Breaking News
light_mode

Wakapolri Siapkan Siswa SIP, Sepolwan, SPN dan Taruna Akpol Dukung Perlinsos Digital

  • account_circle Helmy
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

JAKARTA, INC MEDIA – Perlinsos digital menjadi bagian dari pembelajaran lapangan siswa pendidikan Polri. Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo mendorong Lemdiklat Polri menyiapkan siswa Sekolah Inspektur Polisi (SIP), Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan), Sekolah Polisi Negara (SPN), serta Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) agar turut membantu masyarakat mengakses layanan Perlindungan Sosial secara digital.

Langkah tersebut diarahkan untuk memperluas jangkauan pelayanan pemerintah sekaligus memperkuat kemampuan siswa Polri dalam menghadapi kebutuhan masyarakat di era digital.

Perlinsos Digital Masuk Latihan Kerja Siswa

Wakapolri meminta Lemdiklat Polri menjadikan Perlinsos digital sebagai salah satu bagian dari latihan kerja siswa di tengah masyarakat.

Latihan kerja siswa SIP dijadwalkan mulai Oktober 2026. Sementara siswa Sepolwan, SPN, dan Taruna Akpol akan dipersiapkan sesuai kalender pendidikan masing-masing pada November 2026.

Arahan itu disampaikan Wakapolri saat meninjau Sepolwan, didampingi Kalemdiklat Polri Komjen Pol. RZ Panca Putra Simanjuntak, pada 24 Maret 2026.

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut pengarahan Menteri Sosial dan Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah Luhut Binsar Pandjaitan mengenai percepatan Perlinsos di Pusdalsis Mabes Polri pada hari yang sama.

Menteri Sosial menekankan pentingnya memperluas agen untuk mencapai target 48 juta keluarga terdaftar dan terverifikasi secara digital hingga 30 November 2026.

Sementara itu, Luhut mendorong keterlibatan jaringan TNI-Polri untuk membantu masyarakat mengakses layanan digital sekaligus menjaga keamanan dan kedaulatan data.

Siswa Polri Dibekali Kemampuan Pendataan

Wakapolri meminta latihan kerja tidak berhenti pada aspek teori. Siswa harus mendapatkan pengalaman langsung dalam membantu masyarakat menggunakan layanan digital.

“Kita harus mulai dari lembaga pendidikan. Siswa yang akan turun latihan kerja kita persiapkan agar mampu menggunakan gawai, melakukan pendataan, dan berkomunikasi dengan masyarakat. Ini sekaligus menjadi pembelajaran bagi mereka untuk mendukung program pemerintah,” ujar Wakapolri.

Menurutnya, Perlinsos digital bukan sekadar tugas tambahan. Program tersebut menjadi bagian dari pembelajaran agar siswa mampu menggabungkan kompetensi kepolisian dengan kemampuan teknologi dan pelayanan publik.

Setidaknya terdapat tiga kemampuan utama yang harus dikuasai siswa, yakni pengoperasian gawai dan aplikasi, pendataan, serta komunikasi dengan masyarakat.

Siswa akan mendapatkan pembekalan mengenai penggunaan perangkat digital, proses pendaftaran, pemutakhiran data, serta verifikasi sesuai prosedur.

Aspek keamanan data juga menjadi perhatian. Siswa harus memahami pentingnya menjaga keamanan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan informasi pribadi masyarakat.

“Yang kita ajarkan bukan hanya bagaimana mengoperasikan aplikasi. Mereka harus memahami proses pendataan, menjaga keamanan data masyarakat, dan mampu menjelaskan kepada warga dengan bahasa yang mudah dipahami,” jelas Wakapolri.

Perlinsos Digital Harus Tepat Sasaran

Wakapolri juga memberikan batasan yang jelas mengenai peran siswa dalam program tersebut.

Siswa hanya membantu proses registrasi, pendataan, dan pemutakhiran data. Mereka tidak memiliki kewenangan menentukan seseorang layak atau tidak menerima bantuan.

“Data harus benar dan proses mendapatkan data juga harus benar. Siswa harus memahami bahwa mereka membantu proses pendataan, bukan menentukan siapa yang menerima bantuan,” tegasnya.

Prinsip tersebut menjadi penting karena digitalisasi Perlinsos membutuhkan data yang akurat agar kebijakan pemerintah dapat menyasar masyarakat sesuai kondisi sebenarnya.

Menteri Sosial sebelumnya mengingatkan bahwa keterbatasan teknologi tidak boleh menjadi penghalang masyarakat untuk mendapatkan akses pendataan.

“Keterbatasan teknologi tidak boleh menjadi alasan mereka tidak terdata,” ujar Menteri Sosial.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa transformasi digital harus tetap mempertimbangkan kondisi masyarakat yang belum memiliki kemampuan atau akses teknologi memadai.

TNI-Polri Didorong Bantu Akses Layanan

Keterlibatan aparat di tingkat lapangan dinilai dapat membantu mempercepat proses pendataan. Jaringan TNI-Polri yang bersentuhan langsung dengan masyarakat diharapkan dapat menjadi penghubung antara warga dan pemerintah.

“Kita minta dorongan teman-teman TNI, Polri, untuk memobilisasi para agen bekerja sama dengan pemerintah daerah.”

Dalam konteks tersebut, siswa pendidikan Polri tidak hanya memperoleh pengalaman kerja lapangan. Mereka juga belajar bagaimana menghadirkan pelayanan yang mudah dipahami, tertib, dan bertanggung jawab.

Perlinsos Digital Selaras Transformasi Pendidikan Polri

Kalemdiklat Polri Komjen Pol. RZ Panca Putra Simanjuntak mengatakan pembekalan tersebut sejalan dengan transformasi pendidikan Polri yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Siswa telah terbiasa menggunakan laptop serta sistem pembelajaran berbasis Outcome Based Education (OBE) dan Learning Management System (LMS).

“Siswa sekarang adalah generasi yang sangat dekat dengan teknologi. Karena itu, kemampuan menggunakan teknologi harus menjadi kompetensi kerja. Namun, kemampuan tersebut harus berjalan bersama kemampuan komunikasi,” ujar Kalemdiklat.

Menurutnya, latihan kerja menjadi momentum bagi siswa untuk menguji kemampuan tersebut secara langsung di tengah masyarakat.

Kemampuan menggunakan teknologi harus berjalan beriringan dengan ketelitian dalam pendataan dan kemampuan membangun komunikasi. Dengan demikian, pelayanan digital tidak hanya cepat, tetapi juga dapat dipahami dan diterima masyarakat.

Pendidikan Polri Harus Bermuara pada Pelayanan

Wakapolri menegaskan keterlibatan siswa SIP, Sepolwan, SPN, dan Taruna Akpol dalam Perlinsos digital merupakan bagian dari perubahan paradigma pendidikan Polri.

Pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan personel yang memahami aspek kepolisian. Siswa juga dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memahami kebutuhan masyarakat.

“Kita ingin apa yang dipelajari di lembaga pendidikan benar-benar dibawa ke lapangan. Mereka belajar kepolisian, belajar teknologi, belajar pendataan, dan belajar berkomunikasi. Semuanya harus bermuara pada pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Langkah tersebut menempatkan latihan kerja sebagai ruang pembelajaran yang lebih luas. Siswa tidak hanya diuji melalui teori, tetapi juga melalui kemampuan menerapkan pengetahuan secara langsung dan bertanggung jawab.

Pada akhirnya, keberhasilan Perlinsos digital tidak hanya ditentukan oleh teknologi. Akurasi data, keamanan informasi, kemampuan komunikasi, serta keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting agar transformasi pelayanan sosial berjalan efektif dan tidak meninggalkan kelompok yang masih menghadapi keterbatasan akses digital.

  • Penulis: Helmy

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penanganan Banjir Way Perak Jadi Desakan DPRD Metro, Pemkot Diminta Prioritaskan dan Evaluasi Dinas PUTR

    Penanganan Banjir Way Perak Jadi Desakan DPRD Metro, Pemkot Diminta Prioritaskan dan Evaluasi Dinas PUTR

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    METRO, INC MEDIA – Penanganan Banjir Way Perak kembali menjadi sorotan di DPRD Kota Metro. Anggota DPRD Kota Metro dari Fraksi PDI Perjuangan, A. Cahyadi Lamnunyai, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Metro menjadikan persoalan banjir di kawasan Way Perak, Metro Selatan, sebagai prioritas utama dalam agenda pembangunan daerah. Ia juga meminta evaluasi terhadap organisasi perangkat daerah […]

  • Krisis Air Pulau Pisang, BBWS Mesuji Sekampung Perbaiki Pipa Bawah Laut 11 Km

    Krisis Air Pulau Pisang, BBWS Mesuji Sekampung Perbaiki Pipa Bawah Laut 11 Km

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Krisis Air Pulau Pisang Lumpuhkan Suplai Air Bersih Pesisir Barat, INC MEDIA — Krisis Air Pulau Pisang sempat melumpuhkan distribusi air bersih bagi sekitar 1.800 jiwa di enam pekon di Pulau Pisang, Kabupaten . Gangguan itu terjadi akibat terputusnya jaringan pipa bawah laut yang menjadi tulang punggung suplai air baku dari daratan Sumatera ke wilayah […]

  • IAWP 2026, Polwan Indonesia Perkuat Wawasan dan Jejaring Internasional Hadapi Kejahatan Perdagangan Orang

    IAWP 2026, Polwan Indonesia Perkuat Wawasan dan Jejaring Internasional Hadapi Kejahatan Perdagangan Orang

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Helmy
    • 0Komentar

    BADUNG, BALI, INC MEDIA — International Association of Women Police (IAWP) Conference 2026 menjadi ruang strategis bagi polisi wanita (Polwan) dari berbagai negara untuk bertukar pengalaman, memperluas wawasan, sekaligus memperkuat jejaring profesional dalam menghadapi tantangan kejahatan lintas negara. Salah satu isu yang mendapat perhatian dalam forum internasional tersebut adalah tindak pidana perdagangan orang atau trafficking, […]

  • Diduga Tuntutan tak terpenuhi oleh PT. AJRI, GRIB Jaya Kembali lakukan Unras jilid 2

    Diduga Tuntutan tak terpenuhi oleh PT. AJRI, GRIB Jaya Kembali lakukan Unras jilid 2

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Lampung Tengah (INC Media ) — Buntut Tak terpenuhi semua tuntutan yang disampaikan ke PT.Agung Jaya Raya Indonesia (AJRI) terkait masalah limbah dan Upah Minimum Kabupaten (UMK). Dewan Pimpinan Daerah (DPD) organisasi masyarakat Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB Jaya) provinsi Lampung kembali gelar Unjuk rasa (Unras) susulan didepan PT. AJRI pada Kamis (9/1/2025). Sebelumnya DPD […]

  • Tuduhan Asusila Tanpa Bukti, Guru SMPN 3 Pesawaran Siap Tempuh Jalur Hukum

    Tuduhan Asusila Tanpa Bukti, Guru SMPN 3 Pesawaran Siap Tempuh Jalur Hukum

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Pesawaran , INC MEDIA – Tuduhan tak berdasar soal dugaan perbuatan asusila yang menyeret dua guru SMPN 3 Kedondong di Pesawaran memicu kehebohan di masyarakat. Namun, salah satu guru yang dituduh, Wisnu Saputra, akhirnya angkat bicara dan membantah tegas kabar tersebut. Dalam klarifikasinya, Wisnu menyebut bahwa semua tuduhan itu tidak benar dan sangat merugikan dirinya […]

  • Petugas Gagalkan Penyelundupan 2,9 Ton Daging Celeng Ilegal asal Lampung Tengah di Pelabuhan Merak

    Petugas Gagalkan Penyelundupan 2,9 Ton Daging Celeng Ilegal asal Lampung Tengah di Pelabuhan Merak

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Serang, INC MEDIA – Upaya penyelundupan 2,9 ton daging celeng (babi hutan) ilegal berhasil digagalkan oleh petugas Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Banten di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Rabu (7/5/2025). Daging tanpa dokumen kesehatan ini diselundupkan dari Lampung Tengah dan hendak dikirim ke Palangkaraya. “Penangkapan dilakukan terhadap lalu lintas daging babi hutan atau […]

expand_less