis: Helmy/Jefri







